Senin, 28 September 2026
01:49 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Krisipos (mitologi)

Krisipos (mitologi)

Krisipos
250px-Zeuxo_Chrysippos_BM_E65.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Zeuxo menuangkan anggur untuk Krisipos, digambarkan pada vas Yunani
KediamanElis
Keluarga
Orang tuaPelops dan Axioche
SaudaraAtreus, Thyestes, Pittheus dan masih banyak lagi

Dalam mitologi Yunani, Krisipos (/kraɪˈsɪpəs,krɪ-/; bahasa Yunani:Χρύσιππος) adalah pahlawan ilahi Elis di Peloponnesa (Yunani), kadang-kadang disebut sebagai Krisipos dari Pisa.[1]

Kepribadian

Ketika Chrysippus menghadiri kuliah Aristo, ia dikenal sebagai orang yang sederhana dan tidak berbelit dengan doktrin yang sulit dipahami (ruwet).[2] Ia pernah berkata, "Jika aku mengikuti ajaran yang begitu ruwet, lebih baik aku tidak belajar filsafat.[2] Chrysippus memang terkenal sangat percaya diri dengan kemampuannya, sehingga ketika ada seorang bapak bertanya padanya tentang anaknya harus belajar kepada siapa, Chrysippus menjawab, "Aku. Seandainya ada yang lebih baik dariku, aku akan datang padanya untuk berguru."[2] Artinya, seseorang dapat belajar kepada siapa saja yang memiliki ilmu lebih tinggi, dan saat itu, Chrysippus jelas lebih tinggi ilmunya dibanding si anak yang mau belajar itu.[2]

Tentang kedekatannya dengan Cleanthes sebagai guru, hal ini agak membingungkan.[2] Di satu sisi ia terkenal begitu mengecam Cleanthes, tapi juga dikatakan bahwa Cleanthes sering melindunginya dari para filsuf yang sok tau yang sering mencari Chrysippus dengan sikap yang tidak ramah padanya.[2] Hal ini menunjukkan bahwa Chryssipus tampaknya begitu diakui oleh gurunya, sehingga ia -walaupun tidak sepandangan- tetap dilindungi dan dihormati.[2]

Poisonius (seorang tokoh lain dari Mazhab Stoa) mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih ahli dalam bidang dialektika ketimbang Chryssipus.[2] Cicero (seorang negarawan Romawi) menjulukinya sebagai tokoh yang cerdas tajam, dan tidak ada filsuf yang lebih memuaskan daripada Chrysippus.[2]

Karya dan Pemikiran

Dari seluruh buku tentang Stoikisme, 90% ditulis oleh Chrysippus,[3] terdapat kurang lebih 705 buku.[2] Beberapa perhatian dan dedikasi tentang dunia astronomi menjadi dasar dari doktrin Stoa.[3][4] Buku-buku itu di antaranya adalah, On the Cosmos, On Nature, On the Void, On Motion.[3] Tanpa Chrysippus, barangkali Stoa juga tidak bertahan, atau bahkan tidak akan pernah dikenal orang.[4] Seluruh pemikiran Stoa agaknya tidak pernah mengabaikan teori yang ia tuliskan, baik itu pada diri Epictetus, Cicero, maupun tokoh-tokoh "Stoa Akhir" seperti Lucius Annaeus Seneca, dan Marcus Aurelius.[4]

Bagi Chrysippus, elemen pertama yang ada adalah api, lalu dia bermutasi menjadi air, tanah, udara, dan akhirnya kembali ke api.[3] Ini merupakan dasar semua proses elemen-eleman lainnya.[3]

Referensi

  1. ↑ Stephen Fry in Mythos (2019) ISBN978-1452178912
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
  3. 1 2 3 4 5
  4. 1 2 3
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan