Kamis, 15 Oktober 2026
21:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Christopher Abimanyu

Bagikan:

Christopher Abimanyu Sastrodiharjo atau lebih dikenal dengan nama Christopher Abimanyu (lahir di Bandung, Jawa Barat, tahun 1970; umur 56 tahun) adalah penyanyi tenor berkebangsaan Indonesia.[1][2] Namanya mulai dikenal sejak memenangi Festival Bintang Radio dan Televisi tingkat Jawa Barat dan nasional, tahun 1985. Ia mendapatkan ilmu teknik vokal dari Ir. Sudaryanto, Marijke ten Kate, dan Avip Priatna. Selain tampil di panggung pertunjukan berbagai kota, Christopher juga kerap diundang di sejumlah stasiun televisi antara lain RCTI, Indosiar, dan Trans TV.[3] Bahkan Christopher sering kali tampil dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia setiap tahunnya.[4]

Kehidupan pribadi

Untuk semakin mengasah kemampuannya dalam bernyanyi seriosa mirip Acil Bimbo, Christopher Abimanyu pergi ke Austria untuk menimba ilmu pada Prof. Richard Miller di Mozarteum, Salzburg. Setelah merasa cukup memiliki bekal, Christopher Abimanyu memberanikan dirinya untuk mengikuti Festival Bintang Radio dan Televisi tingkat Jawa Barat dan nasional pada tahun 1985.

Di ajang tersebut, Christopher Abimanyu berhasil meraih juara I untuk kategori penyanyi seriosa. Dua tahun kemudian, dia kembali menorehkan prestasi dengan menjadi jawara dalam Festival Bintang Radio dan Televisi tingkat Jawa Barat dan Nasional kategori seriosa. Setelah moment sukses menjuarai ajang bergengsi tersebut, Christopher Abimanyu kemudian mulai berduet bersama pianis Ine Lopulisa.[5]

Dengan duet ini, Christopher Abimanyu bersama Ine sering diminta tampil dalam berbagai pergelaran konser di sejumlah kota besar di Pulau Jawa, mulai dari kota kelahirannya, Bandung, Jakarta, hingga Surabaya. Mereka berdua banyak sekali mengadakan berbagai konser dengan berbagai tema yang bervariasi, mulai dari sacred song, broadway, musical sampai seriosa Indonesia.

Abimanyu telah menerbitkan album seriosa Indonesia berjudul Sebutir Mutiara bersama Ine Lopulisa. Selain bersama Ine, Christopher Abimanyu juga sering tampil bersama berbagai orkes-orkes dan paduan-paduan suara, serta sejumlah konduktor di Indonesia, salah satunya Addie MS, membawakan beragam repertoir mulai lagu-lagu Indonesia, opera, hingga broadway.[6]

Bersama Twilite pula, Abimanyu pernah menjadi solis pada Symphony No. 9 Beethoven disaksikan langsung oleh presiden Abdurrahman Wahid dan beberapa kali tampil di depan Megawati Sukarnoputri dalam acara-acara rutin Bimasena. Abimanyu bersama pianis Lendi Sudarno juga tampil dalam Art Song Series di mana salah satunya pernah menampilkan siklus Die Schone Mullerin karya F. Schubert secara lengkap.

Selain menjadi penyanyi andal, Christopher juga memiliki kemampuan memberikan terapi akupuntur. Ia mengaku pernah secara khusus mempelajari teknik pengobatan tradisional dari negeri tirai bambu tersebut. Dia pernah alergi sinusitis lalu berobat pada akupunturis dan berniat untuk mempelajarinya. Sejak itu dia mulai mendalami akupuntur dengan serius. Lalu Christoper mempelajarinya di Bandung sampai memiliki ijazah negara.

Lihat pula

Refeensi

  1. ↑ Indonesia, Tokoh (2011-05-04). "Christopher Abimanyu". TokohIndonesia.com - Tokoh.ID (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-02.
  2. ↑ https://journal.unesa.ac.id/index.php/Repertoar/article/view/13912. Diakses tanggal 2026-06-02.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ Kapan Lagi diakses 20 Februari 2015
  4. ↑ "Profil Christopher Abimanyu Sastrodihardjo". merdeka.com. {publish_date}. Diakses tanggal 2026-06-02.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ The Jakarta Symphony[pranala nonaktif permanen] diakses 20 Februari 2015
  6. ↑ Profile Merdeka diakses 20 Februari 2015
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan