Sabtu, 31 Oktober 2026
10:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Carthago delenda est

Carthago delenda est

terjemahan : "Carthage harus dilenyapkan"

Bagikan:
250px-Carthage_villas-romaines_1950.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan kota Kartago.

"Ceterum censeo Carthaginem esse delendam" atau "Ceterum autem censeo Carthaginem esse delendam" (Indonesia: "Selain itu, menurut hemat saya, Kartago harus dihancurkan"), yang sering kali disingkat menjadi "Ceterum censeo", "Carthago delenda est", atau "Delenda est Carthago" (Indonesia: "Kartago harus dihancurkan") adalah frasa Latin yang populer di Republik Romawi pada abad ke-2 SM selama akhir Perang Punik melawan Kartago. Istilah ini digunakan oleh pihak yang ingin agar ancaman dari musuh lama Romawi, Kartago, dibinasakan karena Kartago sebelumnya telah dikalahkan dua kali dan biasanya bangkit kembali dengan cepat dan kemudian berperang lagi melawan Romawi. Orang yang dikenal sering menggunakan frasa ini adalah senator Romawi Marcus Porcius Cato (234-149 SM).

Penggunaan pada masa modern

Pada tahun 1673, menteri Inggris Anthony Ashley Cooper menggunakan istilah ini untuk membandingkan Inggris dengan Roma dan Republik Belanda dengan Kartago selama Perang Inggris-Belanda Ketiga. Stasiun radio pro-Jerman Radio Paris di wilayah Prancis yang diduduki oleh Jerman antara tahun 1940 hingga 1944 menjadikan kalimat "Inggris, seperti Kartago, harus dihancurkan!" sebagai slogan. Ben Klassen, pendiri Gereja Kreator yang antisemit, mengadaptasi frasa ini menjadi Delenda est Judaica, yang berarti "Yudaisme harus dihancurkan".[1]

Catatan kaki

  1. ↑ G. Michael (2009), Theology of Hate: A History of the World Church of Creation (University of Florida Press) hal. 26.


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan