| Informasi pribadi | |
|---|---|
| Nama lengkap | Caitlin Jade Foord |
| Kewarganegaraan | Australia |
| Lahir | 11 November 1994 (umur 31) Shellharbour, New South Wales, Australia |
| Tinggi | 1,65 m |
| Olahraga | |
| Negara | |
| Olahraga | Sepak bola |
| Posisi | Penyerang / sayap |
Caitlin Jade Foord (lahir 11 November 1994) adalah pesepak bola profesional asal Australia yang bermain sebagai penyerang untuk klub Women's Super League Arsenal dan tim nasional wanita Australia. Ia lahir di Shellharbour, New South Wales, dan merupakan salah satu pemain dengan pengalaman internasional terpanjang di Australia. Hingga pemanggilan tim nasional Australia pada Oktober 2026, Foord telah mencatat 150 penampilan dan 41 gol untuk negaranya.[1]
Foord melakukan debut senior Australia pada 12 Mei 2011 ketika berusia 16 tahun dalam pertandingan persahabatan melawan Selandia Baru. Beberapa minggu kemudian ia menjadi pemain termuda Australia yang tampil di putaran final Piala Dunia Wanita FIFA 2011 dan kemudian dianugerahi penghargaan Pemain Muda Terbaik turnamen tersebut.[2][3]
Sepanjang kariernya, Foord mengalami perubahan posisi. Ia memulai sepak bola senior sebagai pemain yang lebih menyerang, kemudian sempat digunakan sebagai bek sayap pada awal karier internasionalnya, sebelum berkembang menjadi penyerang serbaguna. FIFA mencatat bahwa kecepatan, kemampuan menggiring bola dan kemampuannya menyerang ruang merupakan bagian dari karakteristik permainan Foord.[4]
Foord menjalani sebagian besar karier klubnya di Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Inggris. Ia pernah membela Sydney FC, Perth Glory, Sky Blue FC, Vegalta Sendai Ladies dan Portland Thorns FC sebelum bergabung dengan Arsenal pada Januari 2020.[5]
Bersama Arsenal, Foord berkembang menjadi salah satu pemain senior klub. Ia membantu Arsenal memenangkan dua gelar Piala Liga Wanita Inggris, Liga Champions Wanita UEFA 2024–2025 dan edisi perdana Piala Champions Wanita FIFA pada 2026. Pada 2026 Arsenal memperpanjang kontraknya, sementara klub mencatat Foord telah membuat 203 penampilan dan mencetak 57 gol sejak bergabung pada 2020.[6][7]
Kehidupan awal
Foord lahir di Shellharbour, New South Wales, pada 11 November 1994. Australian Olympic Committee mencatat Shellharbour sebagai kota asalnya dan Mount Warrigal sebagai tempat kelahirannya dalam profil Olimpiadenya, sementara Matildas mencantumkan tanggal lahir 11 November 1994 dan tinggi 165 sentimeter.[8][2]
Ia tumbuh di kawasan Illawarra dan bersekolah di Illawarra Sports High School. Football NSW mencatat bahwa Foord berkembang melalui sepak bola lokal, termasuk Illawarra Stingrays dan Sutherland Sharks, sebelum mendapatkan pengalaman di New South Wales Institute of Sport.[9]
Foord telah bermain sepak bola sejak usia muda. Football NSW mencatat bahwa ia telah memperlihatkan perkembangan yang pesat sebelum usia remaja dan mendapatkan panggilan ke kamp pelatihan tim nasional Australia U-17 ketika masih berstatus pemain muda dari wilayah Illawarra.[9]
Selain sepak bola, Foord juga bermain futsal pada masa muda. Football NSW menyebut bahwa ia terpilih ke dalam skuad futsal New South Wales U-13 yang mengikuti Australian Championships di Canberra, menunjukkan bahwa aktivitas olahraganya telah berkembang pada beberapa cabang sejak usia dini.[9]
Foord menerima penghargaan Junior Sports Star of the Year pada Shellharbour Sports Awards. Catatan Parlemen New South Wales menyebut namanya sebagai penerima penghargaan junior tersebut dalam rangkaian Shellharbour Sports Star of the Year Awards yang diberikan kepada atlet-atlet daerah.[10]
Ketika berusia 13 tahun, Foord sudah mendapatkan pengalaman dengan tim nasional Australia U-17. Football NSW menyebut bahwa pemanggilan tersebut datang setelah ia tampil baik di kompetisi junior dan setelah menjalani perkembangan melalui klub lokal serta NSW Institute of Sport.[9]
Pada September 2009, Foord menerima panggilan untuk mengikuti kamp pelatihan Australia U-17. Dalam laporan Football NSW, ia menyatakan kegembiraannya karena mendapatkan kesempatan mewakili negara dan berharap dapat terus berkembang hingga menjadi pesepak bola profesional.[9]
Perkembangan tersebut berlangsung sangat cepat. Pada usia 14 tahun ia sudah masuk dalam daftar tim W-League Central Coast Mariners untuk musim 2009–2010, meskipun ia tidak memainkan pertandingan liga untuk klub tersebut sebelum pindah ke Sydney FC.[11]
Karier klub
Central Coast Mariners
Foord bergabung dengan Central Coast Mariners ketika masih sangat muda menjelang musim W-League 2009–2010. Catatan resmi Vegalta Sendai mengenai kariernya mencantumkan Central Coast Mariners sebagai salah satu klub awalnya pada periode 2009–2010.[11]
Meskipun tercatat dalam skuad Mariners, Foord tidak tampil dalam pertandingan liga untuk klub tersebut. Perubahan situasi terjadi ketika tim wanita Central Coast Mariners tidak melanjutkan partisipasi untuk musim berikutnya, sehingga Foord pindah ke Sydney FC bersama sejumlah pemain lain dari skuad Mariners.[12]
Periode singkat di Central Coast tetap penting karena menjadi pintu masuk Foord ke sepak bola profesional. Tidak lama sesudahnya ia menjadi salah satu pemain termuda di W-League dan mulai tampil untuk Sydney FC ketika usianya masih 15 tahun.[13]
Sydney FC
Foord memulai debut W-League bersama Sydney FC pada 2010. Ia menjadi bagian dari skuad Sydney setelah Central Coast Mariners tidak melanjutkan tim wanita dan langsung memperoleh kesempatan tampil pada level senior meskipun usianya masih sangat muda.[13]
Pada musim 2010–2011, Foord mencetak gol pertamanya untuk Sydney FC dalam kemenangan 4–1 atas Adelaide United pada 20 November 2010. Ia menjadi starter dalam sebagian besar pertandingan yang dimainkannya pada musim tersebut dan ikut membantu Sydney mencapai babak final.[14]
Pada musim yang sama, Sydney FC memenangkan W-League premiership dan kemudian mencapai grand final. Foord menjadi bagian dari skuad yang pada usia sangat muda sudah mendapatkan pengalaman dalam pertandingan penentuan gelar tingkat nasional.[13]
Musim 2011–2012 menjadi periode kedua Foord di Sydney. Ia terus mendapatkan pengalaman sebagai pemain muda dan mulai lebih sering dipakai dalam sistem yang menempatkannya di area serang maupun sisi sayap.[13]
Foord menghabiskan beberapa musim awal karier seniornya di Sydney FC. Data sejarah Australian Professional Leagues mencatat bahwa ia kemudian kembali memperkuat Sydney beberapa kali sepanjang dekade 2010-an dan pada akhirnya mengumpulkan 86 penampilan W-League dan 28 gol untuk klub tersebut hingga keberangkatannya pada 2020.[13]
Periode pertama di Sydney menghasilkan perkembangan penting bagi Foord sebagai pemain. Ia tidak hanya memperoleh pengalaman pertandingan, tetapi juga mulai mendapat perhatian dari tim nasional Australia yang sedang mencari generasi baru pemain muda.[2]
Debut tim nasional dan Piala Dunia 2011
Pada 12 Mei 2011, Foord melakukan debut senior untuk Australia dalam pertandingan persahabatan melawan Selandia Baru di Gosford. Saat itu usianya baru 16 tahun.[2]
Debut tersebut berlangsung hanya beberapa minggu sebelum Piala Dunia Wanita FIFA 2011 di Jerman. Penampilannya membuat pelatih Australia memasukkannya ke dalam skuad untuk turnamen tersebut meskipun ia masih berada pada tahap awal karier senior.[3]
Pada Piala Dunia 2011, Foord menjadi pemain termuda Australia yang tampil dalam putaran final Piala Dunia. FIFA mencatat bahwa ia berusia 16 tahun ketika mendapatkan kesempatan tersebut dan langsung dipercaya dalam pertandingan pertama Australia.[3]
Foord melakukan debut Piala Dunia melawan Brasil dan mendapat tugas defensif menghadapi Marta. FIFA kemudian mengingat penampilan tersebut sebagai salah satu debut yang paling menarik dalam karier awal Foord karena ia dapat menjaga pemain bintang Brasil tersebut serta tetap tampil tenang dalam pertandingan besar.[4]
Australia kemudian lolos dari fase grup dan mencapai perempat final. Foord menjadi bagian dari seluruh perjalanan Australia pada turnamen tersebut dan tampil sebagai pemain muda yang mampu menjalankan tugas bertahan meskipun sebelumnya lebih dikenal sebagai pemain dengan karakter menyerang.[15]
Foord mendapatkan penghargaan Hyundai Best Young Player pada akhir Piala Dunia 2011. FIFA Technical Study Group memberikan penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas penampilannya sepanjang turnamen.[16]
Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian paling penting dalam karier awal Foord. Ia bukan hanya menjadi pemain termuda Australia yang tampil di Piala Dunia, tetapi juga memenangkan penghargaan individu pada turnamen tersebut pada usia 16 tahun.[3]
Pada tahun yang sama, Foord juga memperoleh penghargaan Asian Women's Young Footballer of the Year dan Football Federation Australia U20 Women's Footballer of the Year. FIFA kemudian mencatat bahwa ia menjadi salah satu pemain muda yang memperoleh pengakuan paling cepat dalam sepak bola wanita Asia.[4]
Perubahan posisi
Pada fase awal kariernya, Foord dikenal sebagai pemain yang lebih sering bermain sebagai penyerang atau pemain sayap. Namun menjelang Piala Dunia 2011, staf pelatih Australia memindahkannya ke posisi bek sayap untuk memanfaatkan kecepatannya dan kemampuannya menghadapi pemain lawan satu lawan satu.[4]
FIFA menggambarkan perubahan tersebut sebagai bagian dari perkembangan Foord dari pemain depan menjadi pemain yang mampu memainkan peran defensif. Ia tetap memiliki kemampuan menyerang, tetapi pengalaman bermain di lini belakang membuatnya lebih memahami ruang dan pergerakan pemain lawan.[4]
Pada Piala Dunia 2011, Foord bermain di posisi bek sayap dan menunjukkan bahwa ia dapat menghadapi tuntutan defensif di level internasional. Australian Olympic Committee kemudian menyebut bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian dari transformasi dirinya sebagai pemain serbaguna.[15]
Perubahan posisi tersebut tidak bersifat permanen. Dalam karier berikutnya, Foord kembali lebih sering dimainkan sebagai penyerang atau pemain sayap, sementara pengalaman sebagai bek tetap menjadi bagian dari pemahamannya terhadap permainan.[2]
Kemampuan bermain di beberapa posisi membuat Foord menjadi pemain yang dapat digunakan dalam berbagai sistem. Matildas menggambarkannya sebagai pemain yang telah beralih dari full-back yang agresif menjadi salah satu penyerang paling serbaguna dalam skuad Australia.[17]
Karier di Amerika Serikat
Sky Blue FC
Pada 2013, Foord pindah ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Sky Blue FC dalam musim perdana NWSL. Kepindahan tersebut merupakan langkah penting karena ia mulai bermain sepanjang tahun dalam kompetisi profesional di luar Australia.[18]
Pada musim perdana NWSL 2013, Foord tampil dalam 15 pertandingan liga untuk Sky Blue. Ia menjadi starter pada seluruh pertandingan tersebut dan klub berhasil mencapai playoff pada musim debut kompetisi tersebut.[19]
Penampilan Foord bersama Sky Blue membuatnya masuk NWSL Second XI untuk musim 2013. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa ia telah mendapatkan reputasi sebagai pemain yang mampu bersaing dengan pemain internasional dari berbagai negara meskipun baru berusia 18 tahun.[19]
Pada 2014, Foord kembali ke Sky Blue. Ia tampil dalam 21 pertandingan liga dan menjadi starter dalam 20 pertandingan, menunjukkan bahwa ia telah menjadi pilihan utama dalam skuad klub Amerika tersebut.[19]
Pada musim 2015, Foord kembali bermain untuk Sky Blue setelah Piala Dunia Wanita FIFA 2015. Karena komitmen bersama tim nasional, ia baru bergabung dengan klub pada bagian akhir musim dan tampil dalam sepuluh pertandingan liga.[19]
Selama periode pertamanya di NWSL, Foord menghadapi tuntutan fisik dan taktik dari kompetisi yang menggunakan pemain-pemain dari sejumlah negara. Ia kemudian mengatakan kepada FIFA bahwa pengalaman bermain di Amerika Serikat menjadi keputusan penting yang membantu perkembangan permainannya karena sepak bola menjadi fokus utamanya sehari-hari.[4]
Foord juga mendapatkan kesempatan belajar dari pemain senior Amerika Serikat. Dalam wawancara FIFA, ia menyebut Christie Rampone sebagai salah satu tokoh penting yang banyak membantunya selama bermain di Amerika Serikat.[4]
Pengalaman tersebut memperkaya permainan Foord, terutama dalam duel satu lawan satu dan pemahaman permainan bertahan. Kemampuan itu kemudian tetap terlihat ketika ia kembali ke Australia dan ketika kariernya berlanjut di Eropa.[4]
Portland Thorns
Pada 2018, Foord kembali ke NWSL bersama Portland Thorns FC. Ia menghabiskan dua musim bersama klub tersebut, dengan penampilan pada 2018 dan 2019 sebelum pindah ke Arsenal.[19]
Pada musim 2018, Foord tampil dalam enam pertandingan liga dan dua pertandingan playoff untuk Portland. Ia belum mencetak gol dalam kompetisi tersebut tetapi menjadi salah satu pemain yang digunakan klub dalam perjalanan menuju fase akhir musim.[19]
Pada 2019, Foord tampil dalam 17 pertandingan liga dan mencetak tiga gol. Ia juga bermain dalam satu pertandingan playoff, sehingga keseluruhan catatan kompetisinya bersama Portland mencapai 26 pertandingan dan tiga gol.[19]
Portland menjadi periode penting karena Foord mendapatkan kesempatan kembali bermain sebagai penyerang. Pengalamannya di Australia dan Jepang membuatnya sudah memiliki pemahaman terhadap berbagai gaya permainan ketika kembali ke NWSL.[19]
Pada akhir 2019, hak NWSL Foord diperdagangkan dari Portland ke Orlando Pride sebagai bagian dari transaksi pemain dan hak draft. NWSL mencatat bahwa Portland memperoleh pilihan pertama draft 2020 dan hak atas Foord dalam rangkaian pertukaran tersebut.[20]
Pada akhirnya Foord tidak melanjutkan karier NWSL di Portland karena pada Januari 2020 Arsenal menyelesaikan transfernya dari Sydney FC. Kepindahan ke Inggris membuatnya memasuki fase baru setelah bermain di Australia, Amerika Serikat dan Jepang.[5]
Karier di Jepang
Vegalta Sendai
Pada Januari 2017, Foord menandatangani kontrak dengan Vegalta Sendai Ladies di Jepang. Pengumuman resmi klub mencatat bahwa ia bergabung dari Sydney FC dan dikontrak untuk musim 2017.[11]
Dalam profil perekrutannya, Vegalta Sendai menyebut Foord sebagai pemain depan berusia 22 tahun dengan tinggi 165 sentimeter. Klub juga mencatat riwayatnya bersama NSW Institute of Sport, Central Coast Mariners, Sydney FC dan Sky Blue FC.[11]
Foord memainkan 17 pertandingan liga untuk Vegalta Sendai pada musim 2017 dan mencetak empat gol. Ia juga tampil dalam pertandingan piala, sehingga total penampilannya di Jepang lebih banyak daripada jumlah pertandingan liganya.[19]
Periode tersebut memberi Foord pengalaman bermain dalam sistem sepak bola Jepang. Ia kemudian menggambarkan pengalamannya di Jepang sebagai kesempatan belajar karena gaya bermain dan tuntutan latihan berbeda dengan lingkungan yang pernah ia jalani sebelumnya.[21]
FIFA mencatat bahwa ketika memutuskan pindah ke Jepang, Foord ingin mendapatkan pengalaman baru dan memperluas pemahamannya terhadap sepak bola. Ia menyebut permainan Jepang memiliki pendekatan penguasaan bola dan teknis yang dapat membantunya memperbaiki aspek tertentu dari permainannya.[21]
Setelah satu musim di Jepang, Foord kembali ke Sydney FC. Kepulangannya diumumkan pada Desember 2017 setelah masa kompetisi Jepang selesai.[22]
Sydney FC mencatat bahwa kepulangan tersebut merupakan kali keempat Foord memperkuat klub. Pada saat itu ia telah mengumpulkan 56 penampilan W-League dan 13 gol untuk Sydney dari periode sebelumnya.[22]
Dalam wawancara saat kembali, Foord menyatakan bahwa ia menikmati pengalaman bermain di Jepang tetapi ingin kembali ke Sydney untuk membantu klub memenangkan pertandingan. Kepulangannya juga memperlihatkan bahwa hubungan dengan klub dan lingkungan Australia tetap penting dalam kariernya.[22]
Kembali ke Sydney FC
Pada musim 2017–2018, Foord tampil dalam enam pertandingan liga setelah kembali dari Jepang dan mencetak dua gol. Ia membantu Sydney FC mencapai babak final, tetapi klub tersebut kehilangan kesempatan memenangkan gelar setelah kalah dari Melbourne City.[19]
Pada musim 2018–2019, Foord tampil jauh lebih produktif. Ia mencetak sembilan gol dalam 12 pertandingan liga dan menjadi salah satu pemain utama Sydney dalam perjalanan menuju grand final.[19]
Salah satu pertandingan paling menonjol terjadi pada Desember 2018 ketika Foord mencetak hat-trick melawan Brisbane Roar. Sydney FC kemudian terus melaju menuju fase akhir musim dan berhasil memenangkan gelar W-League.[23]
Foord menjadi bagian dari tim Sydney FC yang memenangkan W-League Championship 2018–2019. Gelar tersebut menambah koleksi trofi domestik yang telah ia raih bersama Sydney sejak fase awal kariernya.[5]
Pada musim 2019–2020, Foord mencatat sembilan penampilan liga dan dua gol sebelum berpindah ke Arsenal pada Januari 2020. Sydney FC kemudian menyatakan bahwa ia meninggalkan klub setelah tujuh setengah musim dengan klub tersebut jika seluruh periode bersama klub dihitung.[5]
Sydney FC mencatat bahwa Foord telah membuat 86 penampilan W-League dan 28 gol untuk klub hingga keberangkatannya. Dalam sejarah klub, jumlah tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman dalam era awal kompetisi wanita profesional Australia.[13]
Pada masa terakhirnya bersama Sydney, Foord menyatakan bahwa ia merasa sangat dekat dengan klub dan kota tersebut. Namun, kesempatan bermain di Inggris bersama Arsenal dianggapnya sebagai tantangan baru yang tidak ingin ia lewatkan.[5]
Perth Glory
Selain Sydney FC, Foord pernah memperkuat Perth Glory pada musim 2014–2015 dan kemudian kembali pada 2015–2016. Perth Glory merekrutnya sebagai salah satu pemain depan Matildas yang tersedia untuk kompetisi domestik Australia.[24]
Pada musim pertamanya bersama Perth Glory, Foord membantu klub memenangkan premiership. Perth Glory menyatakan bahwa ia mencetak lima gol dalam 12 penampilan pada periode tersebut.[24]
Foord juga mencetak gol untuk Perth Glory dalam pertandingan melawan Sydney FC. Salah satunya terjadi pada November 2014 ketika Perth menang 5–0 dan Foord menjadi salah satu pencetak gol dalam kemenangan tersebut.[25]
Musim 2015–2016 Foord kembali ke Perth. Namun, periode keduanya terganggu oleh cedera patah tulang selangka yang dialaminya pada Januari 2016 sehingga ia harus menjalani operasi dan tidak dapat menyelesaikan musim bersama klub.[24]
Secara keseluruhan, data statistik liga mencatat Foord membuat 20 penampilan untuk Perth Glory dan mencetak enam gol. Pengalamannya di Perth menambah variasi klub domestik Australia yang pernah ia bela selama karier awalnya.[19]
Periode internasional sebelum pindah ke Arsenal
Piala Dunia 2015
Foord terpilih ke dalam skuad Australia untuk Piala Dunia Wanita FIFA 2015 di Kanada. Australian Olympic Committee mencatat bahwa pada usia 20 tahun ia sudah menjadi pemain berpengalaman karena telah tampil pada Piala Dunia 2011 dan menjadi bagian dari generasi yang lolos ke turnamen besar secara reguler.[15]
Pada Piala Dunia 2015, Foord dimainkan sebagai bek sayap dan tampil dalam seluruh pertandingan Australia. Ia bermain setiap menit ketika Australia mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.[15]
Australia mengalahkan Brasil 1–0 pada babak 16 besar. Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam sejarah Matildas karena membuat Australia lolos ke perempat final untuk pertama kalinya.[26]
Foord menjalankan tugas defensif sepanjang turnamen. Australian Olympic Committee menyebut bahwa ia tampil penuh dalam perjalanan Australia dari fase grup hingga perempat final dan membantu lini pertahanan Australia mempertahankan performa yang kuat setelah pertandingan pembuka melawan Amerika Serikat.[15]
Australia kemudian kalah dari Jepang pada perempat final. Meski demikian, pengalaman turnamen tersebut memperkuat reputasi Foord sebagai pemain yang mampu bermain di level tinggi pada posisi bertahan maupun menyerang.[15]
AFC Women's Player of the Year 2016
Pada 2016, Foord mendapatkan penghargaan AFC Women's Player of the Year. AFC menyebutnya sebagai pemain Australia kedua setelah Ma Xiaoxu yang berhasil memenangkan penghargaan pemain muda dan penghargaan senior AFC.[27]
Penghargaan tersebut diberikan setelah penampilan Foord sepanjang 2016, termasuk kontribusinya untuk Australia dalam kualifikasi Olimpiade dan turnamen Olimpiade Rio. AFC mencatat bahwa Foord bermain empat pertandingan di Rio dan mencetak gol melawan Jerman.[27]
Dengan kemenangan tersebut, Foord menjadi satu-satunya perempuan yang pada saat itu telah memenangkan penghargaan pemain muda dan penghargaan senior AFC. Hal tersebut melengkapi keberhasilan yang telah ia raih sejak Piala Dunia 2011.[27]
Football Federation Australia juga mencatat penghargaan tersebut sebagai salah satu momen penting sepak bola Australia pada 2016. Foord memenangkan penghargaan AFC tersebut dalam persaingan dengan rekan senegaranya Lisa De Vanna dan pemain Tiongkok Tan Ruyin.[28]
Olimpiade Rio 2016
Foord tampil untuk Australia pada Olimpiade Rio 2016. Australia berada satu grup dengan Kanada, Jerman dan Zimbabwe.[29]
Dalam pertandingan grup melawan Jerman, Foord mencetak gol pada menit ke-45 untuk membawa Australia unggul 2–0 sebelum Jerman bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2–2.[30]
Foord juga terlibat dalam proses terjadinya gol pertama Australia dalam pertandingan tersebut. FIFA mencatat bahwa ia melakukan pergerakan dari sisi lapangan sebelum mengirimkan umpan kepada Sam Kerr yang mencetak gol pembuka.[30]
Australia kemudian mengalahkan Zimbabwe 6–1 untuk lolos ke perempat final. Di babak tersebut Australia menghadapi Brasil, tuan rumah turnamen, dan pertandingan berakhir tanpa gol setelah 120 menit.[29]
Brasil akhirnya menang melalui adu penalti dengan skor 7–6. Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Australia di Rio, tetapi Foord menjadi bagian dari generasi yang membawa Matildas kembali ke Olimpiade setelah absen dari London 2012.[29]
Piala Asia 2018
Foord kembali menjadi bagian dari tim Australia pada Piala Asia Wanita AFC 2018. Australia mencapai final tetapi kalah dari Jepang.[31]
Turnamen tersebut menunjukkan bahwa Foord telah beralih menjadi pemain yang lebih sering digunakan di lini serang. Dalam daftar skuad AFC, ia tercantum sebagai salah satu pemain Australia di area serang setelah beberapa tahun sebelumnya sempat digunakan sebagai bek.[31]
Piala Dunia 2019
Pada Piala Dunia Wanita FIFA 2019, Foord kembali menjadi bagian dari skuad Australia. Ia masuk dalam skuad sebagai pemain yang telah memiliki pengalaman Piala Dunia pada 2011 dan 2015.[2]
Pada pertandingan fase grup melawan Brasil, Foord mencetak gol yang membantu Australia melakukan comeback. FIFA kemudian mencatat bahwa itu merupakan gol pertamanya di putaran final Piala Dunia.[32]
Australia menang 3–2 atas Brasil setelah tertinggal lebih dahulu. Performa Foord menjadi bagian dari kebangkitan Australia dan memperkuat peran ofensifnya pada tim nasional.[32]
Foord tampil dalam seluruh pertandingan Australia pada fase grup dan babak 16 besar. Australia kemudian tersingkir oleh Norwegia melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1–1 setelah perpanjangan waktu.[33]
Piala Dunia 2019 memperlihatkan perubahan peran Foord secara jelas. Setelah dikenal pada Piala Dunia 2011 sebagai bek muda, ia kini lebih sering beroperasi sebagai penyerang dan menjadi salah satu sumber serangan utama Australia.[32]
Bergabung dengan Arsenal
Pada 23 Januari 2020, Sydney FC mengumumkan bahwa Foord telah menyelesaikan kepindahan ke Arsenal. Sydney menyebut bahwa ia menjadi salah satu pemain W-League yang melakukan perpindahan dari klub Australia ke klub luar negeri dengan biaya transfer.[5]
Foord pindah ke Arsenal setelah tujuh setengah musim bersama Sydney FC apabila seluruh periode kepulangan dan masa bermainnya dihitung. Ia mengatakan bahwa kesempatan bermain di Inggris bersama salah satu klub besar Eropa merupakan kesempatan yang terlalu penting untuk dilewatkan.[5]
Arsenal menjadi klub Inggris pertama Foord. Ia bergabung pada masa ketika klub masih menjadi salah satu kekuatan utama Women's Super League dan dilatih oleh Joe Montemurro, yang sebelumnya pernah bekerja bersamanya di Australia.[5]
Kepindahan ke London menjadi tahap penting setelah Foord sebelumnya menjalani karier di Australia, Amerika Serikat dan Jepang. Ia datang sebagai penyerang yang telah memiliki pengalaman internasional panjang meskipun baru berusia 25 tahun.[5]
Arsenal
Musim 2019–2020
Foord tiba di Arsenal pada Januari 2020 dan langsung masuk ke skuad utama. Musim tersebut kemudian terganggu oleh pandemi COVID-19 sehingga kompetisi Women's Super League dihentikan dan jumlah pertandingan Foord menjadi terbatas.[19]
Dalam statistik liga, Foord mencatat satu penampilan untuk Arsenal pada musim 2019–2020. Ia kemudian masuk ke musim berikutnya dengan kondisi yang lebih siap dan menjadi bagian penting dari lini depan klub.[19]
Musim 2020–2021
Pada musim penuh pertamanya di Arsenal, Foord tampil dalam 21 pertandingan Women's Super League dan mencetak 10 gol. Ia juga tampil di kompetisi lain, sehingga total penampilannya dalam seluruh kompetisi lebih banyak daripada catatan liga tersebut.[19]
Foord menjadi salah satu penyerang utama Arsenal dalam musim pertamanya secara penuh. Statistik FBref mencatat lima assist liga dan kontribusi gol yang tinggi ketika ia digunakan sebagai penyerang maupun pemain sayap.[19]
Pada awal kariernya di Arsenal, Foord kembali membangun kerja sama dengan sejumlah pemain Australia dan internasional. Pengalaman panjangnya menjadi salah satu alasan mengapa ia cepat mendapatkan peran penting dalam skuad.[19]
Musim 2021–2022
Pada musim 2021–2022, Foord mencetak empat gol dalam 16 pertandingan Women's Super League. Ia juga membuat sejumlah penampilan pada Liga Champions dan kompetisi domestik lainnya.[19]
PFA Australia kemudian memasukkan Foord sebagai salah satu nominasi PFA Women's Footballer of the Year 2022. PFA mencatat bahwa ia bersama Steph Catley menjadi bagian dari pemain Arsenal yang berpengaruh dalam persaingan perebutan gelar WSL pada musim tersebut.[34]
Arsenal mengakhiri musim tersebut sebagai runner-up Women's Super League. Foord menjadi salah satu pemain yang membantu klub mempertahankan persaingan dengan Chelsea dan Manchester City sepanjang musim.[34]
Musim 2022–2023
Pada musim 2022–2023, Foord kembali produktif. Ia mencetak enam gol dalam 19 pertandingan WSL dan memberikan kontribusi dalam sejumlah pertandingan piala.[19]
Ia menjadi bagian dari Arsenal yang memenangkan Piala Liga Inggris pada 2023. Gelar tersebut menjadi trofi besar pertamanya bersama Arsenal sejak bergabung dengan klub pada 2020.[35]
Pada musim yang sama, Foord juga mencetak gol dalam perjalanan Arsenal di Liga Champions Wanita UEFA. Ia termasuk pemain ofensif yang digunakan ketika Arsenal berusaha melewati fase gugur kompetisi Eropa.[19]
Arsenal mencapai semifinal Liga Champions Wanita UEFA 2023. Klub tersingkir oleh Wolfsburg setelah dua pertandingan yang berlangsung ketat, tetapi Foord tetap menjadi salah satu pemain inti dalam rangkaian pertandingan tersebut.[19]
Musim 2023–2024
Pada musim 2023–2024, Foord mencetak empat gol dalam 22 pertandingan WSL. Ia juga tampil dalam kompetisi piala dan Liga Champions, sehingga total penampilan semua kompetisinya mencapai lebih dari 30 pertandingan.[19]
Pada periode ini Foord tetap menjadi bagian dari lini depan Arsenal bersama sejumlah pemain internasional. Ia digunakan baik sebagai penyerang sayap maupun sebagai pemain depan yang bergerak ke ruang tengah.[17]
Arsenal memenangkan Piala Liga Inggris pada 2024. Gelar tersebut merupakan trofi Piala Liga kedua Foord bersama klub setelah kemenangan pertama pada 2023.[36]
Foord juga terus memperoleh pengakuan dari sesama pemain Australia. PFA mencatat namanya sebagai salah satu nominasi PFA Women's Footballer of the Year 2024, bersama beberapa pemain Matildas lain.[37]
Musim 2024–2025
Pada musim 2024–2025, Foord menjadi bagian penting dari Arsenal dalam kampanye Liga Champions. Statistik klub menunjukkan ia bermain dalam 15 pertandingan Eropa dan mencetak tujuh gol serta memberikan empat assist dalam kompetisi tersebut.[6]
Catatan tersebut menempatkan Foord sebagai salah satu pencetak gol penting Arsenal dalam perjalanan menuju gelar Eropa. Produktivitasnya terlihat sejak babak kualifikasi hingga fase gugur dan final.[6]
Arsenal mencapai final Liga Champions Wanita UEFA dan menghadapi Barcelona pada 24 Mei 2025 di Lisbon. Arsenal menang 1–0 melalui gol Stina Blackstenius dan menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya sejak era awal kompetisi wanita klub Eropa.[38]
Foord menjadi bagian dari skuad Arsenal yang memenangkan gelar tersebut. FIFPRO kemudian mencatat Foord bersama Steph Catley dan Kyra Cooney-Cross sebagai pemain Australia dalam skuad Arsenal yang menjuarai Liga Champions Wanita UEFA 2024–2025.[39]
Kesuksesan Eropa membuat Foord kembali masuk dalam daftar nominasi PFA Women's Footballer of the Year 2025. PFA mencatat bahwa ia termasuk enam pemain yang dipilih panel sebagai nominasi penghargaan tersebut setelah musim bersama Arsenal dan Australia.[40]
Foord juga masuk dalam daftar nominasi individu Ballon d'Or 2025 bersama sejumlah pemain Arsenal. Nominasi tersebut datang setelah Arsenal memenangkan Liga Champions dan Foord memberikan kontribusi penting dalam kampanye Eropa klub.[41]
Musim 2025–2026
Pada musim 2025–2026, Foord tetap menjadi anggota penting skuad Arsenal. Statistik liga mencatat 14 penampilan dan satu gol di Women's Super League, sementara seluruh kompetisi mencatat jumlah penampilannya lebih banyak.[19]
Salah satu pencapaian terpenting Foord pada musim tersebut terjadi pada Februari 2026 ketika Arsenal memenangkan edisi perdana FIFA Women's Champions Cup. Turnamen tersebut mempertemukan para juara kompetisi kontinental dari sejumlah konfederasi.[42]
Arsenal mengalahkan Corinthians dengan skor 3–2 setelah perpanjangan waktu pada final 1 Februari 2026. Foord mencetak gol penentu pada menit ke-104 untuk memastikan Arsenal menjadi juara pertama kompetisi tersebut.[43]
Gol tersebut menjadi salah satu momen paling penting dalam karier klub Foord. Arsenal sendiri kemudian memasukkan kemenangan tersebut sebagai salah satu dari 20 momen terbesar yang pernah terjadi di Emirates Stadium, karena gol Foord membantu tim wanita Arsenal mengangkat trofi kompetitif di stadion tersebut untuk pertama kalinya.[44]
FIFA mencatat bahwa gol Foord pada menit ke-104 merupakan gol penentu pertandingan final dan menjadi bagian dari sejarah karena Corinthians harus menghadapi Arsenal sampai perpanjangan waktu.[43]
Pada akhir musim 2025–2026, Arsenal finis di posisi kedua Women's Super League dan kembali mengamankan tempat di kompetisi Eropa. Klub juga mencapai semifinal Liga Champions, tetapi kalah agregat 3–4 dari Lyon.[6]
Musim tersebut menjadi salah satu periode terpanjang Foord di Arsenal. Setelah lebih dari enam tahun berada di klub, ia tetap menjadi pemain senior dan bagian dari skuad yang bertanding di liga, kompetisi piala domestik, Liga Champions dan FIFA Women's Champions Cup.[6]
Perpanjangan kontrak Arsenal
Pada 2026, Arsenal memperpanjang kontrak Foord. BBC melaporkan bahwa kesepakatan baru tersebut mempertahankannya di klub hingga akhir musim 2027–2028.[7]
Ketika pengumuman dibuat, Arsenal telah mencatat Foord membuat 203 penampilan dan mencetak 57 gol sejak bergabung pada 2020. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran Foord dalam periode Arsenal yang memenangkan beberapa trofi domestik dan Eropa.[6]
Foord menyatakan bahwa dirinya masih ingin memenangkan lebih banyak trofi bersama Arsenal. Ia mengatakan bahwa kesempatan untuk tetap berada di London Utara memberinya motivasi karena ia merasa masih dapat memberikan kontribusi kepada klub.[6]
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya telah merasa nyaman tinggal di satu tempat setelah sepanjang kariernya sering berpindah negara dan liga. Menurut Foord, rasa bahagia dan nyaman tersebut berpengaruh terhadap kualitas permainannya.[6]
Perpanjangan kontrak juga menjadikan Foord salah satu pemain paling senior dalam skuad Arsenal. Sejumlah pemain yang telah lama bersama klub meninggalkan Arsenal setelah musim 2025–2026, sehingga pengalaman Foord semakin penting dalam kelompok pemain yang tersisa.[6]
Pada musim 2026–2027, Foord tetap mengenakan nomor punggung 9 untuk Arsenal. Profil Matildas dan berbagai catatan pertandingan musim baru menempatkannya sebagai penyerang dalam skuad Arsenal.[1]
Pada awal musim 2026–2027, Foord masih bermain di Women's Super League dan Liga Champions Wanita UEFA. Data statistik yang tersedia pada awal Oktober mencatat empat penampilan liga dan dua penampilan Liga Champions, meskipun kontribusi golnya pada periode tersebut masih belum tercatat.[45]
Karier internasional
Debut senior
Foord melakukan debut senior Australia pada 12 Mei 2011 melawan Selandia Baru di Gosford. Ia mencetak gol dalam salah satu penampilan awalnya untuk Australia dan menjadi salah satu pemain termuda yang pernah memperkuat Matildas.[2]
FIFA mencatat bahwa Foord mencetak gol hanya sepuluh menit setelah memulai debut internasional senior. Penampilan tersebut menjadi awal dari karier yang kemudian membawanya ke empat Piala Dunia berturut-turut pada 2011, 2015, 2019 dan 2023.[26]
Kecepatan perkembangannya membuat Foord masuk ke skuad Piala Dunia 2011 hanya sebulan setelah debut senior. Pada usia 16 tahun, ia langsung ditempatkan dalam situasi pertandingan paling tinggi yang tersedia bagi pemain sepak bola wanita.[3]
Piala Dunia 2011
Dalam Piala Dunia 2011, Foord tampil dalam seluruh pertandingan Australia. Ia pertama kali menjadi sorotan ketika ditugaskan menghadapi Marta dan menunjukkan kemampuan bertahan meskipun posisi tersebut bukanlah peran utama yang dibangunnya sebelum turnamen.[15]
Foord tampil sebagai pemain bertahan dalam turnamen tersebut. Pengalamannya memperkuat Australia di sisi pertahanan ikut membantu tim mencapai perempat final, meskipun akhirnya tersingkir setelah kalah dari Swedia.[15]
FIFA Technical Study Group memilih Foord sebagai Best Young Player karena pengaruhnya pada turnamen. Penghargaan tersebut menjadikannya pemain pertama yang menerima penghargaan tersebut pada Piala Dunia wanita edisi 2011.[16]
Penghargaan tersebut kemudian menjadi salah satu pencapaian yang selalu dikaitkan dengan karier internasional Foord. Ia tetap bermain untuk Australia lebih dari 15 tahun kemudian dan pada 2026 telah mengumpulkan 150 caps.[1]
Piala Asia 2014
Foord tampil pada Piala Asia Wanita AFC 2014 di Vietnam. Australia mencapai final turnamen tersebut tetapi kalah dari Jepang, sehingga harus puas menjadi runner-up.[46]
Piala Asia 2014 menjadi salah satu turnamen kontinental awal Foord bersama tim senior. Sejak saat itu, ia tetap menjadi bagian dari skuad Australia untuk berbagai edisi Piala Asia berikutnya.[1]
Piala Dunia 2015
Pada Piala Dunia 2015, Foord tampil dalam seluruh pertandingan Australia sebagai pemain yang dapat digunakan di lini pertahanan. Australian Olympic Committee kemudian menyebut bahwa ia bermain setiap menit selama Australia mencapai perempat final.[15]
Australia mengalahkan Brasil 1–0 pada babak 16 besar. Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil paling penting bagi tim nasional dan membawa Foord tampil pada perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.[26]
Olimpiade Rio 2016
Foord menjadi bagian dari skuad Australia di Olimpiade Rio 2016. Dalam pertandingan kedua fase grup melawan Jerman, ia mencetak gol dalam hasil imbang 2–2.[30]
Australia lolos ke perempat final setelah kemenangan atas Zimbabwe. Mereka kemudian menghadapi Brasil dan kalah melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 0–0 selama 120 menit.[29]
Pengalaman tersebut menambah turnamen besar yang telah dijalani Foord dalam usia muda. Pada akhir 2016, AFC kemudian memilihnya sebagai Women's Player of the Year.[27]
Piala Asia 2018
Australia mencapai final Piala Asia 2018 dan kembali menjadi runner-up setelah kalah dari Jepang. Foord menjadi salah satu pemain yang sudah beralih ke peran ofensif dalam skuad Australia.[31]
Piala Dunia 2019
Pada Piala Dunia 2019, Foord mencetak gol pertamanya di putaran final Piala Dunia ketika Australia mengalahkan Brasil 3–2. FIFA memasukkan gol dan penampilannya sebagai bagian dari alasan mengapa Foord menjadi salah satu pemain penting Australia pada turnamen tersebut.[32]
Australia kemudian kalah dari Norwegia melalui adu penalti pada babak 16 besar. Foord kembali menyelesaikan turnamen besar sebagai pemain utama Australia dan mempertahankan posisinya dalam skuad untuk Olimpiade berikutnya.[33]
Olimpiade Tokyo 2020
Foord dipanggil ke skuad Australia untuk Olimpiade Tokyo 2020. Turnamen tersebut digelar pada 2021 setelah ditunda akibat pandemi COVID-19.[8]
Australia mengalahkan Britania Raya pada perempat final dan lolos ke semifinal. Di semifinal, mereka kalah dari Swedia dan kemudian menghadapi Amerika Serikat dalam perebutan medali perunggu.[29]
Australia kalah 3–4 dari Amerika Serikat dalam pertandingan perebutan perunggu dan finis di posisi keempat. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik sepak bola wanita Australia di Olimpiade pada saat itu.[29]
Mencapai 100 caps
Pada 8 April 2022, Foord mencapai 100 penampilan internasional dalam pertandingan melawan Selandia Baru. Matildas mencatat pertandingan tersebut sebagai tonggak penting dalam kariernya yang dimulai sejak debut pada 2011.[47]
Foord termasuk dalam kelompok pemain Australia yang telah mencapai 100 caps. Pada pembaruan Matildas yang mencakup 2026, namanya tercatat dengan 150 penampilan dan 41 gol untuk tim nasional.[47][1]
Piala Dunia 2023
Foord dipanggil ke skuad Australia untuk Piala Dunia Wanita FIFA 2023 di Australia dan Selandia Baru. Turnamen tersebut menjadi Piala Dunia keempatnya setelah tampil pada edisi 2011, 2015 dan 2019.[17]
FIFA memasukkan Foord sebagai salah satu dari lima pemain Australia yang patut diperhatikan menjelang turnamen. FIFA menggambarkan dirinya sebagai pemain yang telah berkembang dari bek sayap pada usia muda menjadi pemain sayap atau penyerang yang mampu menciptakan ancaman dari berbagai posisi.[32]
Pada pertandingan pertama melawan Republik Irlandia, Foord menjadi bagian dari lini serang Australia. Australia menang 1–0 lewat penalti Steph Catley.[17]
Pada pertandingan fase grup melawan Kanada, Australia menang 4–0. Foord tampil sebagai salah satu pemain ofensif yang membantu Australia menguasai pertandingan dan lolos dari fase grup.[17]
Pada babak 16 besar melawan Denmark, Foord mencetak gol dalam kemenangan Australia 2–0. Gol tersebut membantu Australia lolos ke perempat final dan menjadi salah satu momen penting Foord pada Piala Dunia kandang.[48]
Australia kemudian menghadapi Prancis pada perempat final. Setelah pertandingan berakhir 0–0 hingga perpanjangan waktu, Australia menang melalui adu penalti dengan Foord menjadi salah satu penendang yang berhasil menjalankan tugasnya.[8]
Australia mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya. Di semifinal, mereka kalah dari Inggris, kemudian kalah dari Swedia dalam pertandingan perebutan tempat ketiga dan finis di posisi keempat.[33]
Foord menjadi salah satu pemain penting Australia sepanjang turnamen. FIFA memasukkan namanya dalam daftar kandidat The Best FIFA Women's Player setelah penampilannya dalam perjalanan Australia menuju semifinal.[49]
FIFA menyebut Foord sebagai pemain yang menjadi salah satu pemimpin lini serang Australia ketika Sam Kerr mengalami cedera betis sebelum turnamen. Foord kemudian mengambil tanggung jawab tambahan dalam serangan dan menjadi salah satu figur utama Matildas pada Piala Dunia tersebut.[49]
Olimpiade Paris 2024
Foord kembali memperkuat Australia pada Olimpiade Paris 2024, yang menjadi penampilan Olimpiade ketiganya setelah Rio 2016 dan Tokyo 2020.[8]
Sebelum Olimpiade, Foord membantu Australia lolos dari kualifikasi dengan tampil dalam dua pertandingan melawan Uzbekistan. Australian Olympic Committee mencatat bahwa ia mencetak gol dalam kedua leg rangkaian kualifikasi tersebut.[8]
Pada fase grup Paris 2024, Australia menghadapi Jerman, Zambia dan Amerika Serikat. Dalam pertandingan melawan Zambia, Australia tertinggal 2–5 sebelum melakukan comeback dan menang 6–5.[50]
Foord terlibat dalam serangan Australia dalam pertandingan tersebut. Ia memperoleh peluang dari umpan Hayley Raso pada babak pertama dan menjadi salah satu pemain yang terus memberikan ancaman ketika Australia mencoba mengejar ketertinggalan.[50]
Australia kemudian menghadapi Amerika Serikat dalam pertandingan penentuan dan kalah 0–3. Kekalahan tersebut membuat Australia tersingkir dan tidak dapat mengulang keberhasilan mencapai perebutan medali pada Olimpiade Tokyo.[8]
Piala Asia 2026
Foord menjadi bagian dari skuad Australia untuk Piala Asia Wanita AFC 2026 yang berlangsung di kandang sendiri. Menjelang turnamen, Matildas mencatat bahwa ia telah menjadi bagian dari sepuluh turnamen besar untuk Australia sejak melakukan debut pada 2011.[51]
Pada saat pengumuman skuad tersebut, Foord memiliki 140 caps dan 39 gol. Ia menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad dan termasuk dalam kelompok penyerang yang diandalkan Australia di turnamen kandang.[51]
Dalam pertandingan pembuka melawan Filipina, Foord bermain sebagai penyerang. Australia menang 1–0 dan melanjutkan perjalanan menuju fase berikutnya.[52]
Foord kemudian berkontribusi dalam pertandingan-pertandingan fase gugur. Pada semifinal melawan Tiongkok, ia mencetak gol yang membantu Australia memenangkan pertandingan dan mencapai final Piala Asia.[23]
Dalam perjalanan menuju final, Foord juga memberikan dua assist untuk Australia. Kontribusinya membuatnya kemudian masuk dalam FIFPRO Asia/Oceania Women's Asian Cup Team of the Tournament melalui pemungutan suara sesama pemain.[23]
Final mempertemukan Australia dengan Jepang. Jepang menang 1–0 dan Australia menjadi runner-up, tetapi Foord tetap masuk ke dalam tim terbaik turnamen yang dipilih melalui suara pemain profesional dari negara-negara peserta.[53]
FIFPRO memilih Foord sebagai salah satu dari tiga penyerang dalam Team of the Tournament, bersama Sam Kerr dari Australia dan Riko Ueki dari Jepang. Pemilihan tersebut dilakukan melalui proses voting lebih dari 100 pemain dari negara-negara peserta turnamen.[53]
Statistik tim nasional pada 2026
Pada April 2026, Foord masuk dalam skuad Australia dengan 146 caps dan 41 gol. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 150 caps dalam pembaruan skuad Oktober 2026.[54][1]
Jumlah tersebut membuat Foord berada dalam kelompok pemain dengan jumlah penampilan tertinggi dalam sejarah Matildas. Ia juga tetap aktif ketika memasuki musim internasional 2026 dan dipanggil kembali untuk jendela FIFA Oktober.[47][1]
Foord mencetak 41 gol pada saat pembaruan Oktober 2026. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Australia, sekaligus salah satu pemain paling berpengalaman yang masih aktif.[1]
Gaya bermain
Foord dikenal sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan menggiring bola. FIFA menyebut bahwa ia memiliki kemampuan langka untuk membawa bola dalam kecepatan tinggi dan tetap mampu mengendalikan bola ketika melewati pemain bertahan lawan.[4]
Ia terutama berbahaya ketika menerima bola di sisi lapangan kemudian bergerak menuju kotak penalti. Profil Matildas menyebut bahwa Foord paling berbahaya ketika berlari menghadapi bek lawan di dalam atau sekitar kotak penalti dan mencari kesempatan untuk melakukan umpan silang berbahaya.[51]
Kemampuan tersebut membuatnya dapat bermain sebagai winger ataupun penyerang. Ia dapat memulai serangan dari sisi kiri maupun kanan lalu bergerak ke tengah untuk mencari ruang tembak.[17]
Foord juga memiliki pengalaman sebagai full-back. Pengalaman tersebut dimulai sejak usia muda ketika pelatih Australia menggunakannya di lini pertahanan dan berlanjut pada sejumlah pertandingan tim nasional serta klub.[4]
FIFA menyebut perubahan posisi tersebut sebagai bagian dari perkembangan Foord. Ia awalnya merupakan penyerang yang bergerak bebas, tetapi kemudian mempelajari tanggung jawab full-back sebelum kembali berperan lebih banyak di lini serang.[4]
Pengalaman defensif membuat Foord memiliki pemahaman yang baik mengenai ruang di belakang bek. Ketika menyerang sebagai winger, ia dapat membaca kapan harus melakukan lari di belakang garis pertahanan karena sebelumnya pernah menjalankan tanggung jawab dari sisi sebaliknya.[4]
Foord juga memiliki kemampuan untuk menciptakan ruang melalui dribel. FIFA menempatkannya sebagai salah satu pemain yang mampu melakukan penetrasi dengan kecepatan dan perubahan arah ketika menghadapi pertahanan lawan.[32]
Kemampuan tersebut membuatnya tidak bergantung sepenuhnya pada umpan terobosan. Ia dapat menerima bola dalam situasi satu lawan satu, membawa bola sendiri dan menciptakan peluang melalui aksi individual.[51]
Umpan silang menjadi salah satu cara lain Foord memberikan kontribusi. Profil Matildas menyebut bahwa setelah masuk ke area kotak penalti ia dapat menarik perhatian bek lawan dan kemudian memberikan umpan ke area berbahaya.[51]
Di Arsenal, Foord juga sering digunakan sebagai pemain yang bergerak antara garis pertahanan dan lini tengah lawan. Peran tersebut memberinya ruang untuk memanfaatkan kecepatannya ketika Arsenal melakukan transisi menyerang.[19]
Kombinasi pengalaman sebagai bek dan penyerang menjadikan Foord salah satu pemain yang fleksibel. Ia dapat mengisi beberapa posisi tanpa kehilangan kemampuan untuk melakukan penetrasi dan memberikan kontribusi ofensif.[17]
Kemampuan mencetak gol dari area kotak penalti juga merupakan salah satu cirinya. Golnya pada final FIFA Women's Champions Cup 2026 datang setelah ia masuk ke area serang dan mencetak gol penentu pada menit ke-104 perpanjangan waktu.[43]
Di level internasional, Foord juga telah menunjukkan kemampuan mencetak gol dalam pertandingan penting. Ia mencetak gol Piala Dunia melawan Brasil pada 2019, mencetak gol melawan Denmark pada Piala Dunia 2023 dan menjadi pencetak gol pada pertandingan-pertandingan Olimpiade maupun Piala Asia.[32][48][23]
Penghargaan individu
Pada Piala Dunia Wanita FIFA 2011, Foord dianugerahi penghargaan Hyundai Best Young Player. FIFA Technical Study Group memilihnya setelah mempertimbangkan penampilannya sepanjang turnamen di Jerman.[16]
Pada 2011, Foord juga memenangkan Asian Women's Young Footballer of the Year. AFC kemudian mencatat bahwa ia menjadi salah satu dari hanya dua pemain yang pernah memenangkan penghargaan pemain muda dan penghargaan pemain wanita senior AFC.[27]
Football Federation Australia memberikan penghargaan U20 Women's Footballer of the Year kepada Foord pada 2011. Pencapaian tersebut datang pada tahun yang sama dengan keberhasilan internasionalnya di Piala Dunia senior.[27]
Pada 2016, Foord dinobatkan sebagai AFC Women's Player of the Year. AFC mencatat bahwa penghargaan tersebut diberikan setelah kontribusinya untuk Australia pada 2016, terutama penampilan di Olimpiade Rio.[27]
Penghargaan AFC 2016 menjadikan Foord pemain Australia ketiga yang menerima penghargaan tersebut setelah Kate Gill dan Katrina Gorry. Ia memenangkan penghargaan dalam persaingan dengan Lisa De Vanna dan Tan Ruyin.[28]
Foord juga mendapatkan pengakuan dalam PFA Women's Footballer of the Year. Pada 2011 ia menjadi runner-up dalam pemungutan suara pemain, dan pada 2022, 2024 dan 2025 namanya kembali muncul sebagai nominasi penghargaan PFA tersebut.[55][34][37][40]
Pada 2025, Foord menjadi salah satu dari enam nominasi PFA Women's Footballer of the Year. Penghargaan akhirnya dimenangkan oleh rekan setimnya di Arsenal dan tim nasional Steph Catley.[40]
Pada 2026, Foord dipilih oleh sesama pemain untuk masuk ke dalam FIFPRO Asia/Oceania Women's Asian Cup Team of the Tournament. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan pemungutan suara pemain yang mengikuti Piala Asia 2026.[53]
Prestasi klub
Sydney FC
- W-League Premiership: 2010–2011[13]
- W-League Championship: 2018–2019[5]
Perth Glory
Arsenal
- FA Women's League Cup: 2022–2023, 2023–2024[35][36]
- Liga Champions Wanita UEFA: 2024–2025[38]
- Piala Champions Wanita FIFA: 2026[43]
Prestasi internasional
Australia
- Runner-up Piala Asia Wanita AFC: 2014[46]
- Runner-up Piala Asia Wanita AFC: 2018[31]
- Peringkat keempat Olimpiade Tokyo 2020[29]
- Peringkat keempat Piala Dunia Wanita FIFA 2023[33]
- Peringkat keempat Olimpiade Paris 2024[8]
- Runner-up Piala Asia Wanita AFC 2026[53]
Penghargaan individu
- Pemain Muda Terbaik Piala Dunia Wanita FIFA: 2011[16]
- Asian Women's Young Footballer of the Year: 2011[27]
- FFA U20 Women's Footballer of the Year: 2011[27]
- AFC Women's Player of the Year: 2016[27]
- NWSL Second XI: 2013[19]
- FIFPRO Asia/Oceania Women's Asian Cup Team of the Tournament: 2026[53]
Kehidupan internasional dan tonggak karier
Foord menjadi salah satu pemain termuda yang pernah tampil dalam Piala Dunia wanita ketika berusia 16 tahun pada 2011. Lebih dari satu dekade kemudian ia telah berkembang menjadi pemain senior dengan pengalaman di empat edisi Piala Dunia, tiga Olimpiade dan beberapa edisi Piala Asia.[1]
Matildas mencatat Piala Dunia 2011, 2015, 2019 dan 2023 sebagai empat edisi yang diikuti Foord. Piala Asia 2014, 2018, 2022 dan 2026 serta Olimpiade 2016, 2020 dan 2024 juga tercatat sebagai turnamen besar dalam karier internasionalnya.[1]
Foord telah memainkan peran berbeda pada tiap tahap tersebut. Pada 2011 dan 2015, ia lebih banyak mendapat tugas defensif, sedangkan pada periode berikutnya ia berkembang menjadi salah satu opsi utama di lini depan Australia.[4]
Perubahan tersebut juga tercermin dalam karier klub. Ia telah bermain di beberapa posisi dan beberapa negara, mulai dari W-League Australia, NWSL Amerika Serikat, liga Jepang hingga Women's Super League Inggris.[19][11]
Pengalaman tersebut membuat Foord menjadi salah satu pemain yang paling berpengalaman dalam generasi Matildas yang tampil di berbagai turnamen besar sepanjang dekade 2010-an dan 2020-an.[1]
Peran dalam generasi emas Matildas
Foord muncul pada generasi Australia yang mulai menghasilkan lebih banyak pemain profesional di luar negeri. FIFA pada 2016 menggambarkannya sebagai salah satu pemain yang memimpin generasi baru Matildas menuju periode yang lebih menjanjikan.[4]
Pada periode tersebut, Foord bermain bersama sejumlah pemain yang kemudian juga menjadi pemain inti Australia, termasuk Sam Kerr, Steph Catley dan Alanna Kennedy. Pengalaman bersama mereka berlangsung sejak fase junior hingga level tim nasional senior.[1]
Foord menjadi bagian dari tim yang mencapai perempat final Piala Dunia 2011, 2015 dan Olimpiade 2016, semifinal Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2023, serta final Piala Asia 2014, 2018 dan 2026.[1][29]
Pada Piala Dunia 2023, pengalaman Foord menjadi sangat penting ketika Sam Kerr mengalami cedera dan tidak dapat tampil dalam sebagian besar turnamen. FIFA secara khusus menyoroti peran Foord dalam memimpin serangan Australia dalam absennya Kerr.[49]
Foord menjadi starter dalam setiap pertandingan Australia di Piala Dunia 2023. Ia mencetak gol melawan Denmark pada babak 16 besar dan mengambil bagian dalam adu penalti perempat final melawan Prancis.[48]
Pengaruhnya tidak hanya terlihat dari gol. Foord juga membantu Australia mempertahankan ancaman dari sisi lapangan dan memberikan ruang bagi penyerang lain melalui pergerakan tanpa bola.[32]
Pada Piala Asia 2026, Foord sekali lagi memperlihatkan nilai pengalamannya. Ia mencetak gol di semifinal dan memberikan dua assist sepanjang turnamen sebelum masuk ke dalam FIFPRO Team of the Tournament.[23]
Karier di Arsenal sebagai pemain senior
Foord menjadi salah satu pemain paling lama berada di skuad Arsenal pada saat memasuki musim 2026–2027. Setelah lebih dari enam musim di klub, ia tetap menjadi bagian dari lini depan dan kelompok pemain senior Arsenal.[6]
Pengalaman Foord mencakup perubahan beberapa pelatih di Arsenal dan perubahan struktur skuad. Ia tetap bertahan ketika sejumlah pemain senior meninggalkan klub setelah musim 2025–2026 dan menandatangani perpanjangan kontrak baru.[6]
Foord membantu Arsenal memenangkan trofi domestik pertama dalam kariernya di Inggris melalui Piala Liga 2023. Ia kemudian menjadi bagian dari tim yang memenangkan kompetisi yang sama pada 2024.[35][36]
Puncak karier klubnya bersama Arsenal terjadi pada 2025 ketika klub memenangkan Liga Champions Wanita UEFA. Foord menjadi salah satu pemain ofensif paling produktif dalam perjalanan Arsenal menuju final, dengan tujuh gol dan empat assist dalam 15 penampilan Eropa.[6]
Setahun kemudian, ia mencetak gol penentu dalam final perdana FIFA Women's Champions Cup. Arsenal mengalahkan Corinthians 3–2 setelah perpanjangan waktu dan Foord menjadi pencetak gol penentu pada menit ke-104.[43]
Kemenangan tersebut menempatkan Foord sebagai salah satu pemain yang memenangi dua trofi klub internasional utama secara berurutan bersama Arsenal, yakni Liga Champions 2025 dan FIFA Women's Champions Cup 2026.[6]
Foord juga menjadi salah satu pemain Arsenal yang paling berpengalaman dalam konteks kompetisi Eropa. Klub menyebut penampilannya di Liga Champions menjadi bagian penting dari kesuksesan Arsenal pada 2024–2025.[6]
Statistik klub
| Klub | Periode | Penampilan liga | Gol liga |
|---|---|---|---|
| Central Coast Mariners | 2009–2010 | 0 | 0 |
| Sydney FC | 2010–2013 | 35 | 6 |
| Sky Blue FC | 2013–2015 | 46 | 0 |
| Perth Glory | 2014–2016 | 20 | 6 |
| Sydney FC | 2016–2020 | 40 | 21 |
| Vegalta Sendai | 2017 | 17 | 4 |
| Portland Thorns FC | 2018–2019 | 23 | 3 |
| Arsenal | 2020–sekarang | 112* | 31* |
Data statistik liga yang tersedia menunjukkan Foord mencatat 35 penampilan dan enam gol pada periode awal bersama Sydney FC, kemudian kembali ke klub pada beberapa periode setelah bermain di luar negeri. Statistik tersebut tidak selalu menghitung semua pertandingan piala atau playoff, sehingga jumlah keseluruhan penampilannya di klub lebih tinggi daripada tabel liga.[19]
Australian Professional Leagues mencatat total 86 penampilan dan 28 gol Foord untuk Sydney FC sepanjang seluruh periode W-League-nya hingga transfer ke Arsenal pada 2020. Angka tersebut mencakup beberapa periode berbeda ketika ia kembali memperkuat klub setelah bermain di luar negeri.[13]
Untuk Perth Glory, Foord mencatat 20 penampilan liga dan enam gol menurut statistik yang tersedia. Klub Perth juga mencatat bahwa ia mencetak lima gol pada musim pertamanya bersama klub dan mengalami cedera patah tulang selangka pada musim berikutnya.[24]
Untuk Vegalta Sendai, Foord membuat 17 penampilan liga dan mencetak empat gol pada 2017. Data statistik tersebut tidak mencakup seluruh penampilannya pada pertandingan piala yang membuat jumlah total pertandingan musimannya lebih tinggi.[19]
Untuk Portland Thorns, Foord mencatat 23 penampilan liga dan tiga gol dalam dua musim. Jika pertandingan playoff dan kompetisi lain dihitung, total penampilannya mencapai 26 pertandingan dengan tiga gol.[19]
Di Arsenal, statistik liga yang tersedia mencatat 112 penampilan dan 31 gol sampai akhir musim 2025–2026 pada basis data FBref. Catatan seluruh kompetisi lebih tinggi karena mencakup Liga Champions, Piala FA, Piala Liga dan FIFA Women's Champions Cup.[19]
Pada awal musim 2026–2027, Foord telah tampil dalam kompetisi liga dan Eropa untuk Arsenal. Data FBref pada awal Oktober mencatat empat penampilan Women's Super League dan dua penampilan Liga Champions Wanita UEFA.[45]
Menurut pengumuman perpanjangan kontrak pada 2026, Arsenal menghitung total 203 penampilan dan 57 gol Foord di seluruh kompetisi sejak bergabung pada Januari 2020. Angka tersebut merupakan statistik klub pada saat pengumuman kontrak baru, bukan hanya pertandingan liga.[6]
Statistik tim nasional
Foord melakukan debut untuk Australia pada 12 Mei 2011 dan telah menjadi anggota tim nasional selama lebih dari 15 tahun. Pada Oktober 2026, Matildas mencatat 150 caps dan 41 gol untuknya.[1]
Ia menjadi salah satu pemain Australia yang telah menembus 100 caps. Matildas mencatat tanggal penampilan ke-100 Foord adalah 8 April 2022 ketika Australia menghadapi Selandia Baru.[47]
Statistik internasional Foord mencakup penampilan pada empat Piala Dunia, empat Piala Asia dan tiga Olimpiade. Ia merupakan salah satu pemain Australia dengan pengalaman turnamen internasional paling luas pada skuad 2026.[1]
Foord mencetak gol pertamanya untuk Australia dalam debut seniornya pada 2011. Setelah itu ia mencetak gol dalam pertandingan Piala Dunia, Olimpiade, kualifikasi dan turnamen konfederasi.[3]
Pada Piala Dunia 2023, Foord mencetak satu gol melawan Denmark. Pada Olimpiade Paris 2024, ia membantu Australia dalam rangkaian kualifikasi dan pertandingan turnamen, sedangkan pada Piala Asia 2026 ia mencetak gol dalam kemenangan semifinal melawan Tiongkok.[48][23]
Jumlah 41 gol internasional pada Oktober 2026 menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah Matildas. Ia masih aktif sehingga jumlah tersebut dapat bertambah pada pertandingan internasional berikutnya.[1]
Kehidupan di luar lapangan
Foord tumbuh di Shellharbour dan memiliki hubungan kuat dengan komunitas sepak bola New South Wales. Football NSW mencatat bahwa perjalanan masa mudanya melibatkan perjalanan ke berbagai tempat untuk latihan dan pertandingan sebelum ia mencapai sepak bola tingkat nasional.[9]
Pengalaman sebagai pemain muda dari daerah Illawarra membentuk bagian penting dari identitas Foord. Ketika kembali bermain untuk Sydney FC, ia beberapa kali tampil dalam pertandingan yang digelar di sekitar wilayah asalnya dan mengungkapkan kegembiraannya dapat bermain di depan publik kampung halaman.[23]
Pada 2019, Sydney FC menjadwalkan pertandingan melawan Melbourne City di Wollongong dan Foord menyebut pertandingan tersebut sebagai salah satu pertandingan yang paling ditunggunya karena dimainkan dekat dengan kota kelahirannya.[23]
Foord juga dikenal karena hubungan profesionalnya dengan pemain-pemain Australia lain. Ia telah bermain bersama Sam Kerr, Steph Catley, Alanna Kennedy, Hayley Raso dan banyak pemain Matildas lain baik di klub maupun tim nasional.[1]
Ketika bermain di Arsenal, ia kembali bermain bersama beberapa pemain Australia, termasuk Steph Catley dan Kyra Cooney-Cross. FIFPRO mencatat ketiganya sebagai bagian dari kelompok pemain Australia yang memenangkan Liga Champions bersama Arsenal pada 2025.[39]
Foord juga merupakan salah satu pemain Australia yang aktif bermain di Inggris selama periode pertumbuhan pesat Women's Super League. Pada 2025, FIFPRO mencatat dirinya termasuk sejumlah pemain Asia dan Oseania yang berbasis di Inggris dan terlibat dalam diskusi mengenai kondisi pemain serta persiapan menuju Piala Asia 2026.[56]
Dalam pertemuan tersebut, Foord bersama pemain Australia lain membahas ekspektasi pemain terhadap turnamen besar dan cara menyeimbangkan tuntutan klub dengan tugas tim nasional. Pertemuan itu dilakukan sebagai bagian dari kegiatan FIFPRO Asia/Oceania menjelang Piala Asia 2026.[56]
Pengaruh dan representasi
Foord termasuk generasi pemain yang membantu meningkatkan visibilitas sepak bola wanita Australia. Ia tampil di Piala Dunia pada usia 16 tahun, ketika sepak bola wanita Australia belum memiliki dukungan komersial dan jumlah penonton seperti yang berkembang satu dekade kemudian.[3]
Perjalanan kariernya bertepatan dengan perkembangan W-League, NWSL dan Women's Super League. Ia mengalami langsung perubahan tingkat profesionalisme, fasilitas dan peluang yang tersedia bagi pemain wanita dalam periode tersebut.[4]
Pada 2016 FIFA menyebut Foord sebagai salah satu pemain yang memimpin generasi baru Australia. Dalam tulisan tersebut ia disebut bukan lagi sekadar pemain muda berbakat setelah memenangkan AFC Women's Player of the Year dan tampil menonjol dalam perjalanan Olimpiade Rio.[4]
Pengakuan tersebut dilanjutkan dengan perannya pada Piala Dunia 2019, Olimpiade Tokyo 2020, Piala Dunia 2023 dan Olimpiade Paris 2024. Ia terus berada dalam skuad utama Australia ketika generasi baru pemain muncul.[1]
Pada Piala Dunia 2023, Foord menjadi salah satu wajah penting Matildas di turnamen kandang. FIFA menempatkannya sebagai salah satu pemain yang paling berpengaruh dalam perjalanan Australia menuju semifinal.[49]
Keberhasilannya tampil konsisten dalam berbagai periode juga membuat Foord menjadi salah satu pemain yang dapat menjadi penghubung antara generasi lama dan generasi baru Matildas. Pengalaman bermain sejak 2011 membuatnya memiliki lebih banyak pengalaman turnamen daripada sebagian besar pemain muda dalam skuad saat ini.[1]
Perjalanan karier lintas negara
Karier Foord mencakup empat lingkungan sepak bola utama, yakni Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Inggris. Setiap perpindahan memberikan pengalaman berbeda yang kemudian memengaruhi perkembangan gaya bermainnya.[19]
Di Australia, ia berkembang melalui W-League bersama Sydney FC dan Perth Glory. Di Amerika Serikat, ia mendapatkan pengalaman di NWSL bersama Sky Blue FC dan Portland Thorns.[19]
Di Jepang, ia memperkuat Vegalta Sendai pada 2017. Dalam wawancara dengan FIFA, ia mengatakan bahwa pengalaman Jepang memberinya kesempatan untuk mempelajari pendekatan permainan yang lebih menekankan penguasaan bola dan teknik.[21]
Di Inggris, Arsenal menjadi klub yang ditempatinya paling lama di luar Australia. Pada 2026 Foord memasuki musim ketujuh bersama klub tersebut setelah kontraknya diperpanjang hingga 2027–2028.[7]
Perpindahan lintas negara tersebut tidak membuat Foord kehilangan tempat di tim nasional. Ia terus dipanggil Australia meskipun berpindah klub dan liga, menunjukkan pentingnya perannya dalam struktur Matildas.[1]
Pengalaman sebagai pemain serba guna
Salah satu ciri utama karier Foord adalah kemampuannya bermain di lebih dari satu posisi. Ia pernah bermain sebagai penyerang, winger, gelandang serang dan bek sayap, tergantung kebutuhan tim.[4]
Pada Piala Dunia 2011, kemampuan defensifnya menjadi faktor utama ketika pelatih Australia memintanya menjaga pemain sayap lawan. Pada tahun-tahun berikutnya, ia secara bertahap kembali ke lini depan dan menjadi pencetak gol yang lebih konsisten.[4]
Matildas pada 2024 menggambarkan evolusi tersebut sebagai perubahan dari attacking full-back menjadi salah satu penyerang paling serbaguna Australia. Deskripsi tersebut mencerminkan perjalanan posisi Foord sejak debutnya sebagai pemain remaja.[17]
Kemampuan tersebut juga membuatnya dapat bermain baik dalam formasi dengan dua penyerang maupun sistem yang menggunakan winger. Ia mampu bergerak melebar untuk mendapatkan bola dan kemudian memotong ke dalam menuju area tembak.[17]
Dalam beberapa pertandingan, Foord juga digunakan untuk membantu tekanan dari depan. Kecepatan dan kemampuannya mengejar bek lawan memungkinkan tim mendapatkan kembali penguasaan bola di area yang lebih tinggi.[51]
Kombinasi kecepatan, dribel dan fleksibilitas membuat Foord mampu beradaptasi dengan berbagai pelatih. Ia telah bermain di bawah sistem taktik berbeda di Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Inggris.[19]
Rekor turnamen besar
Foord telah berpartisipasi dalam empat edisi Piala Dunia Wanita FIFA. Ia tampil pertama kali pada 2011, kemudian 2015, 2019 dan 2023.[1]
Pada 2011, ia membantu Australia mencapai perempat final dan memenangkan penghargaan Pemain Muda Terbaik. Pada 2015, Australia kembali mencapai perempat final dengan Foord bermain sebagai salah satu pemain pertahanan utama.[15][16]
Pada 2019, Foord mencetak gol Piala Dunia pertamanya melawan Brasil dan Australia kembali mencapai fase gugur. Pada 2023, ia mencetak gol melawan Denmark dan membantu Australia mencapai semifinal untuk pertama kalinya.[32][48]
Foord juga telah tampil di tiga Olimpiade. Australia mencapai perempat final Rio 2016, semifinal Tokyo 2020 dan finis di posisi kesembilan pada Paris 2024 setelah tersingkir di fase grup.[8]
Pada Piala Asia, Foord bermain pada edisi 2014, 2018, 2022 dan 2026. Australia menjadi runner-up pada 2014, 2018 dan 2026, sedangkan pada 2022 mereka mencapai fase gugur.[1]
Dengan pengalaman tersebut, Foord termasuk pemain Australia yang telah tampil dalam jumlah besar pada turnamen internasional utama. Matildas mencatat sepuluh major tournaments dalam kariernya hingga Piala Asia 2026.[51]
Kiprah di Piala Dunia 2023 dan pengakuan global
Performa Foord di Piala Dunia 2023 membuatnya masuk dalam daftar kandidat The Best FIFA Women's Player. FIFA menilai ia menjadi salah satu pemain paling penting Australia dalam perjalanan menuju semifinal.[49]
FIFA menekankan bahwa Foord harus mengambil tanggung jawab lebih besar di lini serang karena Sam Kerr absen pada sebagian besar pertandingan. Foord kemudian menjadi starter dan salah satu pemain yang konsisten memberikan ancaman dari sisi lapangan.[49]
Gol melawan Denmark menjadi salah satu momen penting dalam turnamen. Australia menang 2–0 dan melaju ke perempat final untuk menghadapi Prancis.[48]
Dalam adu penalti melawan Prancis, Foord menjalankan tugasnya sebagai salah satu penendang Australia. Australia kemudian memenangkan adu penalti dan mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya.[8]
Setelah turnamen selesai, Foord menjadi salah satu pemain Australia yang paling banyak dibicarakan karena kontribusi ofensif dan pengalaman kepemimpinannya. Ia kemudian masuk nominasi penghargaan The Best FIFA Women's Player.[49]
Kiprah di Piala Champions Wanita FIFA 2026
Pada awal 2026, Foord membantu Arsenal mengikuti FIFA Women's Champions Cup perdana. Turnamen tersebut dibuat untuk mempertemukan juara-juara kontinental sepak bola wanita di tingkat klub.[42]
Arsenal mengalahkan ASFAR pada salah satu pertandingan fase turnamen dan kemudian mencapai final. Foord menjadi bagian dari skuad Arsenal yang menghadapi Corinthians pada pertandingan penentuan gelar.[43]
Final berlangsung di Emirates Stadium pada 1 Februari 2026. Arsenal menang 3–2 setelah perpanjangan waktu melalui gol Foord pada menit ke-104.[43]
FIFA menyebut gol Foord sebagai salah satu statistik utama turnamen. Gol tersebut menjadi salah satu dari dua gol penentu yang tercipta pada menit ke-104 dalam fase akhir kompetisi.[43]
Arsenal mengangkat trofi perdana FIFA Women's Champions Cup dan Foord menjadi bagian dari sejarah sebagai pencetak gol kemenangan final pertama kompetisi tersebut.[44]
Penghargaan dari sesama pemain
Pada April 2026, Foord menerima pengakuan FIFPRO Asia/Oceania setelah dipilih masuk Team of the Tournament Piala Asia 2026. Proses pemilihan dilakukan melalui voting pemain dan seluruh pemain yang tampil di turnamen berhak dipilih.[53]
Foord dipilih sebagai penyerang bersama Sam Kerr dan Riko Ueki. Tim tersebut terdiri atas pemain Australia, Jepang dan Korea Selatan yang dinilai memiliki performa terbaik selama turnamen.[53]
FIFPRO menyatakan bahwa penghargaan berbasis suara pemain memiliki arti khusus karena pemain sendiri yang menilai kualitas dan kontribusi rekan-rekan mereka di lapangan.[53]
Pengakuan tersebut melengkapi penghargaan individu Foord pada masa awal karier. Ia sebelumnya menerima penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2011 dan AFC Women's Player of the Year 2016.[16][27]
Statistik karier internasional per Oktober 2026
Pada pemanggilan Oktober 2026, Matildas mencatat Foord telah membuat 150 penampilan internasional dan mencetak 41 gol. Ia menjadi salah satu dari pemain Australia aktif dengan jumlah caps tertinggi.[1]
Jumlah tersebut mencakup lebih dari 15 tahun karier internasional. Foord melakukan debut pada 2011 dan tetap dipanggil pada 2026, melewati beberapa generasi pemain dan beberapa perubahan pelatih nasional.[2][1]
Foord mencapai 100 caps pada April 2022 dan terus menambah jumlah tersebut hingga melewati 140 caps ketika mengikuti Piala Asia 2026. Setelah turnamen itu, ia mencapai 150 caps pada pembaruan tim nasional Oktober 2026.[47][1]
Dari 41 gol tersebut, beberapa di antaranya datang pada pertandingan turnamen besar. Gol melawan Jerman di Olimpiade Rio, Brasil pada Piala Dunia 2019 dan Denmark pada Piala Dunia 2023 menjadi bagian dari pertandingan internasional paling menonjol dalam kariernya.[30][32][48]
Foord juga mencetak gol dalam kualifikasi Olimpiade Paris 2024 dan menjadi salah satu pemain yang membantu Australia kembali lolos ke turnamen Olimpiade.[8]
Status terkini
Pada Oktober 2026, Foord masih terdaftar sebagai pemain Arsenal dan penyerang tim nasional Australia. Matildas mencantumkan Arsenal sebagai klubnya serta nomor punggung 9 dalam skuad Australia.[1]
Kontrak baru Arsenal membuat Foord bertahan hingga akhir musim 2027–2028. Dengan demikian, ia tetap menjadi bagian dari skuad Arsenal setelah mencapai lebih dari 200 penampilan untuk klub.[7]
Arsenal mencatat 203 penampilan dan 57 gol Foord ketika mengumumkan perpanjangan kontrak pada 2026. Statistik tersebut mencakup seluruh kompetisi dan menunjukkan panjangnya periode Foord bersama klub sejak Januari 2020.[6]
Pada awal musim 2026–2027, Foord masih digunakan sebagai pemain depan. Data statistik mencatat penampilannya pada Women's Super League dan Liga Champions Wanita UEFA pada awal kompetisi tersebut.[45]
Di tingkat internasional, Foord tetap menjadi bagian dari kelompok pemain senior Australia dan dipanggil untuk pertandingan internasional Oktober 2026. Pada saat itu ia memiliki 150 caps dan 41 gol.[1]
Keberlanjutan karier Foord di Arsenal dan Australia menunjukkan bahwa ia masih memainkan peran aktif setelah lebih dari 15 tahun berkarier di sepak bola senior. Ia tetap menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam kedua lingkungan tersebut.[1][6]
Lihat pula
- Tim nasional sepak bola wanita Australia
- Arsenal W.F.C.
- Piala Dunia Wanita FIFA 2011
- Piala Dunia Wanita FIFA 2019
- Piala Dunia Wanita FIFA 2023
- Piala Asia Wanita AFC
- Liga Champions Wanita UEFA
- Piala Champions Wanita FIFA
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 "Squad Notes: Three new faces & returning players headline October squad". Matildas. 2026.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "Caitlin Foord". Matildas.
- 1 2 3 4 5 6 7 "Day of reckoning for women's hopefuls". FIFA. 2016.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 "Foord, driving Australia's generation next". FIFA. 14 Desember 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Caitlin Foord Seals Arsenal Move". Sydney FC. 23 Januari 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 "Caitlin Foord signs new deal with Arsenal". Matildas. 2026.
- 1 2 3 4 "Arsenal forward Foord signs new contract". BBC Sport. 2026.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Caitlin Foord". Australian Olympic Committee.
- 1 2 3 4 5 6 "Caitlin Foord gains Australian National U-17 Women's selection to training camp". Football NSW. 3 September 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Shellharbour Sports Star of the Year Awards" (PDF). Parliament of New South Wales. 2012.
- 1 2 3 4 5 "シドニーFC ケイトリン フォード選手 完全移籍加入のお知らせ". Vegalta Sendai. 30 Januari 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Caitlin Foord Seals Arsenal Move". Sydney FC. 23 Januari 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 "Sydney FC History and Records" (PDF). Australian Professional Leagues.
- ↑ "Sydney FC, Victory fight out W-League draw". Sydney FC.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Caitlin Foord" (PDF). Australian Olympic Committee. 2016.
- 1 2 3 4 5 6 "Caitlin Foord". FIFA.
{{cite web}}: Teks "Best Young Player Award" diabaikan - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Meet the Paris 2024™ Squad: The Midfielders/Forwards". Matildas. 2024.
- ↑ "2018 Preview: Sky Blue FC". NWSL.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 "Caitlin Foord Stats". FBref.
- ↑ "NWSL offseason notebook: NWSL draft, trades galore as teams ring in the new year". NWSL. 2020.
- 1 2 3 "Foord, driving Australia's generation next". FIFA. 14 Desember 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 "Sydney FC Re-Sign Caitlin Foord". Sydney FC. 15 Desember 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 "Foord To Cap Off 'Best Season Yet' At Home". Sydney FC. 29 Januari 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 "Caitlin Foord". Perth Glory. 12 November 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Kerr's Triple Treat". Perth Glory. 2014.
- 1 2 3 "Foord, Australia's teenage veteran". FIFA. 11 Februari 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "AFC Women's Player of the Year 2016: Caitlin Foord". Asian Football Confederation. 28 Oktober 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "2017 Annual Review" (PDF). Football Federation Australia.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "Football". Australian Olympic Committee.
- 1 2 3 4 "Germany comeback secures late draw against Aussies". FIFA. 7 Agustus 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 "Japan, Australia start early preparations for AFC Women's Asian Cup 2018". Asian Football Confederation.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Australia: Five players to watch". FIFA. 2023.
- 1 2 3 4 "Caitlin Foord". FIFA+.
- 1 2 3 "Seventeen football stars up for PFA Players' Awards". Professional Footballers Australia. 2022.
- 1 2 3 "Arsenal Women win League Cup". Arsenal FC. 2023.
- 1 2 3 "Arsenal Women win League Cup final". Arsenal FC. 2024.
- 1 2 "Irvine and Catley voted 2024 Austraffic PFA Footballers of the Year". Professional Footballers Australia. 9 Oktober 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "UEFA Women's Champions League winners: Arsenal". UEFA. 2025.
- 1 2 "FIFPRO Asia/Oceania Annual Report 2024–2025" (PDF). FIFPRO.
- 1 2 3 "Nominees Announced for the 2025 Austraffic PFA Footballer of the Year Awards". Professional Footballers Australia. 2025.
- ↑ "14 Gunners nominated for Ballon d'Or honours". Arsenal FC. 2025.
- 1 2 "FIFA Women's Champions Cup 2026: Everything you need to know". FIFA. 2026.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "The Women's Champions Cup 2026 in stats". FIFA. 2 Februari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "20 greatest moments at Emirates Stadium". Arsenal FC.
- 1 2 3 "Caitlin Foord". FBref.
- 1 2 "Caitlin Foord". Matildas.
- 1 2 3 4 5 "100 Cap Family". Matildas.
- 1 2 3 4 5 6 7 "Football Australia Annual Review 2023" (PDF). Football Australia.
- 1 2 3 4 5 6 7 "The Best FIFA Women's Player nominees". FIFA. 2023.
- 1 2 "Matildas claim first Paris 2024™ victory in 11-goal thriller against Zambia". Matildas. 2024.
- 1 2 3 4 5 6 7 "Meet our AFC Women's Asian Cup Australia 2026™ Squad - The Forwards". Matildas. 2026.
- ↑ "Australia v Philippines - Post Match Report" (PDF). Asian Football Confederation. 2026.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "FIFPRO Asia/Oceania announces inaugural Team of the Tournament following player vote". FIFPRO. 1 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Squad Notes: CommBank Matildas April FIFA Series". Matildas. 2026.
- ↑ "Matt McKay Voted the PFA Footballers' Champion". Professional Footballers Australia. 2011.
- 1 2 "FIFPRO Asia/Oceania's leadership engages UK-based internationals in key player discussions". FIFPRO. 3 Maret 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |