Rabu, 28 Oktober 2026
14:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cingcoang coklat

Cingcoang coklat

spesies burung

Bagikan:
Cingcoang coklat
250px-Lesser_Shortwing_-_Gunung_Gede_-_West_Java%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
B. leucophrys
Nama binomial
Brachypteryx leucophrys
(Temminck, 1827)
Artikel takson sembarang

Cingcoang coklat (bahasa Latin:Brachypteryx leucophrys) adalah spesies burung dari famili Muscicapidae, dari genus Brachypteryx. Burung ini merupakan jenis burung pemakan siput, keong, tempayak, pupa kumbang, yang memiliki habitat di hutan perbukitan, pegunungan. tersebar pada ketinggian 900-1.900 m dpl.

Ciri-ciri

Cingcoang coklat memiliki tubuh berukuran sangat kecil (11–13 cm). Ekor pendek. Kaki panjang. Alis mata pucat samar-samar. Lingkar mata kuning tua. Paruh besar.

Dewasa: Tubuh bagian atas coklat merah. Tubuh bagian bawah keputihan. Sisi tubuh coklat kuning tua. Dada berbintik-bintik.

Betina: Tubuh bagian bawah lebih kuning tua.

Remaja: bercoret dan berbintik-bintik. Iris coklat muda, paruh hitam kecoklatan, kaki ungu kemerahjambuan. Pemalu, berdiam di semak bawah dan lantai hutan.

Sarang berbentuk kantong dari tangkai daun, akar halus, atau bahan lain, pada tebing tanah berlumut, pohon atau semak dekat tanah. Telur berwarna abu-abu hijau berkilau, jumlah 1-2 butir. Berbiak bulan Oktober-April.

Penyebaran

  • Himalaya, Cina selatan, Asia tenggara, Semenanjung Malaysia.
  • Sumatra, Jawa, Sunda Kecil.

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan