Kamis, 01 Oktober 2026
21:37 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Collatio lustralis

Bagikan:

Collatio lustralis adalah pajak yang dibebankan kepada "pedagang dalam artian terluas"[1] di Kekaisaran Romawi. Pajak ini diterapkan oleh Kaisar Konstantinus I, meskipun ada bukti bahwa pajak sejenis pernah dibebankan pada masa kekuasaan Kaisar Caligula. Pajak ini diterapkan baik untuk Kekaisaran Romawi Barat maupun Timur. Awalnya, emas dan perak dipungut sebagai pajak, tetapi semenjak abad ke-4 hanya emas yang dipungut. Seperti pajak-pajak Romawi lainnya, pajak ini tidak dipungut setiap tahun, tetapi (pada awalnya) setiap empat tahun.

Pajak ini berlaku untuk semua pedagang, peminjam uang, perajin, dan orang lain yang menerima uang dari jasanya, termasuk pelacur. Profesi yang tidak dikenakan pajak adalah dokter, guru, dan petani yang menjual hasil mereka sendiri.

Kaisar Anastasius I menghapus collatio lustralis di Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 498 sebagai bagian dari reformasi keuangannya. Sementara itu, di semenanjung Italia, yang saat itu sudah dikuasai oleh orang Ostrogoth, pajak masih dipungut hingga Belisarius menaklukan daerah tersebut.

Referensi

  1. ↑ Oxford Classical Dictionary, 2nd ed. 1970. hal. 263
  • The Ecclesiastical History of Evagrius Scholasticus. Liverpool University Press, 2001, hal. 184. ISBN 0-85323-605-4
  • G. E. M. De Ste Croix. The Class Struggle in the Ancient Greek World. Cornell University Press, 1989. ISBN 0-8014-9597-0


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan