Sabtu, 31 Oktober 2026
06:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Karolus Lwanga

Karolus Lwanga

Bagikan:
250px-Karoli_Lwanga_and_his_followers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
St. Charles Lwanga dan para pengikutnya

Charles Lwanga (01 Januari 1860 – 03 Juni 1886) adalah orang Uganda yang berpindah agama ke Katolik Roma dan diangkat sebagai santo oleh Gereja Katolik dan Persekutuan Anglikan.[1] Lwanga lahir di Kerajaan Buganda dan mengabdi untuk Raja Mwanga II dari Buganda.[2] Sebagai bagian dari upaya menentang kolonisasi asing, raja memerintahkan para pemeluk baru agama Kristen di Uganda untuk keluar dari agama itu. Pada periode 1885–1887, banyak pemeluk Katolik dan Anglikan yang dieksekusi karena menentang perintah itu.[3] Lwanga dan para martir Uganda lain yang mati bersamanya dikanonisasi pada 18 Oktober 1964 oleh Paus Paulus VI.[4]

250px-Relic_Saint_Charles_Lwanga_.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vifaa vya shaba na kipande cha mfupa cha Mtakatifu Charles Lwanga (katika umiliki wa kibinafsi)

Catatan kaki

  1. ↑ UMS0, 2000
  2. ↑ DACB, 2003
  3. ↑ Evans, 2015
  4. ↑ SAHO

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan