Minggu, 01 November 2026
22:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Coccinella septempunctata

Coccinella septempunctata

Bagikan:
Coccinella septempunctata
250px-7-Spotted-Ladybug-Coccinella-septempunctata-sq1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Coleoptera
Famili: Coccinellidae
Genus: Coccinella
Spesies:
C. septempunctata
Nama binomial
Coccinella septempunctata
Sinonim
  • Coccinella (Coccinella) septempunctata Linnaeus, 1758
  • Coccinella algerica Kovář, 1977
  • Coccinella brucki Mulsant, 1866
  • Coccinella divaricata Olivier, 1808
  • Coccinella confusa Wiedemann, 1823

Coccinella septempunctata, atau yang umum dikenal sebagai kumbang koksi tujuh titik, terkadang disingkat sebagai C-7,[1][2][3] adalah sebuah spesies kumbang karnivor yang berasal dari Eropa, sebagian besar Asia, dan Afrika Utara. Spesies ini hidup di berbagai wilayah dengan iklim sedang.[4][5] Kumbang ini telah diintroduksi ke beberapa wilayah lainnya, termasuk Amerika Utara sebagai agen pengendalian hama biologis untuk menanggulangi hama kutu daun. Spesies ini menjadi salah satu dari sekitar 5000 spesies kumbang koksi di seluruh dunia.[6] Bauer menyatakan bahwa kemampuan C. septempunctata dala beradaptasi untuk hidup di berbagai habitat menjadikannya sebagai "salah satu serangga pemakan kutu daun paling sukses".[7]

Elitra kumbang ini berwarna merah, dengan tiga titik hitam di setiap sayapnya. Sebuah titik hadir di tempat kedua sayapnya menyatu, sehingga memiliki tujuh titik hitam.[8] Makanan utamanya adalah kutu daun, yang mereka juga andalkan untuk perkembangan dan reproduksi. Ketika kutu daun sedang langka, kumbang ini akan bertahan hidup dari makanan lainnya, seperti serbuk sari, nektar, kutu kebul, dan penggorok daun, namun mereka tidak dapat kawin.[9] Hewan yang memangsa C. septempunctata mencakup burung, mamalia kecil, laba-laba, dan Coccinellidae lainnya.[8]

Referensi

  1. ↑ Beverley, Claire (5 Januari 2010). "Coccinella septempunctata (seven-spot ladybird)". CABI Compendium. doi:10.1079/cabicompendium.11733. Diarsipkan dari asli tanggal 26 November 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ladybugs or Ladybird Beetles". umd.edu. University of Maryland. Diakses tanggal 2 Januari 2026.
  3. ↑ Orr, David. "C-7 Ladybeetle". ncsu.edu. North Carolina State University. Diakses tanggal 2 Januari 2026.
  4. ↑ "Seven-spotted Lady Beetle: Vermont Atlas of Life". val.vtecostudies.org. Diakses tanggal 6 Desember 2022.
  5. ↑ "Seven-spotted ladybug | EBSCO Research Starters". www.ebsco.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Maret 2025.
  6. ↑ Pohle, Richard (18 Mei 2012). "The ladybirds are coming!". The Times. Diakses tanggal 22 Oktober 2025.
  7. ↑ Bauer, Tatia (24 Juli 2013). "Coccinella septempunctata". Animal Diversity Web. Diakses tanggal 1 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Bauer, Tatia (24 Juli 2013). "Coccinella septempunctata". Animal Diversity Web. Diakses tanggal 1 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Hodek, Ivo; Michaud, J.P. (2008). "Why is Coccinella septempunctata so successful? (A point-of-view)" (PDF). Europian Journal of Entomology. 105: 1–12. doi:10.14411/eje.2008.001. ISSN 1802-8829.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan