Minggu, 04 Oktober 2026
17:25 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Charles Stevenson

Charles Stevenson

Bagikan:
250px-Cincinnati-scripps-center.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Scripps Center di kota Cincinnati, di kota ini Charles Stevenson lahir.

Charles Stevenson adalah seorang filsuf analitis di Amerika.[1] Charles Stevenson terkenal dengan pemikirannya tentang etika dan astetik.[1] Dia juga bekerja di bidang-bidang tersebut.[1] Dia juga merupakan dosen di Universitas Yale pada tahun 1939 hingga tahun 1946.[1] Charles Stevenson tidak bertahan lama menjadi dosen karena jabatannya ditolak.[1] Penolakan terjadi karena Charles Stevenson mempertahankan pemahamannya mengenai emotivisme.[1] Setelah itu, Dia pun menjadi dosen di Universitas Michighan sejak tahun 1946 sampai tahun 1977.[1] Pemahamannya tentang emotivisme sangat menghebohkan waktu itu.[1] Dia mempertahankan pemahaman ini melalui paper tulisannya "The Emotive Meaning of Ethical Terms" pada tahun 1937 dan "Persuasive Definitions" pada tahun 1938, dan bukunya yang berjudul "Ethics and Language" diterbitkan pada tahun 1944.[1]

Dia lahir pada 27 Juni 1908 di kota Cincinnati, Ohio.[2] Dia meninggal dunia pada 14 Maret 1979 di kota Bennington, Vermont.[2] Semasa hidupnya, dia pernah belajar di Inggris.[2] Di sana, dia berteman dengan Wittgenstein dan G. E. Moore.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Cheryl Misak.2007.The Oxford Handbook of American Philosophy.Oxford.Oxford University Press.
  2. 1 2 3 4 Hudson.Modern Moral Philosophy. 130–31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan