Senin, 19 Oktober 2026
22:59 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Conservatory Garden

Conservatory Garden

Bagikan:
250px-Central_Park_23.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vanderbilt Gate menuju pusat kebun formal.

Conservatory Garden adalah satu-satunya kebun formal di Central Park, New York City. Berdiri di lahan seluas 6 ekar (24.000 m2), kebun ini mengambil namanya dari konservatorium yang pernah berdiri di tempat itu sejak 1898 sampai 1934.[1] Kepala kebun taman ini menggunakan rumah kaca untuk memperkuat potongan kayu keras pada tanaman di taman ini. Setelah konservatorium diruntuhkan, kebun ini dibangun dan ditanami oleh pekerja WPA dan dibuka untuk umum pada 1937. Kebun ini dirancang oleh Gilmore D. Clarke, arsitek lanskap untuk Robert Moses, dan tata penanamannya dirancang oleh M. Betty Sprout.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Many specific facts in this article are drawn from Rosenzweig, Roy, and Elizabeth Blackmar. The Park and the People: A History of Central Park. Ithaca, NY: Cornell University Press, 1992, and from the Central Park Conservancy website.
  2. ↑ M. Betty Sprout, ASLA, (1906-1962), an accomplished landscape architect in her own right, was also Mrs Gilmore D. Clarke (National Register of Historic Places registration for Parkfairfax, Alexandria, Virginia), a Colonial Revival low-density housing development of 1941-43, by Leonard Schultze and Associates, architectects, with a site plan developed by Gilmore Clarke, with planting plans by M. Betty Sprout.

Pranala luar

Fitur
60px-Central_Park_New_York_City.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Acara
Jalan
Tokoh dan hewan

40°47′38″N 73°57′08″W / 40.7938°N 73.9523°W / 40.7938; -73.9523

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan