Jumat, 23 Oktober 2026
08:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Celempong

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Celempong adalah alat kesenian tradisional yang terdapat di daerah Kabupaten Aceh Tamiang.[1] Diperkirakan Celempong ini telah berusia lebih dari 100 tahun berada di daerah Tamiang.[2] Alat musik tradisional ini terdiri atas lima sampai tujuh potong kayu sepanjang 5–7 cm dengan lebar 6–8 cm, terdapat di daerah Tamiang, Aceh Timur.[3][4] Adapun cara memainkannya ialah si pemain terlebih dahulu harus duduk dengan menjulurkan lurus kedua kakinya ke depan, lantas menyusun potongan-potongan kayu Celempong, mulai dari paha hingga ujung kaki, dan disusun secara urut dari yang terbesar hingga yang terkecil. Jarak antara kaki kanan dan kiri bisa disesuaikan sedemikian rupa hingga menciptakan efek suara Celempong yang dikehendaki.[5] Setelah tersusun baik di pangkuan, Celempong siap dimainkan dengan cara diketuk-ketuk oleh alat pemukulnya. Beberapa lagu tradisional yang biasa dimainkan dengan alat musik ini adalah Cico Mandi, Kuda Lodeng, Buka Pintu, Nyengok Bubu, dan Cak Siti. Selain itu, Celempong juga biasa digunakan untuk mengiringi tari Inai.[6] Celempong biasanya dimainkan oleh kaum perempuan masyarakat Aceh terutama perempuan yang masih berusia muda.[5]

Referensi

  1. ↑ "Celempong « Aceh Serambi Mekkah". Diakses tanggal 2019-03-21.
  2. ↑ Ensiklopedi musik Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 1900. hlm. 79.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "celempong". Kamus KBBI Online, Makna Kata dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam bahasa American English). 2014-12-01. Diakses tanggal 2019-03-21.
  4. ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 46
  5. 1 2 Sugiarto, R. Toto (2016-01-01). Ensiklopedi Seni Dan Budaya 2: Alat Musik Tradisional. Media Makalangan. hlm. 11.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Sudirman, S., Farsyah, M., Priyotomo, I. E., Rusdi, P., Zahrina, C., Dewi W., I., & Lestari, T. (2006). Buletin Haba Nomor 38 Tahun 2006: Makna kesenian tradisional pada masyarakat NAD dan Sumut (Buletin Haba No. 38). Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan