Selasa, 27 Oktober 2026
11:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Seung-Hui Cho

Pembunuh massal asal Korea Selatan; pelaku pembantaian Virginia Tech

Bagikan:
Seung-Hui Cho
Lahir(1984-01-18)18 Januari 1984
Meninggal16 April 2007(2007-04-16) (umur 23)
Penyebab kematian
Bunuh diri
PekerjaanMurid (Senior kuliah)
Rincian
Tanggal16 April 2007
Pukul 7:15 pagi, pukul 9:40 – 9:51 pagi
LokasiVirginia Tech
TargetMurid-murid and guru-guru di Virginia Tech
Tewas33 (termasuk diri sendiri)
Terluka17
Senjata
Seung-Hui Cho
Hangeul조승희
Hanja趙承熙
Alih Aksara yang DisempurnakanJo Seung-hui
McCune–ReischauerCho Sŭng-hŭi

Seung-hui Cho (Korea: 조승희, Cho Seung Hui) (18 Januari 1984 – 16 April 2007) adalah warga negara Korea Selatan yang menjadi tersangka pembunuhan dalam peristiwa Pembantaian Virginia Tech[1][2][3] pada tanggal 16 April 2007. Setelah itu ia bunuh diri, sebab jasadnya ditemukan di antara jenazah para korban.

Ia berimigrasi ke AS pada umur 8 tahun bersama dengan keluarganya dan tinggal dengan status residen tetap (kartu hijau).

Riwayat hidup

Cho Seung-Hui lahir di Korea Selatan. Keluarganya tinggal di Seoul, di sebuah apartemen kontrakan. Pemilik rumah Lim Bong-Ae menyatakan bahwa ia tidak tahu ayah Cho Seung-Hui dulu bekerja sebagai apa. Yang ia ketahui ialah bahwa mereka merupakan keluarga miskin. Oleh karena itu mereka merantau ke Amerika Serikat untuk mengadu nasib. Latar belakang kemiskinan ini kelak akan menjadi salah satu alasannya melakukan pembantaian di Virginia Tech tersebut.

Cho Seung-Hui berhijrah ke Amerika Serikat pada usia 8 tahun bersama kakak perempuan dan kedua orangtuanya. Ia tetap berwarga negara Korea Selatan.

Kakak perempuannya, Cho Sun-Kyung, berkuliah di Universitas Princeton dan menjadi seorang pengacara sukses.

Kemungkinan motif pembantaian di Virginia Tech

ChoSh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gambar Cho Seung-Hui yang ia kirimkan ke NBC News

Hingga 17 April 2007, motif Cho untuk melakukan pembunuhan ini tetap tidak jelas.

Ketika polisi menyelidiki kamar Cho, mereka menemukan sebuah catatan yang melukiskan betapa hidupnya sangat menderita dan rencananya untuk bunuh diri. Dalam sebuah catatan yang ditinggalkannya di pintu kamar asramanya, ia menguraikan daftar keluhannya; di situ ia mengecam "anak-anak kaya", "pembual" yang "jahat" dan "penipu" di kampus itu. Kalimat lainnya dalam catatan itu berbunyi "kalian yang membuat aku melakukan semua ini".[4] Kata-kata "Ismail Ax" ditemukan tertulis di lengannya dengan tinta merah.[5] Teman sekamarnya menceritakan kepada wartawan bahwa Cho kelihatan normal wajahnya dua jam sebelum penembakan liar itu.

Lucinda Roy, mantan dosen penulisan kreatif Cho, dan mantan ketua departemen bahasa Inggris, mengatakan bahwa ia merasa terganggu oleh kelakuan dan tulisan mahasiswa itu hingga ia memperingatkan polisi kampus dan para pejabat lainnya tentang Cho, tetapi mereka mengatakan tidak dapat berbuat banyak karena ia tidak menimbulkan ancaman langsung dan mereka tidak dapat melanggar hak kebebasan berbicaranya.[6] Roy mengatakan kepada ABC News bahwa Cho tampaknya "luar biasa kesepian - orang yang paling kesepian yang pernah saya jumpai dalam hidup saya." Ia mengatakan bahwa Cho selalu mengenakan kacamata hitam dan sebuah topi di dalam ruangan, berbicara seperti berbisik dan mengambil foto-fotonya dengan telepon genggam. Karena sangat prihatin, ia mengatur untuk membantu Cho secara pribadi, dan memintanya pergi mengikuti konseling, tetapi tampaknya Cho tidak pernah pergi.[7]

Situs The Smoking Gun telah memperoleh sebuah salinan drama karya Cho yang berjudul "Richard McBeef." Drama singkat ini menyebutkan topik-topik yang sangat grafik seperti misalnya pedofilia, kekerasan dengan gergaji listrik, dan berakhir dengan si tokoh memberikan "pukulan yang mematikan" kepada anak tirinya yang berusia 13 tahun.[8] Cho juga menulis drama kedua, yang berjudul "Mr. Brownstone"; drama ini diberinya nama sesuai dengan judul lagu karya Guns N' Roses, dan memuat kata-kata yang disalinnya langsung dari lagu itu.[9]

Seorang profesor yang tak disebutkan namanya, yang mengajar Cho mencirikan karyanya sebagai "sangat kekanak-kanakan" dan "konyol", dengan upaya melakukan "komedi kasar" dan "unsur-unsur kekerasan."[10]

Dalam sebuah paket yang dikirim Cho ke stasiun televisi swasta NBC, di New York, ia menceritakan pemikirannya dalam suatu dokumen yang berisikan 1800 kata.[11][12][13]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ "VT front page". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-04-17. Diakses tanggal 2007-04-17.
  2. ↑ John M. Broder. "Virginia Gunman Identified as a Student". New York Times. Diakses tanggal 17 April 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Gunman Identified as Massacre at Virginia Tech Enters Second Day". ABC News. Diakses tanggal 17 April 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Baron, Mike "Virginia Tech Shooting: Cho Seung-Hui Suicide Note Found" Diarsipkan 2007-05-19 di Wayback Machine Post Chronicle, retrieved on.
  5. ↑ Sources: College gunman left note", Chicago Tribune, 17 April 2007
  6. ↑ "Kaine Seeks Independent Review of Officials Response". Washington Post. 17 April 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Killer's Note: 'You Caused Me to Do This'", ABC News, 17 April 2007
  8. ↑ Virginia Killer's Violent Writings: Play told of pedophilic stepfather, murder of 13-year-old boy, The Smoking Gun, diakses 17 April 2007.
  9. ↑ Cho Seung-Hui's Plays Diarsipkan 2007-04-18 di Wayback Machine, AOL News, accessed 17 April 2007.
  10. ↑ Pat Wingert, Lynn Waddell and Arian Campo-Flores. "He Was Just Off", Newsweek, 17 April 2007. Diakses terakhir 17 April 2007.
  11. ↑ (Inggris) "Gunman sent package to NBC News". NBC. 10:02 p.m. ET April 18, 2007
  12. ↑ (Jerman) "Ihr habt entschieden, mein Blut zu vergießen", N24, 19. April 2007
  13. ↑ (Indonesia) "Cho Mengirim Paket ke NBC Sebelum Membantai", Liputan 6, 19/04/2007 10:16[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan