Minggu, 11 Oktober 2026
15:03 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Calaisis

Calaisis

Bagikan:
250px-VlaanderenArtesie1477.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Calaisis (bahasa Inggris:Pale of Calais) adalah wilayah di Prancis yang dikuasai oleh Kerajaan Inggris hingga tahun 1558.

Setelah Pertempuran Crécy tahun 1346, Edward III dari Inggris memegang beberapa wilayah Prancis, seperti Aquitaine dan wilayah sekitar Calais, di bawah Perjanjian Brétigny yang ditandatangani pada tanggal 8 Mei 1360.[1] Pada tahun 1453, ketika Perang Seratus Tahun berakhir, wilayah ini merupakan satu-satunya wilayah Prancis yang tetap berada di tangan Inggris. Wilayah ini terus dikuasai Inggris hingga akhirnya diserahkan kepada Prancis pada tahun 1558 oleh Mary I dari Inggris setelah tentara Prancis, dibawah pimpinan Francois, Adipati Guise, merebut kota Calais.

Selama pendudukan Inggris, penduduk Calaisis tetap menjaga identitas mereka sebagai penutur bahasa Prancis dan Flandria.[2]

Wilayah Calaisis meliputi komune: Andres, Balinghem, Bonningues-lès-Calais, Calais, Campagne-lès-Guines, Coquelles, Coulogne, Fréthun, Guemps, Guînes, Hames-Boucres, Hervelinghen, Marck, Nielles-lès-Calais, Nouvelle-Église, Offekerque, Oye-Plage, Peuplingues, Pihen-lès-Guînes, Sangatte, Saint-Pierre, Saint-Tricat, dan Vieille-Église.

Batas Calaisis sulit didefinisikan karena batasnya tidak ditentukan dengan jelas, akibat tanah yang berawa-rawa dan saluran air buatan.[3]

Referensi

  1. ↑ Fisher, H.A.L. (1936). A History of Europe. Great Britain: Edward Arnold & Co. hlm. 322.
  2. ↑ Dumitrescu, Theodor (2007). The early Tudor court and international musical relations. England: Ashgate Publishing Limited. hlm. 53. ISBN 978-0-7546-5542-8.
  3. ↑ Darian-Smith, Eve (1999). Bridging divides: the Channel Tunnel and English legal identity in the new Europe. University of California Press. hlm. 77. ISBN 0-520-21610-5.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan