Sabtu, 26 September 2026
23:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Cawot

pakaian adat suku Anak Dalam

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Desember 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Cawat atau cawot merupakan pakaian Orang Rimbo yang digunakan sehari-hari. Pakaian ini sangat sederhana dan cara pemasangannya pun sangat mudah dengan di ikatkan di antara paha hingga ke pinggang menutup bagian tubuh mereka. Cawat ini berasal dari kain panjang yang berfungsi menutup organ vital manusia terutama bagi laki-laki. Orang Rimba memiliki aktivitas yang sangat padat,mulai dari berburu,meramu,mencari buah-buahan,dan sebagainya ,sehingga dengan adanya cawat memudahkan bagi mereka untuk mendukung ruang gerak aktivitasnya. Cawot ini pada mulanya bukan terbuat dari kain ,cawot terbuat dari daun pandan dan dengan perkembangan zaman membuat cawot semakin lebih menarik.Makna cawot bagi Orang Rimbo adalah sebagai fungsi praktikal dan Kultural ,di mana fungsi praktikal yang melindungi tubuh dari kondisi dan cuaca maupun bahaya dari luar dan fungsi Kultural sebagai kepentingan adat dan budaya mereka.[1] Banyaknya pandangan miring tentang cawot ini mengakibatkan Orang Rimba menggunakan celana dan baju ketika bertemu di tempat umum seperti pasar,namun jika kembali ke hutam Rimba mereka akan kembali memakai Cawot,di mana pakaian ini adalah bentuk pelestarian adat nenek moyang mereka.[2]

Referensi

  1. ↑ Penetapan Warisan Budaya Tak Berbenda Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Budaya, Wardi (19 Oktober 2017). "Cawot, Warisan Budaya Tak Benda dari Jambi 2017". Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Diakses tanggal 26 Oktober 2019.


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan