Minggu, 01 November 2026
03:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Byambasuren Davaa

Byambasuren Davaa

Bagikan:
Ini adalah sebuah nama Mongolia. Nama pemberiannya adalah Byambasüren, dan nama Davaagiin adalah sebuah patronimik, bukan sebuah nama keluarga. Subyek tersebut disebut oleh nama pemberiannya.
250px-Byambasuren_Davaa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Byambasuren Davaa, yang aslinya bernama Davaagiin Byambasüren (bahasa Mongol:Даваагийн Бямбасүрэн; kelahiran 1971 di Ulaanbaatar), adalah seorang pembuat film Mongolia yang sekarang tinggal di Jerman.

Antara 1995 dan 1998, ia belajar di Akademi Film di Ulaanbaatar. Pada 1998, ia mulai bekerja sebagai moderator dan asisten sutradara pada Televisi Nasional Mongolia. Pada 2000, ia berpindah ke Munich, Jerman, untuk mempelajari ilmu pengetahuan komunikasi dan film dokumenter di Universitas Televisi dan Film Munich.

Film-film buatannya yang dibuat pada 2006 mengisahkan tetnang kehidupan tradisional nomadik di Mongolia. Film terakhir buatannya Two Horses of Genghis Khan dirilis di Jerman pada 2010.[1]

Ia menjadi nominasi Penghargaan Akademi 2005 untuk film buatannya The Story of the Weeping Camel.

Filmografi

Penghargaan

  • 2003: Bayerischer Filmpreis (Penghargaan Film Bayern) untuk Dokumenter Terbaik untuk The Story of the Weeping Camel[2]
  • 2005: Förderpreis Deutscher Film (Penghargaan Promosional Film Jerman) untuk The Cave of the Yellow Dog
  • 2006: Deutscher Filmpreis (Penghargaan Film Jerman) untuk Film Anak-Anak Terbaik untuk The Cave of the Yellow Dog

Referensi

  1. ↑ IMDB: Zwei Pferde des Dschingis Khan
  2. ↑ Preisträger des Bayrischen Filmpreises Diarsipkan 2008-08-19 di Wayback Machine (Para Pemenang Penghargaan Film Bayern, dalam bahasa Jerman)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan