Minggu, 08 November 2026
16:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Caco-2

Caco-2

Bagikan:
Immortalized cell line of human cancer cellsTemplat:SHORTDESC:Immortalized cell line of human cancer cells
lossy-page1-250px-CaCo-2_cells_after_21_days_in_culture.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf kontras fase sel Caco-2 yang konfluen

Caco-2 (berasal dari Cancer coli yang berarti "kanker usus besar") adalah lini sel yang diimortalisasi dari sel adenokarsinoma usus besar manusia. Sel ini terutama digunakan sebagai model sawar epitel usus. Dalam kultur, sel Caco-2 berdiferensiasi secara spontan menjadi campuran heterogen sel epitel usus.[1] Lini sel ini dikembangkan pada tahun 1977 oleh Jorgen Fogh di Sloan-Kettering Institute for Cancer Research.[2]

Sejarah

Lini sel ini dikembangkan pada tahun 1977 oleh Jorgen Fogh di Sloan-Kettering Institute for Cancer Research.[2] Penerapan sel Caco-2 dalam penelitian dikembangkan selama tahun 1980-an oleh kelompok Alain Zweibaum di INSERM, Prancis; serta oleh Ismael Hidalgo di laboratorium Borchardt, Universitas Kansas, dan Thomas J. Raub di Upjohn Company. Publikasi pertama mengenai penemuan diferensiasi spontan yang menyerupai enterosit diterbitkan oleh kelompok Alain Zweibaum pada tahun 1983.[3]

Karakteristik

Meskipun berasal dari karsinoma kolon (usus besar), ketika dikultur dalam kondisi tertentu, sel-sel ini berdiferensiasi dan terpolarisasi sehingga fenotipenya—baik secara morfologis maupun fungsional—menyerupai enterosit yang melapisi usus halus.[3][4] Sel Caco-2 yang terpolarisasi mengekspresikan sambungan erat, mikrovili, serta sejumlah enzim dan transporter yang menjadi ciri khas enterosit tersebut: peptidase, esterase, P-glikoprotein, serta transporter ambilan untuk asam amino, asam empedu, asam karboksilat, dan sebagainya.

Penerapan dalam penelitian

Secara mikroskopis, kultur sel Caco-2 menunjukkan heterogenitas yang nyata, yang kemungkinan mencerminkan campuran kompleks sel-sel yang ditemukan pada lapisan epitel usus besar dan usus halus, yaitu enterosit, sel enteroendokrin, sel goblet, sel transit-amplifying, sel Paneth, dan sel punca usus.[5] Seiring berjalannya waktu, karakteristik sel yang digunakan di berbagai laboratorium telah mengalami divergensi, sehingga menimbulkan variasi antar-laboratorium.[6] Terlepas dari heterogenitas tersebut, sel Caco-2 digunakan dalam studi invasi sel, penelitian transfeksi virus, dan transpor lipid.[7]

Sel Caco-2 dapat digunakan sebagai lapisan tunggal konfluen pada saringan sisipan kultur sel (misalnya Transwell). Dalam format ini, sel Caco-2 membentuk lapisan tunggal sel epitel terpolarisasi yang berfungsi sebagai penghalang fisik dan biokimia terhadap lalu lintas ion dan molekul kecil.[4][8] Lapisan tunggal Caco-2 dapat digunakan sebagai model in vitro mukosa usus halus manusia untuk memprediksi absorpsi obat yang diberikan secara oral. Berbagai perangkat (kit), seperti CacoReady, telah dikembangkan untuk menyederhanakan prosedur ini.[9] Korelasi antara permeabilitas semu in vitro yang melintasi lapisan tunggal Caco-2 dan fraksi yang diabsorpsi secara in vivo telah dilaporkan.[10] Diagram Transwell

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Lea, Tor (2015). "Caco-2 Cell Line". The Impact of Food Bioactives on Health. hlm. 103–111. doi:10.1007/978-3-319-16104-4_10. ISBN 978-3-319-15791-7. PMID 29787057.
  2. 1 2 Fogh, Jørgen; Fogh, Jens M.; Orfeo, Thomas (Juli 1977). "One Hundred and Twenty-Seven Cultured Human Tumor Cell Lines Producing Tumors in Nude Mice23". JNCI: Journal of the National Cancer Institute. 59 (1): 221–226. doi:10.1093/jnci/59.1.221. PMID 327080.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Pinto M (1983). "Enterocyte-like differentiation and polarization of the human colon carcinoma cell line Caco-2 in culture". Biol Cell. 47: 323–30.
  4. 1 2 Hidalgo IJ, Raub TJ, Borchardt RT (Maret 1989). "Characterization of the human colon carcinoma cell line (Caco-2) as a model system for intestinal epithelial permeability". Gastroenterology. 96 (3): 736–49. doi:10.1016/0016-5085(89)90897-4. PMID 2914637.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Dey, Isha; Bradbury, Neil A. (2018-01-01), Levitane, Irena; Delpire, Eric; Rasgado-Flores, Hector (ed.), "Chapter Ten - Physiology of the Gut: Experimental Models for Investigating Intestinal Fluid and Electrolyte Transport", Current Topics in Membranes, Cell Volume Regulation (dalam bahasa Inggris), 81, Academic Press: 337–381, doi:10.1016/bs.ctm.2018.08.003, PMID 30243437, diakses tanggal 2022-04-01
  6. ↑ Sambuy Y, De Angelis I, Ranaldi G, Scarino ML, Stammati A, Zucco F (Januari 2005). "The Caco-2 cell line as a model of the intestinal barrier: influence of cell and culture-related factors on Caco-2 cell functional characteristics". Cell Biology and Toxicology. 21 (1): 1–26. doi:10.1007/s10565-005-0085-6. PMID 15868485. S2CID 125735.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Nauli AM, Whittimore JD (Agustus 2015). "Using Caco-2 Cells to Study Lipid Transport by the Intestine". Journal of Visualized Experiments (102) e53086. doi:10.3791/53086. PMC 4692536. PMID 26325673.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Artursson P (Juni 1990). "Epithelial transport of drugs in cell culture. I: A model for studying the passive diffusion of drugs over intestinal absorptive (Caco-2) cells". Journal of Pharmaceutical Sciences. 79 (6): 476–82. doi:10.1002/jps.2600790604. PMID 1975619.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Vázquez-Sánchez MÁ. "CacoReady". Readycell. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-01-13. Diakses tanggal 19 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Artursson P, Karlsson J (Maret 1991). "Correlation between oral drug absorption in humans and apparent drug permeability coefficients in human intestinal epithelial (Caco-2) cells". Biochemical and Biophysical Research Communications. 175 (3): 880–5. Bibcode:1991BBRC..175..880A. doi:10.1016/0006-291X(91)91647-U. PMID 1673839.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan