Sabtu, 24 Oktober 2026
01:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Bustami A. Gani

Bustami A. Gani

Bagikan:
Bustami A. Gani
Prof._Dr._Bustami_A._Gani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakartake-4
Masa jabatan
1969–1970
PendahuluSoenardjo
PenggantiToha Yahya Omar
Informasi pribadi
Lahir(1912-12-24)24 Desember 1912
Meninggal2001
PekerjaanDosen

Prof. Dr. H. Bustami Abdul Gani (24 Desember 1912 – 2001) adalah seorang ulama, cendekiawan muslim, dan ahli tafsir Al-Quran. Ia merupakan pendiri beberapa sekolah agama di Sumatera Barat dan Jakarta. Bustami pernah menjabat sebagai rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan berperan dalam pembinaan dan pengembangan pendidikan Bahasa Arab di Indonesia. Dia merupakan salah seorang cendekiawan muslim yang banyak menghasilkan buku. Sekurangnya 91 jilid buku dalam 42 judul telah ia terbitkan.[1]

Latar belakang

Bustami lahir dari pasangan Abdul Gani dan Kimah asal Koto Tuo, Agam, Sumatera Barat. Ayahnya merupakan seorang saudagar terkemuka di Bukittinggi. Meskipun begitu ia tidak menaruh minat dalam dunia perdagangan.

Ia memperoleh pendidikan pertama di Sekolah Gouvernement Kelas Dua selama lima tahun di Bukittinggi. Setelah itu ia melanjutkan studinya di Madrasah Indonesia, Mekkah, Arab Saudi. Kemudian ia berangkat ke Kairo, Mesir untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar. Setelah memperoleh ijazah Al-Azhar li al-Guraba, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Dar al-Ulum, untuk mengakaji dan memperdalam bahasa dan sastra Arab. Pada tahun 1938, ia memperoleh ijazah tadris atau diploma guru.

Kehidupan

Setelah tiba di Indonesia, ia memulai karier sebagai seorang pengajar sekaligus wakil direktur madrasah Normal Islam, Padang. Pada tahun 1940, ia bersama Syekh Ibrahim Musa mendirikan Kulliyat ad-Diyanah (Fakultas Agama) di Parabek, Bukittinggi. Pada tahun 1950, ia mendirikan Sekolah Menengah Atas Islam Bukittinggi, yang memiliki mutu cukup baik. Sekolah tersebut akhirnya diambil alih oleh pemerintah menjadi Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA). Pada waktu yang sama, Bustami juga membentuk sekolah tinggi Dar al-Hikmah Bukittinggi.

Pada tahun 1954, Bustami pindah ke Jakarta, dan atas permintaan pemerintah ia mendirikan sebuah Perguruan Bahasa Arab. Setelah menjabat sebagai lektor dan ketua jurusan Bahasa Arab pada Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA), ia diangkat sebagai Guru Besar sekaligus menjadi Dekan Fakultas Adab (Sastra Budaya Islam) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak Desember 1969 sampai dengan Mei 1970, Bustami menjabat ketua presidium (rektor) IAIN Syarif Hidayatullah. Pada tanggal 2 Juli 1988, ia dianugerahi gelar Doktor honoris causa dalam Ilmu Agama Islam oleh IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Keluarga

Pada tahun 1939, ia dinikahkan dengan putri Syekh Ibrahim Musa, salah seorang pemimpin lembaga pendidikan Sumatra Thawalib di Parabek, Bukittinggi. Ia wafat pada tahun 2001.[2]

Referensi

  1. ↑ EI1 (2022-05-31). "Bustami Abdul Gani". Ensiklopedia Islam (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-11-11.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  2. ↑ "Project Manual: Untukmu Bustami Abdul Gani". Ciputat. November 2012. Diakses tanggal 28 Juni 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jabatan akademik
Didahului oleh:
Prof. Drs. H. Soenardjo Abu Ngusman
Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1969–1970
Diteruskan oleh:
Prof. H. M. Toha Yahya Omar, MA


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan