Minggu, 18 Oktober 2026
00:32 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Clidemia hirta

Clidemia hirta

spesies tumbuhan

Bagikan:
Clidemia hirta
250px-Starr_030729-0107_Clidemia_hirta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Melastomataceae
Genus: Miconia
Spesies:
M. crenata
Nama binomial
Miconia crenata
Sinonim[1]
  • Melastoma crenatum Vahl
  • Clidemia benthamiana Miq.
  • Clidemia cognata Steud. ex Naudin
  • Clidemia crenata DC.
  • Clidemia elegans (Aubl.) D.Don
  • Clidemia hirta (L.) D.Don
  • Clidemia hirta var. chrysantha Cogn.
  • Clidemia hirta var. tiliifolia (DC.) J.F.Macbr.
  • Clidemia pauciflora DC.
  • Clidemia tiliifolia DC.
  • Dancera hirta (L.) Raf.
  • Leandra fimbriata Raddi
  • Maieta hirta (L.) Baill.
  • Melastoma elegans Aubl.
  • Melastoma hirtum L.
  • Melastoma pauciflorum Desr.
  • Staphidium anceps Naudin
  • Staphidium benthamianum Naudin
  • Staphidium chrysanthum Naudin
  • Staphidium elegans (Aubl.) Naudin
  • Staphidium hostmannii Naudin
  • Staphidium pauciflorum Naudin
  • Staphidium pauciflorum var. calcaratum Naudin
  • Staphidium pauciflorum var. stellulatum Naudin
  • Staphidium tiliifolium (DC.) Naudin

Clidemia hirta atau biasa disebut sebagai harendong, senduduk bulu, adalah tumbuhan perdu menahun. Tumbuhan ini merupakan spesies invasif di banyak wilayah tropis di dunia dan dapat menyebabkan kerusakan serius.

Deskripsi

Clidemia hirta merupakan semak yang berumur panjang yang biasanya tumbuh setinggi 0,5–3 m, tetapi kadang-kadang tingginya mencapai 5 m. Di habitat yang lebih teduh ia tumbuh jauh lebih tinggi daripada di daerah terbuka, di mana biasanya tingginya kurang dari 1 m.

Batang yang lebih muda berbentuk bulat dan ditutupi rambut, kaku, berwarna coklat atau berwarna kemerahan. Daun-daun sederhana yang tersusun berlawanan ditopang pada tangkai. Bentuknya lonjong atau berbentuk telur dan lebar di pangkal, berujung runcing, dan hampir seluruh tepi daunnya bergigi halus. Permukaan daun bagian atas jarang ditutupi rambut. Sedangkan permukaan daun bagian bawah dan tepi daun lebih berambut. Daunnya juga memiliki penampilan yang agak keriput dan memiliki lima urat berbeda yang tersusun hampir paralel dari pangkal daun hingga ujungnya.

Bunganya tersusun dalam kelompok-kelompok kecil di ujung cabang. Setiap bunga memiliki tangkai yang sangat pendek dan memiliki lima kelopak berwarna putih, kadang-kadang berwarna merah muda pucat. Pangkal bunganya membengkak menjadi struktur berbentuk cangkir yang ditutupi campuran bulu kasar dan lengket. Bunganya juga memiliki lima sepal, tetapi berukuran kecil. Bunganya juga memiliki lima benang sari yang memiliki penampilan seperti cakar.

Buah tumbuhan ini berukuran kecil, bulat, dan berwarna biru tua, keunguan atau kehitaman. Masing-masing buah mengandung lebih dari 100 biji berwarna coklat muda. Buahnya juga tertutup oleh rambut kaku yang tersebar diseluruh permukaan buah, terutama saat masih muda.

Secara ekonomis, Clidemia hirta sudah banyak diintroduksi sebagai tanaman hias. Biasanya digunakan untuk keperluan dekoratif, seperti untuk menghiasi taman.[2]

Distribusi dan habitat

Tumbuhan ini mulanya berasal dari wilayah neotropis Amerika (Meksiko ke Paraguay serta Karibia).[3][4] Sekarang tumbuhan ini telah diperkenalkan secara luas di Asia Selatan dan Afrika Timur, dan juga terdapat di dua daerah terpencil di Australia.

Tumbuhan ini diperkenalkan ke Hawaii pada tahun 1940-an. Pada tahun 1978, tumbuhan ini telah menyebar ke lebih dari 360 kilometer persegi tanah di Oahu. Di Sri Lanka, tumbuhan ini cukup invasif di zona basah dan di pedalaman hutan. Biasanya tumbuhan ini tumbuh di sela-sela hutan, yang dapat mencegah spesies asli lainnya tumbuh.[5] Spesies ini tumbuh dengan sukses di iklim tropis yang lembap dan dapat menyerang habitat yang terganggu maupun yang tidak terganggu. Tumbuhan ini adalah gulma potensial dari padang rumput yang lebih basah, padang rumput terbuka, perkebunan, tepi jalan, hutan terbuka yang lebih basah, tepi sungai, tepi hutan, dan hutan hujan.[6]

Galeri

  • Tumbuhan Clidemia hirta
    Tumbuhan Clidemia hirta
  • Buah Clidemia hirta
    Buah Clidemia hirta
  • Buah yang sudah matang
    Buah yang sudah matang
  • Clidemia hirta
    Clidemia hirta
  • Daun, bunga, dan buah Clidemia hirta
    Daun, bunga, dan buah Clidemia hirta

Referensi

  1. 1 2 "Miconia crenata (Vahl) Michelang". Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. 2026. Diakses tanggal 29 Mei 2026.
  2. ↑ BioNET-eafrinet, keys and fact sheets. Clidemia Hirsta (Koster’s Curse). Web.
  3. ↑ "Clidemia hirta" (PDF). International Institute of Tropical Forestry. United States Department of Agriculture. Diakses tanggal 2009-02-18.
  4. ↑ "Clidemia hirta". Germplasm Resources Information Network (GRIN) online database. Diakses tanggal 18-02-2009.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  5. ↑ Lalith Gunasekera, Invasive Plants: A guide to the identification of the most invasive plants of Sri Lanka, Colombo 2009, hlm. 95–96.
  6. ↑ BioNET-eafrinet, keys and fact sheets. Clidemia Hirsta (Koster’s Curse). Web. https://keys.lucidcentral.org/keys/v3/eafrinet/weeds/key/weeds/Media/Html/Clidemia_hirta_(Kosters_Curse).htm.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan