Sabtu, 24 Oktober 2026
21:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Cornelis Wowor

Bagikan:
Cornelis Wowor
Lahir(1948-12-05)5 Desember 1948
Meninggal01 Maret 2018
Jakarta
PekerjaanPejabat

Cornelis Wowor, MA. merupakan seorang tokoh yang sangat dikenal di kalangan pemeluk agama Buddha. Ia pernah menjadi seorang bhikkhu dan juga banyak mengisi sejarah perkembangan agama Buddha di Nusantara.[1]

Biografi

Cornelis Wowor dilahirkan di Tomohon, Sulawesi Utara pada tanggal 5 Desember 1948. Ia merupakan putra seorang Purnawirawan ABRI, yaitu Alm. Alexander Wowor dan ibunya bernama Alm. Emma Pangemanan.[1]

Menjalani kebhikkhuan

Cornelis Wowor pernah menjalani kehidupan sebagai seorang bhikkhu dari tahun 1972 -1980 dengan nama Bhikkhu Aggabalo.[1]

Kehidupan berkeluarga

Selepas menjalani kehidupan kebhikkhuan, Cornelis Wowor menikah pada tanggal 2 Januari 1981 dengan Lila Dewi Limartha dan dikaruniai dua orang putra yaitu Vijjayano dan Ariyamano.[1]

Karier

Cornelis Wowor meniti karier di Direktorat Urusan Agama Buddha Departemen Agama RI sejak tahun 1986 sebagai staf. Kariernya yang selanjutnya adalah sebagai berikut:[1]

  1. Kepala Seksi Perumusan Bahan pada Subdit Penerangan Agama Buddha (1988)
  2. PJS. Kasubdit Penerangan Agama Buddha (10 Juni 1991)
  3. Kasubdit Bina Sarana Agama Buddha (16 Juni 1995)
  4. Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Direktur Urusan Agama Buddha (26 Agustus 1999)
  5. Direktur Urusan Agama Buddha (16 Juni 1999)

Karya

Di samping sebagai penulis buku-buku agama Buddha, Cornelis Wowor juga dikenal sebagai Penceramah Dharma atau Dharmaduta. Di era kepemimpinannya sebagai Direktur Urusan Agama Buddha, ia berhasil didirikan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa Batu, Sekolah Tinggi Agama Buddha Syailendra Kopeng Semarang, Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta, dan Sekolah Tinggi Agama Buddha Sriwijaya Tangerang, Banten yang akhirnya dapat menjadi satu-satunya STAB Negeri di Indonesia saat ini.[1]

Daftar karya tulis

  1. Ketuhanan dalam Agama Buddha
  2. Pandangan Sosial Agama Buddha (1991)[2]
  3. Hukum Kamma Buddhis (2004)[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Pondok Meditasi Asri Jakasampura. Cornelis Wowor, MA Diarsipkan 2014-01-08 di Wayback Machine.
  2. ↑ Cornelis Wowor. 1991. "Pandangan Sosial Agama Buddha". Penerbit: Arya Surya Candra.
  3. ↑ Cornelis Wowor. 2004. "Hukum Kamma Buddhis". Penerbit: CV Nitra Kencana Buana.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Buddhis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan