Minggu, 27 September 2026
22:51 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Chairul Harun

Chairul Harun
Lahir(1940-08-17)17 Agustus 1940
Meninggal19 Februari 1998(1998-02-19) (umur 57)
PekerjaanWartawan, sastrawan, budayawan, filsuf

Chairul Harun (17 Agustus 1940 – 19 Februari 1998) adalah seorang sastrawan, budayawan, dan wartawan Indonesia yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Haluan yang terbit di Padang pada tahun 1969–1970.[1]

Pada tahun 1979, novelnya yang berjudul "Warisan" mendapat hadiah Yayasan Buku Utama dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.[2] Ia juga pernah memimpin Badan Koordinasi Kegiatan Kesenian Indonesia (BKKNI) Sumatera Barat pada tahun 1977.

Sastrawan, budayawan, wartawan serta filsuf dan pemikir kelahiran Kayutanam, Padang Pariaman pada tanggal 17 Agustus 1950 itu meninggal dunia pada tanggal 19 Februari 1998.[3]

Karier

  • Pegawai Jawatan Transmigrasi di Palu, Sulawesi Tengah (1961–1963)
  • Wartawan Harian Aman Makmur di Pekanbaru (1963–1965)
  • Wartawan Harian Angkatan Bersenjata di Padang (1967–1968)
  • Pemimpin Redaksi Harian Umum Haluan (1969–1970)
  • Koresponden Majalah Berita Mingguan Tempo untuk Sumatera Barat

Kegiatan lain

Karya

  • Matajo (1974)
  • Monumen Safari (1966)
  • Warisan (1976)
  • Sang Gubernur (1977)
  • Cindua Mato (1977)
  • Sutan Pangaduan (1977)
  • Beberapa Cerita Bersambung, antara lain "Ganda Hilang" (1981)
  • Makalah Sastra sebagai Human Control yang dibukukan dalam "Duapuluh Sastrawan Bicara" (1984)
  • Beberapa Cerita Anak, di antaranya "Bantajo", "Basoka", dan "60 Jam yang Gawat"

Pranala luar

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan