Senin, 09 November 2026
02:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Cheti Chand

Cheti Chand

Bagikan:
Cheti Chand
250px-Jhulelal_Temple.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lain Chetri Chandra, Chetichand, Tahun Baru Sindhi
Jenis Perayaan keagamaan dan kebudayaan
Diperingati oleh Komunitas Hindu Sindhi
Makna Awal tahun baru Sindhi dan peringatan kelahiran Jhulelal menurut kepercayaan komunitas
Kalender Kalender Hindu, bulan Chet/Chaitra
Waktu Maret atau April; tanggal berubah setiap tahun
Wilayah Sindh, Pakistan, India, dan komunitas diaspora Sindhi
Kegiatan Doa, prosesi, pertemuan komunitas, musik, tari, dan jamuan
Persembahan Baharana Sahib atau Behrano Sahib

Cheti Chand (Sindhi: چيٽي چنڊ), juga ditulis Chetichand atau Chetri Chandra, adalah perayaan tahun baru bagi banyak komunitas Hindu Sindhi. Perayaan ini berlangsung pada awal bulan Chet dalam kalender lunisolar Hindu, yang bertepatan dengan bulan Chaitra, biasanya pada Maret atau April. Bagi umat Hindu Sindhi, hari tersebut juga diperingati sebagai hari kelahiran Jhulelal, tokoh pelindung yang dihormati dalam tradisi keagamaan Sindhi.[1][2]

Cheti Chand dirayakan terutama oleh masyarakat Hindu Sindhi di India dan oleh komunitas diaspora di berbagai negara. Perayaannya mencakup kegiatan keagamaan serta pertemuan sosial, seperti doa, prosesi, pawai, pertunjukan musik dan tari, pembagian makanan, dan pasar rakyat. Dalam perkembangannya, perayaan ini juga menjadi salah satu kesempatan penting bagi masyarakat diaspora untuk berkumpul dan menegaskan identitas Sindhi mereka.[1][2]

Nama dan penanggalan

Nama Cheti Chand berhubungan dengan bulan Chet dalam penanggalan Sindhi. Bulan tersebut bersesuaian dengan Chaitra dalam kalender Hindu. Karena penanggalannya mengikuti siklus kalender lunar atau lunisolar, tanggal Cheti Chand dalam kalender Gregorian tidak tetap dan umumnya jatuh pada Maret atau April. Sindhi Academy di Delhi menyebut perayaan ini sebagai penanda dimulainya tahun baru Sindhi dan memperingati kelahiran Jhulelal.[2][1]

Cheti Chand sering disebut sebagai tahun baru masyarakat Sindhi, tetapi perayaan ini secara khusus penting bagi komunitas Hindu Sindhi. Istilah tersebut tidak berarti bahwa seluruh masyarakat Sindhi, yang memiliki latar agama beragam, merayakannya dengan cara yang sama.[1]

Hubungan dengan Jhulelal

250px-Behrana_Saheb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persembahan Behrana Sahib dalam perayaan Cheti Chand di Nadiad, Gujarat, pada 2015.

Dalam tradisi Hindu Sindhi, Cheti Chand dikaitkan dengan kelahiran Jhulelal, yang juga dikenal sebagai Uderolal. Ia dihormati sebagai tokoh pelindung masyarakat Sindhi dan dalam keyakinan komunitas dipandang sebagai perwujudan atau penjelmaan Varuna, dewa yang berhubungan dengan air. Keterangan Sindhi Academy di Delhi menjelaskan bahwa peringatan kelahirannya menjadi salah satu makna utama Cheti Chand.[2]

Kisah-kisah tentang Jhulelal memiliki beberapa versi dan menjadi bagian dari tradisi keagamaan serta ingatan budaya masyarakat Sindhi. Mark-Anthony Falzon mencatat bahwa pemujaan terhadap Jhulelal berkembang sebagai salah satu unsur yang menghubungkan komunitas Sindhi, terutama setelah perpindahan penduduk akibat Pemisahan India pada 1947. Cheti Chand kemudian menjadi kesempatan untuk menampilkan identitas bersama melalui perayaan keagamaan dan kegiatan sosial.[1]

Sejarah perayaan

Perayaan Cheti Chand telah dikenal di Sindh sebelum Pemisahan India. Falzon mencatat bahwa pada masa sebelum 1947, pameran atau mela tahunan diselenggarakan di Uderolal dan Zindapir. Pada masa itu, perayaan Cheti Chand dan pemujaan Jhulelal lebih erat terkait dengan kelompok keagamaan Daryapanthi. Dalam perkembangan berikutnya, perayaan ini meluas dan menjadi salah satu hari raya komunitas Sindhi yang penting, terutama di India.[1]

Setelah Pemisahan India, banyak orang Hindu Sindhi meninggalkan Sindh dan menetap di berbagai kota di India maupun negara lain. Dalam masyarakat yang tersebar, perayaan Cheti Chand menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan antarkeluarga dan komunitas. Falzon menggambarkan bagaimana kegiatan di Bombay dan Lucknow mencakup pawai keagamaan, pertunjukan, pembagian prasad, makanan Sindhi, serta prosesi yang berkaitan dengan Jhulelal.[1]

Tradisi dan pelaksanaan

Salah satu unsur penting dalam perayaan ini adalah Baharana Sahib atau Behrano Sahib. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut perlengkapan persembahan yang dibawa dalam prosesi sebagai bagian dari penghormatan kepada Jhulelal. Dalam sejumlah komunitas, prosesi diarahkan ke sungai, danau, atau tepi laut. Air memiliki makna penting dalam tradisi keagamaan Sindhi dan berkaitan dengan penghormatan kepada Varuna serta lingkungan Sungai Indus. Falzon mencatat prosesi Baharana Sahib yang dilakukan menuju perairan di Bombay dan Malta, serta pelaksanaannya dalam perayaan di Lucknow.[1]

Perayaan juga dapat dimulai atau disertai doa di kuil dan pusat komunitas. Peserta mengenakan pakaian terbaik, mengikuti prosesi atau pawai, menyanyikan pujian, dan berkumpul bersama keluarga serta anggota komunitas. Keterangan Sindhi Academy di Delhi menyebut Cheti Chand sebagai salah satu acara utama yang didukung melalui kegiatan sosial dan kebudayaan bagi masyarakat Sindhi.[2][3]

Di beberapa tempat, perayaan diisi dengan mela atau pasar rakyat, pertunjukan musik dan tari, pawai yang menampilkan kisah Jhulelal, pembagian makanan, dan pertemuan keluarga. Bentuk acara dapat berbeda menurut kota, organisasi penyelenggara, dan kebiasaan komunitas setempat. Tidak semua komunitas menjalankan seluruh rangkaian kegiatan yang sama.[1][2]

Persebaran dan arti penting

Cheti Chand diperingati di berbagai wilayah India yang memiliki komunitas Hindu Sindhi, termasuk Bombay (Mumbai), Ulhasnagar, dan Lucknow. Perayaan ini juga berlangsung di kalangan diaspora Sindhi di sejumlah negara. Falzon mencatat kegiatan Cheti Chand di London dan Malta, selain perayaan besar di kota-kota India. Perkumpulan masyarakat dan lembaga kebudayaan Sindhi turut menyelenggarakan acara untuk mempertahankan tradisi tersebut.[1]

Bagi banyak keluarga Hindu Sindhi, Cheti Chand menjadi momen untuk memulai tahun baru, berdoa, mengingat Jhulelal, dan berkumpul dengan kerabat. Di luar makna keagamaannya, perayaan ini berperan dalam mempertahankan bahasa, kesenian, makanan, dan rasa kebersamaan masyarakat Sindhi yang tinggal jauh dari wilayah asal mereka.[1][2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Falzon, Mark-Anthony (2004). Cosmopolitan Connections: The Sindhi Diaspora, 1860–2000 (PDF). Brill. hlm. 59–63. Diakses tanggal 4 November 2026.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Citizen Charter: Sindhi Academy, Delhi" (PDF). Government of the National Capital Territory of Delhi. Diakses tanggal 4 November 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Thakkar, Harish Gopalji (2018). "Lord Jhulelal: An Analytical Study — Lord Jhulelal's Rituals: Sindhi Community". Diakses tanggal 4 November 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan