Sabtu, 24 Oktober 2026
15:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Cekungan Sungai Nil

Cekungan Sungai Nil

Daerah aliran sungai benua Afrika

Bagikan:
250px-Nile_basin_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cekungan Sungai Nil

Cekungan Sungai Nil adalah bagian dari Afrika yang mengarah menuju Sungai Nil dan anak-anak sungainya.

Selain menjadi cekungan hidrografi terbesar kedua di Afrika, Cekungan Sungai Nil juga merupakan cekungan drainase paling terkenal di benua itu. Cekungan ini mencakup area sekitar 2.870.000 km 2,[1] atau sekitar 10% wilayah Afrika, melintasi daerah gersang dan dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Inisiatif Lembah Sungai Nil telah ada sejak tahun 1999, dengan tujuan untuk memperkuat kerjasama dalam berbagi sumber daya yang bersangkutan.[2]

Cekungan ini meliputi area di negara Burundi, Republik Afrika Tengah, Chad, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Eritrea, Etiopia, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Sudan, Tanzania, dan Uganda. Cekungan ini adalah pemasok utama air tawar, listrik, dan ikan untuk penduduk lokal negara-negara ini, mendukung kehidupan sekitar 270 juta penduduk, atau 20% dari populasi Afrika. Cekungan berawal dari dataran tinggi dan mengalir di daerah yang sangat gersang, khususnya Gurun Sahara.[3]

Jalur navigasi utamanya adalah melalui Sungai Nil, yaitu muara di Laut Mediterania (lebih tepatnya setelah Delta Nil) hingga mengelilingi kota Aswan, di Mesir selatan. Ada juga jalur navigasi di Bendungan Aswan. Di tengah Nil, setelah bendungan, karena adanya air terjun di utara Khartoum (Sudan), sungai dapat dilayari hanya dalam tiga bentangan. Yang pertama adalah dari perbatasan Mesir–Sudan hingga ujung selatan Danau Nasser. Yang kedua adalah bagian antara katarak ketiga dan keempat. Bentangan ketiga dan merupakan yang terpenting membentang dari Khartoum, di selatan, hingga Juba (Sudan Selatan).[4]

Pemasok air utama untuk cekungan ini adalah Danau Victoria, yang terletak di Great Rift Valley.[4] Sekitar 238 juta orang tinggal di lembah sungai Nil, 172 juta di antaranya mendiami daerah pedesaan.[5]

Di bagian barat daya cekungan di Sudan Selatan dekat daerah aliran sungai dengan relief Cekungan Kongo terdiri dari satu pediplain besar.[6] Ketinggian yang menjulang di atas pediplain ini mengandung tanah laterit, terkadang dengan pisolit atau ferrikret, dan merupakan sisa dari permukaan yang lebih tua.[6] Beberapa puncak yang sesuai dengan permukaan lama tersebut dibentuk oleh pembalikan relief lembah.[6]

Referensi

  1. ↑ The Nile basin. in.: Irrigation potential in Africa: A basin approach. Roma: Organização das Nações Unidas para Alimentação e Agricultura. 1997
  2. ↑ NBI Strategy. NBI. 2020
  3. ↑ The Nile River Basin - an introduction. Waternet. 2017.
  4. 1 2 Nile river basin: Dams and reservoirs. Encypaedia Bittanica. 2020.
  5. ↑ Kimenyi, Mwangi; Mbaku, John (2015-02-12). Governing the Nile River Basin: The Search for a New Legal Regime (dalam bahasa Inggris). Brookings Institution Press. hlm. 10–11. ISBN 978-0-8157-2656-2.
  6. 1 2 3 Fölster, Horst (1964). "Morphogenese der südsudanischen Pediplane". Zeitschrift für Geomorphologie (dalam bahasa German). 8 (4): 393–423.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan