Jumat, 16 Oktober 2026
11:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Chen Youliang

Bagikan:

Chen Youliang (Hanzi: 陈友谅, 1320-1363) adalah seorang pemimpin pemberontak anti-Yuan yang terkenal pada tahun-tahun terakhir Dinasti Yuan.

Chen lahir di Mianyang, Provinsi Hubei dari keluarga nelayan. Mulanya ia bermarga Xie, tetapi belakangan ia mengganti marganya menjadi Chen. Pada masa muda ia pernah bekerja sebagai pejabat distrik. Ketika meletus Pemberontakan Serban Merah melawan bangsa Mongol, ia bergabung dengan pasukan pemberontak itu di bawah komando Ni Wenjun. Pada bulan September 1357, ia membunuh Ni karena Ni bermaksud membunuh pemimpin mereka Xu Shouhui. Setelah peristiwa itu kariernya semakin menanjak, bersama pasukannya ia berhasil menaklukkan Jiangxi, Anhui, dan Fujian. Setelah itu ia menjadikan Jiangzhou (sekarang Jiujiang, provinsi Jiangxi) sebagai basis kekuatannya. Setelah angkatan perangnya merebut Taiping (sekarang Datu, provinsi Anhui) dan Caishi (sekarang kota Ma’anshan di wilayah timur Sungai Yangtze), Chen membunuh Xu Shouhui di Caishi. Kemudian ia mengangkat dirinya sebagai kaisar Dayi dan menamakan kerajaannya Dinasti Han.

Kini pasukannya selain harus menghadapi pasukan Yuan, juga harus menghadapi pasukan anti-Yuan lainnya yang menjadi rivalnya, terutama pasukan yang dipimpin oleh Zhu Yuanzhang. Pada masa itu pasukan Chen unggul dalam angkatan lautnya, ia memiliki kapal-kapal perang yang hebat dan jenderal-jenderal yang piawai dalam pertempuran di air, tetapi sifatnya yang tidak bisa dipercaya menimbulkan rasa tidak senang di antara para bawahannya sehingga kekuatannya mulai merosot. Pada tahun 1360, pasukannya mengalami kekalahan besar dari Zhu Yuanzhang dalam sebuah pertempuran di Nanjing. Dalam pertempuran ini Chen kehilangan banyak sekali prajurit dan kapal perangnya sehingga ia terpaksa melarikan diri ke markas besarnya di Jiangzhou. Tahun berikutnya Zhu menyerang dan menduduki Jiangzhou sehingga Chen harus melarikan diri lagi, kali ini ke Wuchang.

Sejak itu Chen makin terpuruk, rakyat semakin tidak mendukungnya dan bawahannya banyak yang membelot. Pada tahun 1363, ia kembali berhadapan dengan Zhu Yuanzhang dalam sebuah pertempuran yang paling menentukan yaitu Pertempuran Danau Poyang di dekat Nanchang. Zhu menyerang pasukannya dengan api sehingga menghancurkan hampir seluruh pasukannya. Ketika Chen keluar dari kabinnya untuk melihat keadaan, sebuah anak panah meluncur tepat mengenai kepalanya sehingga membuatnya tewas seketika. Setelah kematiannya, saudaranya, Chen Dingbian, mengangkat putranya, Chen Li sebagai penerusnya, tetapi tahun berikutnya Chen Li menyerah pada Zhu Yuanzhang.

Chen Youliang dalam budaya populer

Dalam novel silat karya Jin Yong yang berjudul Heaven Sword and Dragon Sabre (倚天屠龙记, di Indonesia lebih dikenal dengan judul Golok Pembunuh Naga), Chen Youliang muncul sebagai tokoh antagonis, seorang pengkhianat dari partai pengemis yang suka menghasut.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan