Sabtu, 07 November 2026
05:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Pelops

Pelops

Bagikan:
Infobox orangPelops
330px-Pelops_and_Hippodamia_racing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
King of Achaea (en) Terjemahkan
Suntingan nilai di Wikidata
Celebration (en) Terjemahkanmitologi Yunani Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahHippodamia (en) Terjemahkan
Danais (en) Terjemahkan
Axioche (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AnakGagal menghubungkan data.
Orang tuaTantalos Suntingan nilai di Wikidata, Klytia (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraNiobe Suntingan nilai di Wikidata

Dalam mitologi Yunani, Pelops, adalah raja Pisa di Peloponnesus dan dipuja di Olimpia, tempat cara pemujaannya menjadi cikal bakal dari pertandingan Olimpiade. Pelops adalah anak dari Tantalos dan Dione dan mendapatkan takhta dari raja Oinomaus, setelah memperistri anak Oenomaus bernama Hippodameia dan dikaruniai dengan banyak anak.

Dalam mitologi

250px-Pelops.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelops

Tantalos, ayah Pelops, adalah raja Gunung Sipilus di Anatolia. Tantalos ingin memberi persembahan kepada dewa Olimpus, Tantalos memotong Pelops dan merebus dagingnya utnuk kemudian disajikan kepada dewa-dewa. Demeter, yang saat itu sedang sedih karena anaknya Persefone diculik oleh Hades, tanpa berpikir, memakan bagian dari daging bahu kiri Pelops. Dewa-dewa yang lain yang menyadari hal ini memutuskan tidak jadi memakan persembahan tersebut. Pelops kemudian dibentuk lagi dari potongan-potongan yang ada, sedangkan bagian bahu kirinya yang telah termakan, diganti dengan lengan dari gading yang dibuat oleh Hefaistos.

Setelah pembangkitan Pelops, Poseidon membawanya ke Gunung Olimpus dan menjadikannya sebagai murid serta mengajarinya mengendarai kareta dewa. Dikemudian hari, Zeus mengusir Pelops dari Olimpus, karena dia marah dengan Tantalos yang mencuri makanan dewa dan mengungkap rahasia dari para dewa.

Setelah dewasa Pelops ingin mengawini Hippodameia. Raja Oenomaus, ayahnya, sangat takut dengan ramalan yang mengatakan bahwa dia akan mati ditangan anak menantunya. Oenomaus, telah membunuh tiga belas orang yang melamar Hippodameia, setelah mengalahkan mereka dalam balap kereta. Pelops datang melamar Hippodameia dan bersiap bertanding dengan Oenomaus. Khawatir akan kalah, Pelops pergi ke pantai dan menemui Poseidon untuk meminjam keretanya. Poseidon mengabulkan permintaan Pelops dan memberinya kereta yang ditarik oleh kuda bersayap. Walaupun begitu, Pelops masih belum yakin akan kemenangannya, akhirnya Hippodameia menemui Mirtilus,anak dari Hermes, sang kusir kereta Oenomaus untuk membantu Pelops agar menang. Pelops dan Hippodameia menjanjikannya separuh dari kerajaan Oenomaus dan 'malam pertama' dengan Hippodameia. Malam sebelum perlombaan, saat Mirtilus sedang menyiapkan kereta Oenomaus, dia mengganti as penghubung roda dari perunggu dengan barang yang palsu terbuat dari lilin dari sarang lebah. Saat perlombaan dimulai, dan berlangsung sangat lama, Oenomaus akhirnya berhasil mendekati kereta Pelops dan bersiap membunuhnya, akan tetapi roda roda keretanya terlepas dan keretanya hancur. Mirtilus selamat, tetapi Oenomaus terseret oleh kudanya sampai mati. Pelops kemudian membunuh Mirtilus (dengan melemparkannya dari jurang dipinggir laut) setelah Mirtilus mencoba untuk memperkosa Hippodameia.

Saat Mirtilus akan mati, dia mengutuk Pelops karena pengkhianatannya ini. Kutukan ini menghancurkan keluarga Pelops (dua dari anak laki-lakinya, Atrios dan Thiestes membunuh anak ketiganya, Khrisippos, yang paling dia sayangi dan direncanakan mewarisi takhta kerajaan. Atrios dan Thiestes kemudian dia bunuh bersama Hippodameia, (ibu mereka yang kemudian gantung diri) dan menghantui semua keturunan Pelops.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan