Senin, 26 Oktober 2026
12:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Charlotte dari Belgia

Charlotte dari Belgia

Permaisuri Meksiko dari tahun 1864 hingga 1867

Bagikan:
Charlotte dari Belgia
250px-Santiago_Rebull_-_Emperatriz_Carlota_%281867%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Permaisuri Carlota dari Meksiko, oleh Santiago Rebull, 1867. Saat ini di Museo Nacional de Arte, Mexico City.
Permaisuri Meksiko
Periode10 April 1864 –15 Mei 1867
Lahir(1840-06-07)7 Juni 1840
Palace of Laeken, Laeken, Brussels, Kerajaan Belgia
Meninggal19 Januari 1927(1927-01-19) (umur 86)
Bouchout Castle, Meise, Kerajaan Belgia
Pemakaman
AyahLeopold I dari Belgia
IbuLouise dari Orléans
Pasangan
​
​
(m. 1857;meninggal 1867)​
Nama lengkap
bahasa Prancis: Marie Charlotte Amélie Augustine Victoire Clémentine Léopoldine
bahasa Spanyol: María Carlota Amelia Augusta Victoria Clementina Leopoldina
Wangsa

Charlotte dari Belgia (Prancis: Marie Charlotte Amélie Augustine Victoire Clémentine Léopoldine; 7 Juni 1840 – 19 Januari 1927), dikenal dengan nama versi Spanyolnya, Carlota, adalah seorang putri kelahiran Belgia dan anggota Wangsa Wettin di cabang Saxe-Coburg dan Gotha (karena itu dia juga diberi gelar Putri Saxe-Coburg dan Gotha dan Adipatni di Saxony). Sebagai istri Adipati Agung Maximilian dari Austria, Raja Muda Lombardia–Venetia dan kemudian Kaisar Meksiko, ia menjadi Adipatni Agung Austria (tahun 1857) dan Permaisuri Meksiko (tahun 1864). Ia merupakan putri, cucu, saudara perempuan, saudara ipar, sepupu dan istri dari penguasa yang berkuasa atau digulingkan di seluruh Eropa dan Meksiko.

Sejak awal pernikahannya, dia berselisih dengan Ratu Elisabeth di Wina, dan senang ketika suaminya ditugaskan ke Italia sebagai Raja Muda Lombardia–Venetia. Pada saat ini, ia dipilih oleh Kaisar Napoleon III sebagai pemimpin boneka untuk Kekaisaran Prancis di Meksiko yang diusulkannya, dan Charlotte mengatasi keraguan suaminya tentang rencana tersebut. Maximilian dan Charlotte akhirnya tiba di Kota Meksiko pada tahun 1864, tetapi pemerintahan mereka hanya berlangsung selama tiga tahun saja. Dia membantu suaminya, yang membiarkan dia memerintah sebagai bupati selama suaminya tidak berada di Kota Meksiko, karena alasan itulah dia dianggap sebagai wanita pertama yang memerintah di Amerika.[1] Ketika Napoleon III memerintahkan penarikan bantuan militer Prancis yang dimaksudkan untuk mendukung Maximilian, situasi pasangan kekaisaran Meksiko menjadi tidak dapat dipertahankan.

Atas inisiatifnya sendiri, Charlotte memutuskan untuk pergi secara pribadi ke Eropa untuk mencoba pendekatan terakhir ke Paris dan Vatikan. Dia mendarat di Prancis pada bulan Agustus 1866, tetapi mengalami penolakan berturut-turut dari Napoleon III dan Paus Pius IX. Di Roma, kegagalan misinya nampaknya membahayakan kesehatan mentalnya sampai-sampai seorang dokter alienis menganjurkan agar Charlotte dikurung di Kastil Miramare. Selama masa tahanan rumahnya, Maximilian digulingkan dan dieksekusi oleh Benito Juárez pada bulan Juni 1867. Tidak menyadari bahwa dia sekarang sudah menjadi janda, Charlotte dibawa kembali ke Belgia dan berturut-turut dikurung di Paviliun Tervueren (pada tahun 1867 dan lagi selama tahun 1869–1879), Istana Laeken (selama tahun 1867–1869) dan akhirnya di Kastil Bouchout di Meise (dari tahun 1879), di mana dia tinggal selama 48 tahun berikutnya dalam kondisi mental yang merusak, menimbulkan banyak spekulasi sejak saat itu, sebelum meninggal pada tahun 1927 pada usia 86 tahun.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan