Senin, 26 Oktober 2026
19:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
USS Shangri-La (CV-38)

USS Shangri-La (CV-38)

kapal perang

Bagikan:
USS Shangri-La underway, with crew on parade.
USS Shangri-La dalam perjalanan dengan krunya dalam parade
17 Agustus 1946
Sejarah
Amerika Serikat
Nama USS Shangri-La
Pembangun Norfolk Naval Shipyard
Pasang lunas 15 Januari 1943
Diluncurkan 24 Februari 1944
Mulai berlayar 15 September 1944
Dipensiunkan 7 November 1947
Berlayar kembali 10 Mei 1951
Dipensiunkan 30 Juli 1971
Dicoret 15 Juli 1982
Julukan "Tokyo Express"
Nasib Dibesituakan pada 1988

USS Shangri-La (CV/CVA/CVS-38) adalah salah satu dari 24 kapal induk kelas Essex yang berhasil diselesaikan pembuatannya setelah berakhirnya Perang Dunia II untuk Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal ini mulai beroperasi sejak tahun 1944, dan turut berpartisipasi dalam beberapa operasi Palagan Samudera Pasifik dalam Perang Dunia II, sehingga kapal ini layan mendapatkan dua bintang tempur. Sebagaimana kapal-kapal sejenisnya, setelah berakhirnya perang, kapal ini juga dihentikan operasinya. Namun karena dibutuhkan, akhirnya kapal ini di modernisasi dan diaktifkan kembali pada awal tahun 1950, dan mendapatkan tugas baru sebagai kapal penyerang (CVA). Kapal ini beroperasi di Lautan Pasifik dan Lautan Atlantik / wilayah Mediterania selama beberapa tahun, dan di akhir kariernya, kapal ini mendapatkan tugas sebagai kapal anti-kapal-selam. Shangri-La berhak mendapatkan tiga bintang tempur selama ia beroperasi dalam Perang Vietnam.

Shangri-La akhirnya benar-benar dihentikan beroperasi pada tahun 1971 dan dijual sebagai besi tua pada tahun 1988.

Referensi

Pranala luar

Kapal Induk Amerika Serikat
Kelas Langley
Kelas Lexington
Kelas Ranger
Kelas Yorktown
Kelas Wasp
Kelas Essex
Kelas Independence
Kelas Midway
Kelas Saipan
Kelas United States
Kelas Forrestal
Kelas Kitty Hawk
Enterprise
Kelas John F. Kennedy
Kelas Nimitz


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan