Rabu, 28 Oktober 2026
07:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Lambang paulownia

Lambang paulownia

Bagikan:
Go-Shichi no Kiri beralih ke sini
250px-Goshichi_no_kiri_inverted.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Go-Shichi no Kiri (5-7 Paulownia), salah satu dari berbagai desain lambang paulownia yang ada.
250px-Emblem_of_the_Prime_Minister_of_Japan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Emblem perdana menteri Jepang

Lambang paulownia atau kirimon (桐紋) adalah desain simbol keluarga berbentuk bunga dan daun paulownia. Lambang ini awalnya dipakai sebagai lambang Rumah Tangga Kekaisaran Jepang bersama-sama dengan lambang bunga seruni. Lambang ini juga digunakan sebagai Keshogunan Ashikaga dan pemerintahan klan Toyotomi. Keshogunan Ashikaga lalu mengukir lambang paulownia pada pada uang emas (koban) yang dikeluarkan oleh keshogunan. Lambang paulownia (5-7 Paulownia) atau Go-Shichi no Kiri sekarang digunakan sebagai lambang Pemerintah Jepang, termasuk oleh perdana menteri Jepang.

Pada awalnya, lambang paulownia dan lambang bunga seruni hanya dipakai oleh Rumah Tangga Kekaisaran Jepang. Namun setelah lambang paulownia juga dipakai oleh para daimyo, istana kekaisaran hanya memakai lambang bunga seruni.

Asal-usul

250px-Paulownia_tomentosa_JPG2a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon Paulownia tomentosa
250px-Paulownia_tomentosa1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun dan bunga paulownia

Pada zaman dulu di Jepang banyak terdapat perkebunan paulownia, tapi sekarang sudah jarang dijumpai. Pohon paulownia berbunga setiap bulan Mei. Ketika anak perempuan lahir, pohon paulownia ditanam di halaman rumah. Ketika anak perempuan itu sudah cukup umur untuk menikah, maka pohon paulownia sudah cukup besar untuk ditebang. Kayu pohon itu kemudian dijadikan lemari kayu paulownia (kiri no tansu) untuk diberikan sebagai hadiah perkawinan untuknya.[1]

Menurut kepercayaan zaman dulu di Tiongkok, pohon paulownia (Firmiana simplex) adalah pohon keberuntungan karena burung fenghuang berkicau di atas pohon ini. Meski tidak ada orang yang pernah mendengar suaranya, kicauan burung fenghuang konon terdengar seperti "lahir kaisar bijak berbudi, lahir kaisar bijak berbudi".[2] Oleh karena itu, pohon paulownia dijadikan simbol kaisar bijak yang berbudi.[2] Legenda ini juga dikenal sampai ke Jepang, keluarga kekaisaran juga menggunakan lambang paulownia (5-7 Paulownia).[2] Meskipun demikian, paulownia yang dipakai sebagai lambang di Jepang berbeda spesies, yakni Paulownia tomentosa.

Contoh tertua pemakaian lambang paulownia adalah pada bendera Ōyano Taneyasu, penguasa Pulau Ōyano di Distrik Amakusa, Provinsi Higo dalam lukisan Invasi Mongol ke Jepang (Mōko Shūrai Ekotoba).[2] Penggunaan lambang paulownia meluas setelah Istana Kekaisaran menghadiahkan lambang ini sebagai hadiah kaisar untuk pengikutnya. Kaisar Godaigo memberi anugerah lambang paulownia kepada Ashikaga Takauji.[2] Samurai yang menerima lambang ini dari kaisar kemudian juga menghadiahkan penggunaan lambang ini kepada pengikutnya. Pada masa pemerintahan Kaisar Saga, gambar bambu, burung hōō, kirin, dan paulownia dipakai sebagai ornamen jubah kebesaran kaisar. Toyotomi Hideyoshi juga menerima lambang paulownia dari kaisar.

Penggunaan lambang paulownia meluas pada masa pemerintah Keshogunan Tokugawa (1604-1868). Lambang ini dipakai mulai dari rakyat biasa hingga samurai dan daimyo. Pada waktu itu ada 473 keluarga yang memakai segel ini, termasuk pejabat keshogunan, keluarga samurai, dan keluarga daimyo. Di kalangan rakyat biasa, lambang paulownia yang banyak dipakai adalah 5-3 Paulownia.

Pada zaman Bakumatsu, hampir seperlima dari total daimyo dan hatamoto menggunakan lambang paulownia.[3] Pada tahun 1868, Pemerintah Meiji pernah mengatur penggunaan lambang bunga seruni. Sebaliknya, lambang paulownia bebas digunakan karena pada lembaran negara Jepang tahun 1884 diumumkan bahwa tidak ada batasan dalam penggunaan lambang paulownia.

250px-Takashi_Hara_formal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Hara Takashi mengenakan pakaian kebesaran istana. Pakaian yang dikenakannya dipenuhi dengan bordiran 5-7 Paulownia.

Pemerintah Meiji memasukkan lambang paulownia ke dalam desain bintang Orde Matahari Terbit. Status lambang paulownia menjadi setara dengan lambang bunga seruni yang dipakai sebagai lambang Rumah Tangga Kekaisaran Jepang. Lambang paulownia dipakai pada dokumen resmi seperti paspor, visa, atau uang logam. Desain 5-7 Paulownia juga dipakai pada bagian belakang uang logam 500 yen.

Pemerintah Jepang juga memakai mangkuk dari emas, perak, dan kayu berhiaskan lambang bunga seruni dan lambang paulownia sebagai hadiah resmi.[4] Perlengkapan di Kediaman Resmi Perdana Menteri Jepang dan mimbar perdana menteri juga memakai pelat 5-7 Paulownia.

Desain 5-3 Paulownia dipakai oleh Markas Besar Penjaga Kekaisaran dan Kementerian Kehakiman. Emblem pada topi pegawai perusahaan kereta api Japanese National Railways dulunya adalah lambang paulownia ditambah roda lokomotif uap.

Desain

Desain dasar lambang paulownia berupa tiga kuntum bunga (bunga majemuk) yang berdiri tegak dan tiga helai daun. Pada 5-3 Paulownia (五三桐, Gosan no Kiri atau Gosangiri) yang merupakan desain paling umum, jumlah bunga adalah 3-5-3 (kiri 3 kuntum, tengah 3 kuntum, kanan 3 kuntum). Desain dengan jumlah bunga 5-7-5 disebut 5-7 Paulownia (五七桐, Goshichi no Kiri) atau Goshichigiri. Selain itu masih terdapat lebih dari 140 desain lambang paulownia lainnya.

Galeri desain

  • 5-3 Paulownia (Gosan no Kiri)
    5-3 Paulownia (Gosan no Kiri)
  • 5-3 Paulownia dalam Lingkaran (Maru ni Gosan no Kiri)
    5-3 Paulownia dalam Lingkaran (Maru ni Gosan no Kiri)
  • Paulownia Toyotomi Hideyoshi (Taikōgiri)
    Paulownia Toyotomi Hideyoshi (Taikōgiri)
  • Paulownia Tosa (Tosagiri)
    Paulownia Tosa (Tosagiri)
  • 5-3 Paulownia Oni (Gosan no Onikiri)
    5-3 Paulownia Oni (Gosan no Onikiri)
  • Paulownia Kupu-Kupu Ekor Burung Layang-Layang (Kiri Agehachō)
    Paulownia Kupu-Kupu Ekor Burung Layang-Layang (Kiri Agehachō)

Keterangan:

  • Menurut Asosiasi Penelitian Lambang Keluarga Jepang, dari berbagai macam desain paulownia, 70% di antaranya memakai desain 5-3 Paulownia dalam Lingkaran (Maru ni Gosan no Kiri)
  • Paulownia Tosa adalah lambang klan Yamauchi dari Tosa. Desain ini merupakan perubahan dari lambang paulownia yang dihadiahkan Toyotomi Hideyoshi untuk Yamauchi Kazutoyo.

Referensi

  1. ↑ "世代を越えて受継がれる逸品「桐箪笥」". 桐箪笥. Otsuka Kagu. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-12. Diakses tanggal 2013-06-26.
  2. 1 2 3 4 5 "桐紋". Harimaya. Diakses tanggal 2013-06-25.
  3. ↑ "桐紋あれこれ". 播磨屋.com. Diakses tanggal 2013-06-25.
  4. ↑ "杯の種類". Cabinet Office, Government of Japan. Diakses tanggal 2013-06-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan