Sabtu, 24 Oktober 2026
09:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Surapari deli

Surapari deli

Bagikan:
Surapari deli
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Calamaria
Spesies:
C. forcarti
Nama binomial
Calamaria forcarti
Inger & Marx, 1965
250px-Calamaria_forcarti_distribution.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim[2]

Calamaria forcarti, juga dikenal sebagai surapari deli,[3] adalah spesies ular dalam subfamili Calamariinae dari famili Colubridae . Spesies ini asli Indonesia .

Etimologi

Nama spesifiknya, forcarti, diberikan untuk menghormati Lothar Forcart (1902–1990), seorang ahli zoologi Swiss yang berspesialisasi dalam malakologi dan herpetologi. : 92 

Pemerian

Calamaria forcarti menunjukkan ciri diagnostik berikut : 1) Sisik mental ersentuhan dengan perisai dagu anterior 2) Terdapat sisik preokular 2) Sisik labial atas ketiga dan keempat bersentuhan dengan mata 4) Jantan memiliki lebih dari 175 sisik ventral sedangkan letina lebih dari 190. 5) Punggung berwarna cokelat, tanpa garis atau lurik 6) Perut berwarna kuning.

Distribusi geografis

Di Indonesia Calamaria forcarti banyak ditemukan di provinsi Sumatera Utara, termasuk Pulau Nias .

Habitat

Habitat alami yang disukai oleh Calamaria forcarti adalah hutan di ketinggian di bawah 100 m (330 ft) .

Perilaku

Calamaria forcarti adalah tumbuhan terestrial yang hidup di serasah daun di lantai hutan.

Perkembangbiakan

Calamaria forcarti bersifat ovipar .

Referensi

  1. ↑ Inger, R.F.; Iskandar, D. (2020) [amended version of 2012 assessment]. "Calamaria forcarti ". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T192030A176109582. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T192030A176109582.en. Diakses tanggal 20 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Spesies Calamaria forcarti di The Reptile Database
  3. ↑ "Ular darat Indonesia (Seri 1)". Serpentes di Indonesia.

Bacaan lebih lanjut

  • Gemel, R.; Gassner, G.; Schweiger, S. (2019). "Katalog der Typen der Herpetologischen Sammlung des Naturhistorischen Museums Wien — 2018 ". Annalen des Naturhistorischen Museums Wien. Serie B, Botanik und Zoologie. 121 (33–248). (Calamaria forcarti, p. 172). (in German, with an abstract in English).
  • Inger, R.F.; Marx, H. (1965). "The Systematics and Evolution of the Oriental Snakes of the Genus Calamaria ". Fieldiana: Zoology. 49: 1–304. (Calamaria forcarti, new species, pp. 184–186).
  • Inger, R.F.; Voris, H.K. (2001). "The biogeographical relations of the frogs and snakes of Sundaland". Journal of Biogeography. 28: 863–891.
  • Wallach, V.; Williams, K.L.; Boundy, J. (2014). Snakes of the World: A Catalogue of Living and Extinct Species. Boca Raton, Florida: CRC Press, a division of Taylor & Francis Group. ISBN 978-1-4822-0847-4. xxviii + 1,209 pp. (Calamaria forcarti, p. 136).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan