Selasa, 22 September 2026
16:01 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Castoroides

Castoroides

genus mamalia

Berang-berang raksasa
Rentang waktu: Pleistosen, 1.9–0.011 jtyl
250px-Giant-beaver-fieldmuseum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen Castoroides ohioensis di Field Museum
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Castoridae
Subfamili: Castoroidinae
Tribus: Castoroidini
Genus: Castoroides
Foster, 1838
Spesies tipe
Castoroides ohioensis
Spesies
  • Castoroides ohioensis
  • Castoroides dilophidus
Sinonim
  • Castoroides leiseyorum
  • Castoroides nebrascensis Barbour, 1931[1]
  • Burosor efforsorius Starrett, 1956[1]
Artikel takson sembarang

Castoroides, atau biwara raksasa, adalah genus biwara besar yang seukuran beruang yang hidup di Amerika Utara selama Pleistosen. Terdapat dua spesies yang dikenal, yaitu C. dilophidus di AS tenggara dan C. ohioensis di sisa penyebarannya. C. leiseyorum sebelumnya dideskripsikan dari Irvingtonian di Florida, tetapi sekarang dianggap invalid. Seluruh spesimen yang awalnya dideskripsikan sebagai C. leiseyorum sekarang dianggap sebagai C. dilophidus.

Deskripsi

250px-Castoroides_Knight.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi oleh Charles R. Knight

Kemiripan antara biwara raksasa dan kerangka biwara modern membuat tidak diragukan lagi bahwa kedua hewan ini sangat mirip dan disesuaikan dengan lingkungan yang sama dan perbedaan yang sangat signifikan hanyalah dari ukuran mereka. Perbedaan lainnya adalah pada gigi dan ekor biwara raksasa. Tidak seperti biwara modern dengan gigi potong pendek yang bermuka halus (gigi seri), biwara raksasa memiliki panjang gigi hingga 15 sentimeter dengan permukaan luar yang menonjol.[2] biwara raksasa tidak memiliki ekor ikon berbentuk dayung yang kita lihat pada biwara modern saat ini. Sebaliknya ia memiliki ekor panjang yang kurus.[3]

Meskipun sebagian besar biwara raksasa mendiami danau dan kolam yang dibatasi oleh rawa, mereka juga ada di habitat tundra pohon cemara. Bentuk gigi seri mereka tidak seperti biwara modern, dan tidak akan efisien dalam menebang pohon, juga para ilmuwan tidak berpikir mereka membangun bendungan atau pondok.[4]

Referensi

  1. 1 2 Kurtén, B. and E. Anderson (1980). Pleistocene Mammals of North America. Columbia University Press. hlm. 236–237. ISBN 978-0-231-03733-4.
  2. "Yukon Beringia Interpretive Centre – Giant Beaver". web.archive.org. 2007-09-14. Diarsipkan dari versi asli pada 2007-09-14. Diakses tanggal 2019-12-07.
  3. "Why super-sized beavers went extinct | EarthSky.org". earthsky.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-12-07.
  4. "Giant Beaver | Explore the Ice Age Midwest". iceage.museum.state.il.us. Diakses tanggal 2019-12-08.
  • Ruez, Dennis R, "Early Irvingtonian (Latest Pliocene) Rodents from Inglis 1C, Citrus County, Florida", 2001 The Society of Vertebrate Paleontology.
  • Alroy, J., Equilibrial diversity dynamics in North American mammals. pp. 232–287 in M. L. McKinney and J. A. Drake (eds.), Biodiversity dynamics: turnover of populations, taxa, and communities. Columbia University Press, New York.
  • Swinehart, Anthony L., and Richards, Ronald L. "Palaeoecology of a Northeast Indiana Wetland Harboring Remains of the Pleistocene Giant Beaver (Castoroides Ohioensis)." Indiana Academy of Science, 2001.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Castoroides.


Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia prasejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan