Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Celempong adalah alat kesenian tradisional yang terdapat di daerah Kabupaten Aceh Tamiang.[1] Diperkirakan Celempong ini telah berusia lebih dari 100 tahun berada di daerah Tamiang.[2] Alat musik tradisional ini terdiri atas lima sampai tujuh potong kayu sepanjang 5–7 cm dengan lebar 6–8 cm, terdapat di daerah Tamiang, Aceh Timur.[3][4] Adapun cara memainkannya ialah si pemain terlebih dahulu harus duduk dengan menjulurkan lurus kedua kakinya ke depan, lantas menyusun potongan-potongan kayu Celempong, mulai dari paha hingga ujung kaki, dan disusun secara urut dari yang terbesar hingga yang terkecil. Jarak antara kaki kanan dan kiri bisa disesuaikan sedemikian rupa hingga menciptakan efek suara Celempong yang dikehendaki.[5] Setelah tersusun baik di pangkuan, Celempong siap dimainkan dengan cara diketuk-ketuk oleh alat pemukulnya. Beberapa lagu tradisional yang biasa dimainkan dengan alat musik ini adalah Cico Mandi, Kuda Lodeng, Buka Pintu, Nyengok Bubu, dan Cak Siti. Selain itu, Celempong juga biasa digunakan untuk mengiringi tari Inai.[6] Celempong biasanya dimainkan oleh kaum perempuan masyarakat Aceh terutama perempuan yang masih berusia muda.[5]
Referensi
- ↑ "Celempong « Aceh Serambi Mekkah". Diakses tanggal 2019-03-21.
- ↑ Ensiklopedi musik Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 1900. hlm. 79.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ "celempong". Kamus KBBI Online, Makna Kata dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam bahasa American English). 2014-12-01. Diakses tanggal 2019-03-21.
- ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 46
- 1 2 Sugiarto, R. Toto (2016-01-01). Ensiklopedi Seni Dan Budaya 2: Alat Musik Tradisional. Media Makalangan. hlm. 11.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Sudirman, S., Farsyah, M., Priyotomo, I. E., Rusdi, P., Zahrina, C., Dewi W., I., & Lestari, T. (2006). Buletin Haba Nomor 38 Tahun 2006: Makna kesenian tradisional pada masyarakat NAD dan Sumut (Buletin Haba No. 38). Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis. |