Selasa, 22 September 2026
06:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Burakumin

Burakumin (部落民, , orang-orang pemukiman kecil) adalah suatu kelompok minoritas sosial di Jepang. Burakumin adalah salah satu dari kelompok-kelompok minoritas utama di Jepang, selain suku Ainu dari Hokkaido, suku Ryukyu dari Okinawa, dan warga Jepang keturunan Korea dan Cina.

Burakumin adalah keturunan dari masyarakat terbuang pada zaman feodal, yang terutama terdiri dari orang-orang yang pekerjaannya dianggap "tercemar" karena berhubungan kematian atau ketidak-bersihan ritual (seperti algojo, pengurus jenasah, atau penyamak kulit). Dahulu mereka biasanya tinggal di lingkungan khusus (bahasa Inggris: ghetto) atau dusun yang terpisah dari masyarakat umum lainnya.

Secara hukum mereka telah bebas pada tahun 1871, yaitu dengan dihapuskannya secara resmi sistem kasta feodal. Namun hal ini tidak menghentikan diskriminasi sosial dan kondisi standar hidup mereka yang lebih rendah, karena registasi keluarga (Koseki) Jepang tetap mengacu kepada alamat nenek moyang sampai saat baru-baru ini, yang memungkinkan orang untuk menyimpulkan keanggotaan burakumin mereka. Ini menjadikan para burakumin salah satu dari beberapa kelompok yang didiskriminasi dalam masyarakat Jepang.

Di daerah tertentu di Jepang, masih terdapat stigma yang melekat pada penduduk wilayah-wilayah seperti ini, termasuk diskriminasi berkepanjangan dalam hal seperti perkawinan dan pekerjaan.

Sejarah panjang tabu dan mitos dari buraku meninggalkan warisan kesedihan sosial yang terus-menerus. Sejak tahun 1980-an, semakin banyak buraku muda yang mulai mengorganisir dan memprotes kemalangan sosial yang mereka hadapi. Gerakan yang ada memiliki berbagai tujuan, mulai dari "pembebasan" sampai mendorong integrasi, yang merupakan percobaan selama bertahun-tahun untuk menghentikan permasalah ini.

Lihat pula

  • Ainu, kelompok minoritas kedua terbasar di Jepang
  • Dalit, suatu komunitas terbuang di India dan Nepal
  • Cagot
  • Kasta

Referensi

Teks utama pada mulanya berasal dari Library of Congress, Country Studies. Bagian Religious Discrimination dan Jodo shinshu Honganji, diadaptasi dari Shindharmanet Diarsipkan 2005-05-03 di Wayback Machine. dan BLHRRI.Org Diarsipkan 2005-06-25 di Wayback Machine..

  • Alldritt, Leslie D, The Burakumin: The Complicity of Japanese Buddhism in Oppression and an Opportunity for Liberation
  • Neary, Ian, "Burakumin in contemporary Japan," in Japan's Minorities: The Illusion of Homeogeneity, Michael Weiner, ed.
  • Suzuki, D.T., Oiwa, K. The Japan We Never Knew: A Journey of Discovery (Stoddart Publishing, Toronto: 1996)
  • Shimazaki Toson, The Broken Commandment
  • Toshinori Kasahara, Shin Buddhism and the Buraku-min (1996 Honolulu Higashi Honganji)
  • The Buraku Liberation and Human Rights Research Institute, "部落問題事典"(Burakumin Problems Dictionary) (解放出版社(Kaihou), 1986)
Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan