Jumat, 16 Oktober 2026
05:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Cheonghaejin

Cheonghaejin

Bagikan:
Cheonghaejin
250px-Chunghaejin_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama Korea
Hangul
청해진
Hanja
Alih AksaraCheonghaejin
McCune–ReischauerCh'ŏnghaejin

Cheonghaejin (secara harfiah "Markas Besar Laut Biru") merupakan markas besar utama militer dan hub perdagangan di lokasi yang sekarang adalah pulau Wando, provinsi Jeolla Selatan Korea Selatan didirikan oleh Jenderal Jang Bogo pada tahun 828 pada masa kerajaan Silla.[1] Perdagangan terutama dilakukan dengan Dinasti Tang Cina dan Jepang, dan dipergunakan sebagai hub militer untuk memerangi berbagai faksi bajak laut.[2][3]

Sejarah

Cheonghaejin aslinya didirikan sebagai kompleks militer oleh Jenderal Jang Bogo pada tahun 828, tahun ke-3dimasa pemerintahan Raja Heungdeok. Jang memohon kepada Heungdeok untuk mendirikan sebuah kompleks militer di Cheonghaejin untuk melindungi pedagang armada dan penduduk di pesisir Silla dari bajak laut. Ia diizinkan dan diberikan 10,000 orang pasukan. Ia mendirikan sebuah kastil kecil dan sebuah basis militer di Garipo.

Zaman Modern

Cheonghaejin sekarang berlokasi di Kabupaten Wando, Jeollanam-do, dan merupakan lokasi turis utama di wilayah tersebut. Terdapat sebuah prasasti untuk menghormati penempatan kembali para penduduk Cheongjaejin ke Byeokgolgun dan berbagai peninggalan di dalam kompleks. Peninggalan dan berbagai produksi perdagangan dan piring-piring telah ditemukan di Cheongjaejin, yang merupakan sebuah kontribusi yang sangat besar untuk memahami kehidupan rakyat Silla.

  • Panoramic view of Cheonghaejin.
    Panoramic view of Cheonghaejin.
  • View seen from the ramp of Cheonghaejin. From left to right, "Oeseongmun Gate", "Naeseongmun Gate", and a shrine are shown.
    View seen from the ramp of Cheonghaejin. From left to right, "Oeseongmun Gate", "Naeseongmun Gate", and a shrine are shown.
  • A large well in front of Oeseongmun. Its vicinity is surrounded by earthen walls.
    A large well in front of Oeseongmun. Its vicinity is surrounded by earthen walls.
  • View of Oeseongmun overlooked from Naeseongmun
    View of Oeseongmun overlooked from Naeseongmun
  • Part of the wall
    Part of the wall
  • Part of the wall cut off to show the state of hardening and heaping of earth (panchuk in Korean).
    Part of the wall cut off to show the state of hardening and heaping of earth (panchuk in Korean).
  • Chi, a distinctive Korean wall style. Two chi have been preserved in Cheonghaejin.
    Chi, a distinctive Korean wall style. Two chi have been preserved in Cheonghaejin.

Referensi

  1. ↑ by the translators of Il-yeon's: Samguk Yusa: Legends and History of the Three Kingdoms of Ancient Korea, translated by Tae-Hung Ha and Grafton K. Mintz. Book Two, page 102. Silk Pagoda (2006). ISBN 1-59654-348-5
  2. ↑ "청해진 淸海鎭" [Cheonghaejin] (dalam bahasa Korean). Nate / Encyclopedia of Korean Culture. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-10. Diakses tanggal 2010-01-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ "청해진 淸海鎭" [Cheonghaejin] (dalam bahasa Korean). Nate / Britannica. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-10. Diakses tanggal 2010-01-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan