Minggu, 04 Oktober 2026
21:33 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Ciu kunyit

Ciu kunyit

spesies burung

Bagikan:
Ciu kunyit
250px-Pteruthius_aenobarbus_Java.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. aenobarbus
Nama binomial
Pteruthius aenobarbus
(Temminck, 1835)
Artikel takson sembarang

Ciu kunyit (bahasa Latin:Pteruthius aenobarbus) adalah spesies burung dari famili Vireonidae, dari genus Pteruthius. Burung ini merupakan jenis burung pemakan ulat kupu, kecoa, serangga, buah keci yang memiliki habitat di tajuk, semak, hutan pegunungan, tersebar pada ketinggian 1.000-3.000 m dpl.

Ciri-ciri

Ciu kunyit memiliki tubuh berukuran sangat kecil (11 cm).

Burung jantan: Dahi, dagu, dan kerongkongan coklat berangan. Lingkar mata putih. Garis alis putih keabu-abuan. Tubuh bagian bawah kuning. Tubuh bagian atas hijau zaitun. Dua garis putih tebal pada penutup sayap atas yang hitam.

Burung betina: Tubuh bagian bawah keputihan. Warna coklat berangan hanya pada dahi. Iris hitam, paruh hitam, kaki abu-abu. Hidup pada tajuk pohon dan semak di hutan pegunungan. Kadang berbaur dengan kelompok jenis lain. Ribut hilir mudik, berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain.

Sarang berbentuk cawan dangkal, tersamar dengan lumut dan jaring laba-laba, pada cabang yang tinggi. Telur berwarna abu-abu, berbintik abu-abu dan ungu, jumlah 2 butir. Berbiak bulan Mei, Juni.

Penyebaran

  • Assam - Cina selatan, Asia tenggara (kecuali Semenanjung Malaya).
  • Jawa.

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan