Sabtu, 24 Oktober 2026
07:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Chromis punctipinnis

Chromis punctipinnis

Bagikan:
Chromis punctipinnis
250px-Chromis_punctipinnis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Famili: Pomacentridae
Genus: Chromis
Spesies:
C. punctipinnis
Nama binomial
Chromis punctipinnis
(J.G. Cooper, 1863)
Sinonim

Ayresia punctipinnis J.G. Cooper, 1863

Chromis punctipinnis adalah spesies ikan dalam famili damsel. Spesies ini berasal dari wilayah subtropis Samudra Pasifik bagian timur laut, dengan sebaran mulai dari Teluk Monterey, California, Amerika Serikat, hingga Baja California bagian tengah, Meksiko.[2] Ikan kecil ini berasosiasi dengan terumbu berbatu dan hutan kelp.[2]

Deskripsi

Chromis punctipinnis dapat mencapai panjang 25 sentimeter (10 inci).[2] Warnanya biru kehitaman dengan bintik-bintik hitam kecil ke arah ekor. Sisiknya besar. Ekornya bercabang. Individu muda memiliki dua warna, dengan bagian depan biru keabu-abuan dan bagian belakang cokelat jingga.

Referensi

  1. ↑ Collen, B.; Richman, N.; Beresford, A.; Chenery, A. & Ram, M. (Sampled Red List Index Coordinating Team). (2010). "Chromis punctipinnis". The IUCN Red List of Threatened Species. 2010: e.T154831A4645603. doi:10.2305/IUCN.UK.2010-4.RLTS.T154831A4645603.en.
  2. 1 2 3 Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2006). "Chromis punctipinnis" di situs FishBase. Versi February 2006.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan