Kamis, 24 September 2026
07:16 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Buaya filipina

Buaya filipina

Buaya filipina
Rentang waktu: Pleistosen AkhirMasa kini, 0.1–0 jtyl[1]
250px-Crocodylus_mindorensis_by_Gregg_Yan_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dewasa berjemur di Palawan, Filipina
CITES Apendiks I (CITES)[3]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Klad: Archosauromorpha
Klad: Archosauriformes
Ordo: Crocodilia
Famili: Crocodylidae
Genus: Crocodylus
Spesies:
C. mindorensis
Nama binomial
Crocodylus mindorensis
Schmidt, 1935
Distribution_crocodylus_mindorensis.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Peta sebaran spesies

Buaya filipina (Crocodylus mindorensis), atau yang juga dikenal sebagai buaya air tawar filipina, buaya mindoro, bukarot[4] dalam bahasa Ilocano, dan secara umum dengan nama buwaya di sebagian besar budaya dataran rendah Filipina,[4] adalah salah satu dari dua spesies buaya yang dapat ditemukan di Filipina; yang satunya lagi adalah buaya muara yang lebih besar.[5][6] Buaya filipina, yang endemik dari negara ini, berpindah status dari kekurangan data ke terancam kritis pada 2008 karena eksploitasi dan metode memancing tak berkelanjutan,[7] sepeti memancing dengan peledak.[8] Metode konservasi sedang dilaksanakan oleh yayasan Mabuwaya (gabungan Filipina dan Belanda),[9] Perhimpunan Konservasi Buaya dan Institut Zoologis HerpaWorld di Pulau Mindoro. Sangat dilarang untuk membunuh di negara ini, dan dapat dikenakan tindak pidana.

Referensi

  1. Rio, Jonathan P.; Mannion, Philip D. (6 September 2021). "Phylogenetic analysis of a new morphological dataset elucidates the evolutionary history of Crocodylia and resolves the long-standing gharial problem". PeerJ. 9: e12094. doi:10.7717/peerj.12094. PMC 8428266. PMID 34567843.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  2. van Weerd, M.; C. Pomaro, C.; de Leon, J.; Antolin, R.; Mercado, V. (2016). "Crocodylus mindorensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T5672A3048281. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T5672A3048281.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  3. "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  4. 1 2 "Crocodile Surveys - iucncsg.org"
  5. "Only in the Philippines - Endemic Animals in the Philippines" Diarsipkan 2017-08-06 di Wayback Machine.. TxtMania.com. Retrieved on 2007-10-22.
  6. Ross, Charles A. "Crocodile Status in Ligawasan Marsh". Philippine Crocodile. Retrieved on 2012-07-12.
  7. "Crocodilian Species - Philippine Crocodile (Crocdylus mindorensis)". Crocodilian Species List. Retrieved on 2007-10-22.
  8. "Wildlife Conservation in the Philippines". BP.com. Retrieved on 2007-10-22.
  9. "Philippine Crocodile Comeback" Diarsipkan 2007-11-10 di Wayback Machine.. cepf.net. Retrieved on 2007-10-22.
Spesies Crocodilia yang masih hidup
Famili Gavialidae
Gavialis
Tomistoma
Alligatorinae
(Aligator)
Alligator
Caimaninae
(Kaiman)
Caiman
Melanosuchus
Paleosuchus
Famili Crocodylidae (Buaya)
Crocodylinae
Crocodylus
Osteolaeminae
Mecistops
Osteolaemus
'
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan