Rabu, 30 September 2026
17:20 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Butun

Butun

buah yang di laut

Bagikan:
Butun
250px-Barringtonia_asiatica_%28flower%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun dan bunga yang mekar
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Ericales
Famili: Lecythidaceae
Genus: Barringtonia
Spesies:
B. asiatica
Nama binomial
Barringtonia asiatica
Sinonim[2][3]
250px-Barringtonia_asiatica_flower.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Barringtonia asiatica flower

Butun atau keben (Barringtonia asiatica) adalah sejenis pohon yang tumbuh di pantai-pantai wilayah tropika, di Samudra Hindia, kawasan Malesia, hingga ke pulau-pulau di Pasifik barat. Nama lainnya adalah putat laut.[4] Buahnya terapung di air, sehingga tersebar secara luas pada banyak pulau dan pantai.[4] Tinggi tanaman dapat mencapai 30 m.[4] Kayunya digunakan dalam pekerjaan konstruksi dan juga untuk membuat kano.[4]

Deskripsi

Pohon dengan tinggi 5–17 m dan diameter hingga 50 cm.[5] Batang pada umumnya agak bengkok, bercabang-cabang rendah dekat tanah.[5] Daun duduk, bulat telur terbalik, bentuk memanjang atau bentuk lanset, kerapkali dengan ujung dan pangkal membulat, 20-60 x 10–24 cm, yang besar kerapkali berseling dengan yang kecil, tepi rata, gundul serupa kulit, mengkilat.[5] Daun penumpu kecil tak berarti.[5] Bunga beraturan, biasanya panjang, dalam tandan yang tegak, di ujung berbunga 4-20.[5] Daun pelindung dan anak daun pelindung kecil, lekas rontok.[5] Tabung kelopak bentuk corong, bersegi empat, boleh dikatakan tidak muncul lebih atas dari bakal buah, tinggi kurang lebih 1 cm; tepi sebelum mekar tertutup, kemudian bertaju 2-3.[5] Daun mahkota kebanyakan berjumlah 4, pangkalnya melekat pada tabung benang sari, oval lebar, putih, panjang 5–8 cm.[5] Benang sari dan tangkai putik putih dengan ujung merah, tangkai sari terluar panjang kurang lebih 10 cm, yang terdalam kurang lebih 3 cm.[5] Tonjolan dasar bunga datar.[5] Bakal buah kerapkali beruang 4.[5] Tangkai putik panjang 12–15 cm.[5] Buah serupa piramida lebar, bersegi empat, coklat, tinggi kurang lebih 10 cm, dengan dinding tebal berserabut seperti kayu, taju kelopak dan tangkai putik panjang dan tetap tinggal.[5] Putat laut tumbuh berpencar-pencar di pantai-pantai yang berpasir dan berkarang, kadang-kadang ditanam sebagai pohon hias.[5] Perbungaannya berbentuk tandan dan letaknya diujung, jarang diketiak daun, kelopak bunga hijau seperti tabung panjang, daun mahkota putih, menjorong, benang sari memerah di ujung, putik memerah diujungnya.[6] Buahnya berbentuk bundar seperti telur, menirus keujung, menetragonal tajam ke pangkal yamg menggubang, bila muda berwarna hijau setelah tua berwarna coklat.[6]

Habitat

Habitat tumbuhan Barringtonia asiatica merupakan kawasan litoral yang hampir eksklusif, pada beberapa daerah pohonnya dapat tumbuh jauh ke daratan pada bukit atau jurang berkapur.[6] Biasanya tumbuh pada pantai berpasir atau koral-pasir di sepanjang pantai atau tepian rawa mangrove pada ketinggian 0–350 m di atas permukaan laut.[6] Pohon keben ini merupakan spesies Barringtonia asli mangrove yang habitatnya di pantai tropis dan pulau-pulau di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat dari Zanzibar ke timur Taiwan, Filipina, Fiji, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Kepulauan Cook, Wallis, dan Futuna serta Polinesia Prancis.[7] Penyebaran di Indonesia meliputi Jawa, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.[5]

Sejarah

Di Indonesia, keben pernah mendapat predikat sebagai pohon perdamaian.[8] Predikat itu ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada Hari Lingkungan Hidup, pada tanggal 5 Juni 1986.[8] Tema Hari Lingkungan Hidup tahun itu adalah “A Tree for Peace”.[8] Keben tidak hanya pohon perdamaian. Keben juga punya makna lain.[8] Di dalam Keraton Yogyakarta, terdapat area yang dinamai keben karena area tersebut ditanami tanaman tersebut.[8] Konon, keben di Keraton Yogyakarta bermakna sebagai lambang negara yang agung dan bersih.[8] Selain itu, keben juga bermakna merangkul kebenaran.[8] Selain di Yogyakarta, keben juga bermakna di Pulau Anak Krakatau. Konon, keben adalah tumbuhan pertama yang tumbuh di pulau itu setelah meletusnya Gunung Krakatau.[8]

Manfaat

Kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias.[8] Pohon dan bijinya mengandung saponin yang dapat digunakan sebagai racun ikan.[8] Biji yang digunakan sebagai racun ikan sering kali dicampur dengan tuba (Derris – rotenon).[8] Minyak yang berwarna kemerahan dapat diperoleh dengan memanaskan dan memeras bijinya.[8] Di Jawa, cairan yang diperoleh dari bijinya dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan payung, serta untuk membunuh ekto-parasit, seperti lintah.[8]

Referensi

  1. ↑  Under its treatment as Barringtonia asiatica (from its basionym Mammea asiatica L.), this species was published in Preliminary Report on the Forest and other Vegetation of Pegu App. A: 65. 1875. "Name - Barringtonia asiatica (L.) Kurz". Tropicos. Saint Louis, Missouri: Missouri Botanical Garden. Diakses tanggal Mei 15, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Name - Mammea asiatica L. synonyms". Tropicos. Saint Louis, Missouri: Missouri Botanical Garden. Diakses tanggal November 1, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑  Mammea asiatica L. (the basionym to Barringtonia asiatica) was originally described and published in Species Plantarum 1: 512–513. 1753. "Name - Mammea asiatica L." Tropicos. Saint Louis, Missouri: Missouri Botanical Garden. Diakses tanggal May 15 2014. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  4. 1 2 3 4 (Inggris) "The Sea Faring Putat: Barringtonia asiatica". Diakses tanggal May 15 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 "Barringtonia asiatica Kurz". Diakses tanggal May 15 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
  6. 1 2 3 4 "Barringtonia asiatica" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-05-17. Diakses tanggal May 15 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  7. ↑ "Barringtonia asiatica". Diakses tanggal May 15 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 "Keben, Pohon Perdamaian". Diakses tanggal May 15 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Barringtonia asiatica
Mammea asiatica
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan