Kamis, 15 Oktober 2026
05:26 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Charles James Fox

Charles James Fox

Bagikan:
250px-Charles_James_Fox_by_Karl_Anton_Hickel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Charles James Fox

Charles James Fox (24 Januari 1749 – 13 September 1806) adalah negarawan dan politikus Inggris dari Partai Whig yang berpengaruh pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Ia dikenal sebagai orator parlemen, pembela kebebasan sipil, pendukung kemerdekaan Amerika, serta penentang perdagangan budak. Dalam karier politiknya, Fox menjadi salah satu rival utama William Pitt the Younger dan beberapa kali menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris.[1]

Kehidupan awal

Fox lahir di London pada 24 Januari 1749. Ia merupakan putra ketiga Henry Fox, Baron Holland pertama, seorang politikus terkemuka, dan Lady Caroline Lennox. Ia menempuh pendidikan di Eton College sebelum melanjutkan studi di Hertford College, Universitas Oxford. Lingkungan keluarganya yang memiliki hubungan erat dengan kalangan politik turut memengaruhi keterlibatannya dalam kehidupan publik sejak usia muda. Pada 1768, Fox terpilih sebagai anggota Dewan Rakyat untuk daerah pemilihan Midhurst. Ia kemudian menduduki sejumlah jabatan pemerintahan, termasuk sebagai pejabat di Angkatan Laut dan Departemen Keuangan. Namun, perbedaan pandangannya dengan pemerintah mengenai kebijakan politik kerajaan secara bertahap membawanya menjadi tokoh oposisi.[2]

Karier politik

Fox menentang kebijakan pemerintah Inggris dalam menghadapi koloni-koloni Amerika selama Perang Kemerdekaan Amerika. Ia mengkritik penggunaan kekuatan militer untuk mempertahankan kekuasaan Inggris atas koloni tersebut dan mendukung penyelesaian politik. Pandangannya menjadikannya salah satu pengkritik utama pemerintahan Lord North.

Pada 1782, Fox diangkat sebagai Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan yang dipimpin Charles Watson-Wentworth, Marquess of Rockingham. Ia kembali menduduki jabatan tersebut pada 1783 dan 1806. Pada 1783, ia bekerja sama dengan Lord North dalam koalisi politik yang dikenal sebagai Koalisi Fox–North. Pemerintahan tersebut berakhir setelah Raja George III menentang kebijakan India Bill yang diajukan koalisi. Fox juga mendukung sejumlah reformasi politik, perluasan kebebasan beragama, dan pembatasan penyalahgunaan kekuasaan kerajaan. Ia menyambut Revolusi Prancis pada awal perkembangannya karena menganggapnya sebagai perjuangan melawan pemerintahan sewenang-wenang. Sikap tersebut menimbulkan perselisihan dengan Edmund Burke, yang sebelumnya merupakan rekan politiknya.[3]

Tahun-tahun terakhir

Pada 1806, Fox kembali menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan William Grenville. Ia berupaya mendorong perdamaian dengan Prancis dan memperjuangkan penghapusan perdagangan budak. Fox meninggal dunia di Chiswick pada 13 September 1806 sebelum penghapusan perdagangan budak oleh Inggris disahkan melalui undang-undang pada 1807. Warisan politik Fox terutama berkaitan dengan pembelaannya terhadap kebebasan sipil, reformasi parlemen, dan penghapusan perdagangan budak. Pemikirannya turut membentuk perkembangan tradisi liberal dalam politik Inggris.[4]

Referensi

  1. ↑ Christie, Ian R. (1970-12-31). Myth and Reality in Late-Eighteenth-Century British Politics, and Other Papers. University of California Press. ISBN 978-0-520-33611-7.
  2. ↑ Emsley, Clive (1979). Aftermath. London: Macmillan Education UK. hlm. 169–182. ISBN 978-0-333-24022-9.
  3. ↑ "Other Books Received". The American Historical Review. 78 (4): 1175–1185. 1973-10-01. doi:10.1086/ahr/78.4.1175. ISSN 1937-5239.
  4. ↑ Horner, Francis; Horner, Francis (1988-05-12). 2011 FROM FRANCIS HORNER 25 October 1808. Oxford University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan