Senin, 28 September 2026
02:39 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Rebana (wilayah metropolitan)

Rebana (wilayah metropolitan)

wilayah metropolitan di Indonesia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Kawasan metropolitan in Jawa Barat, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Kawasan metropolitan in Jawa Barat, Indonesia
Kawasan Metropolitan
  • Cirebon Raya
  • Rebana
  • Cirebon Raya
  • Rebana
330px-Symbol_Keraton_Kasepuhan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Wisata_Belanja_Batik_Trusmi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Gunung_Ciremai_sfw2503.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Cadas_Pangeran_atas_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Curug_Mandala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Karangsong_beach_in_Indramayu%2C_West_Java.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Gedung_Perundingan_Linggarjati%2C_Kuningan001.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari atas, kiri ke kanan: Keraton Kasepuhan Cirebon, Wisata Belanja Batik Trusmi, Panorama Gunung Ceremai, Kawasan Cadas Pangeran Sumedang, Curug Mandala Subang, Pantai Karangsong, Bangunan tempat Perundingan Linggajati dilaksanakan.
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Barat
Daerah intiKota Cirebon
Daerah penyanggaKabupaten Cirebon
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Majalengka
Dasar hukumPeraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2021

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 14 Tahun 2023

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2023
Zona waktuUTC+7 (WIB)
Kode area telepon+62

Rebana (akronim dari Cirebon–Patimban–Kertajati), atau juga dikenal sebagai Kawasan Metropolitan Cirebon atau hanya disingkat Cirebon Raya[a] adalah sebuah wilayah metropolitan yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Wilayah metropolitan tersebut dirancang oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. merupakan kawasan pengembangan baru berbasis perkotaan inti di Kota Cirebon, di Kabupaten Subang sebagai akses pelabuhan utama dan Kecamatan Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai akses bandar udara, yang diakronimkan menjadi Rebana, serta seluruh daerah penyangganya seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kuningan.

Wilayah

Kawasan tersebut terdiri dari 6 Kabupaten dan 1 Kota, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon yang memiliki keterkaitan fungsional dan berbasis aglomerasi kegiatan ekonomi, aglomerasi aktivitas sosial masyarakat, aglomerasi lahan terbangun, dan aglomerasi penduduk minimal satu juta jiwa.[1]

Tujuan

Tujuan pengembangan kawasan metropolitan tersebut yaitu agar terwujudnya Kawasan Rebana sebagai motor pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Barat bagian timur-utara berbasis pada pengembangan investasi yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. Pengembangan Kawasan Rebana didorong agar tidak secara eksklusif dipisahkan dalam kluster yang berjarak. Satu area perkotaan atau industri harus mencakup tiga fungsi, yaitu hidup, bekerja, dan bermain (bahasa Inggris: [[[live, work and play']']] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan).)

Kawasan Metropolitan Rebana diresmikan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan, Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 84 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Pengembangan Kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati Tahun 2020-2030 yang saat ini telah diubah menjadi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 14 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Pengembangan Kawasan Rebana Tahun 2020-2030, Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 85 Tahun 2020 tentang Badan Pengelola Kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati yang saat ini telah diubah menjadi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2023 tentang Badan Pengelola Kawasan Rebana. Kawasan Rebana diproyeksikan di tahun 2030 dapat mendongkrak perekonomian hingga 7,16%, membuka peluang 4,39 juta lapangan pekerjaan, dan meningkatkan investasi melalui peningkatan pertumbuhan perekonomian sebesar 7,77%.

Secara strategis, Kawasan Metropolitan Rebana sudah terhubung dengan infrastruktur penunjang konektivitas kawasan yaitu jalan tol trans jawa, jalur kereta api ganda, terminal barang dan penumpang, serta infrastruktur penunjang lainnya seperti bendungan, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), kilang minyak di Balongan, dan tempat pembuangan sampah akhir (TPSA). Kawasan metropolitan ini juga dilengkapi dengan infrastruktur sebanyak 3 hub utama, yaitu Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, dan Pelabuhan Cirebon. Selain didukung dengan konektivitas kawasan, Rebana juga menaungi 81 proyek setara Proyek Strategis Nasional yang terdapat pada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Dan memiliki luas daerah lebih dari 43.000 ha dari 13 Zona Industri yang dibatasi di kawasan Rebana.

Badan Pengelola Kawasan Rebana

Saat ini Metropolitan Rebana dikelola oleh Badan Pengelola Kawasan Rebana yang merupakan mandat dari Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2023 tentang Badan Pengelola Kawasan Rebana. Dengan fungsinya yaitu Koordinasi, Fasilitasi, Pengendalian, Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi.

Pada tanggal 27 April 2023 Bernardus Djonoputro diangkat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana yang pertama. Pembentukan Badan Pengelola Kawasan Rebana dimaksudkan dapat mendorong percepatan implementasi Rencana Induk Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Rencana Aksi Pengembangan Kawasan Rebana melalui peningkatan pelayanan penanaman modal/investasi, serapan tenaga kerja, pembangunan infrastruktur pendukung kawasan, serta upaya percepatan pembangunan ekonomi lainnya di kawasan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Pada tanggal 8 September 2025, Helmy Yahya diangka oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana menggantikan Bernardus Djonoputro.[2]

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ Bagaskara, Bima (10 September 2025). "Helmy Yahya Jadi Kepala BP Rebana Gantikan Bernardus Djonoputro". detikjabar. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-10-28. Diakses tanggal 2025-09-11.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Catatan kaki

  1. ↑ juga dikenal dengan Ciayumajakuning

Lihat pula

Pranala luar

No Wilayah Ibu Kota Luas Wilayah (km2) Jumlah kecamatan Keterangan
1120px-Lambang_Kota_Cirebon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailKota Cirebon- 37,365Pusat
2120px-Coat_of_arms_of_Cirebon_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailKabupaten CirebonSumber 1.076,7640Mengelilingi Kota Cirebon, hanya Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan kota Cirebon
3120px-Seal_of_Kuningan_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailKabupaten KuninganKuningan 1.178,5832Terletak di sebelah selatan dan barat Kabupaten Cirebon, tidak berbatasan langsung dengan Kota Cirebon
4120px-Lambang_Kabupaten_Majalengka.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailKabupaten MajalengkaMajalengka 1.204,2426Terletak di sebelah barat Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan, tidak berbatasan langsung dengan Kota Cirebon
5120px-Seal_of_Indramayu_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailKabupaten IndramayuIndramayu 2.090,0031 Terletak di sebelah utara Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka, tidak berbatasan langsung dengan Kota Cirebon
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan