Sabtu, 17 Oktober 2026
04:25 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Canarium strictum

Canarium strictum

Bagikan:
Canarium strictum
250px-Canarium_strictum_Govindoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Burseraceae
Genus: Canarium
Spesies:
C. strictum
Nama binomial
Canarium strictum

Canarium strictum, yang dikenal dengan nama umum termasuk black dhup, Raal, Raal dhup dan damar hitam, adalah spesies pohon dalam famili Burseraceae (famili pohon kemenyan).[1] Pohon ini dikenal karena penggunaan medis dan komersial dari resin yang dikeluarkannya, yang disebut damar hitam.[2][3]

Kebiasaan dan habitat

Pohon ini ditemukan di hutan hujan tropis gugur hingga hutan semi-hijau. Pohon ini tumbuh hingga setinggi 40 meter (130 ft) pada ketinggian di kisaran 750–1.400 meter (2.460–4.590 ft). Daun dari pohon kanopi besar ini berbentuk bipinat (menyirip ganda).

  • buah
    buah
  • tunas daun
    tunas daun
  • pohon
    pohon
  • pemanenan resin
    pemanenan resin
  • anakan pohon
    anakan pohon
  • berbunga
    berbunga

Referensi

  1. ↑ Varghese, Anita; Ticktin, Tamara (2008). "Regional Variation in Non-Timber Forest Product Harvest Strategies, Trade, and Ecological Impacts: the Case of Black Dammar (Canarium strictum Roxb.) Use and Conservation in the Nilgiri Biosphere Reserve, India". Ecology and Society. 13 (2). doi:10.5751/ES-02555-130211. hdl:10535/2945.
  2. ↑ Meena, Desha; Binaibabu, Nagarajan; Doss, Jesubalan (Jul–Sep 2012). "Future Prospects For The Critically Endangered Medicinally Important Species, Canarium Strictum Roxb. It is commonly found in Karnataka because it was found a lot in this area in the older centuries. A Review" (PDF). International Journal of Conservation Science. 3 (3). IJCS: 231–237.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ ND, Namsa; Tag, Hui; Mandal, M.; Kalita, P.; Das, A.K.; et al. (Sep 7, 2009). "An ethnobotanical study of traditional anti-inflammatory plants used by the Lohit community of Arunachal Pradesh, India". Journal of Ethnopharmacology. 125 (2): 234–245. doi:10.1016/j.jep.2009.07.004. PMID 19607898.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

  • Tambat, B.; Rajanikanth, G.; Ravikanth, G.; Shaanker, R.; Ganeshaiah, K.; Kushalappa, C. (2005). "Seedling mortality in two vulnerable tree species in the sacred groves of Western Ghats, South India". Current Science. 88 (3): 350–2. JSTOR 24110195.
  • Mohana VR, Rajeshb A, Athiperumalsamia T, Suthac S (2008). "Ethnomedicinal Plants of the Tirunelveli District, Tamil Nadu, India" (PDF). Ethnobotanical Leaflets. 12: 79–95.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Sapindales ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan