Jumat, 06 November 2026
10:58 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Burakumin

Bagikan:

Burakumin (部落民, , orang-orang pemukiman kecil) adalah suatu kelompok minoritas sosial di Jepang. Burakumin adalah salah satu dari kelompok-kelompok minoritas utama di Jepang, selain suku Ainu dari Hokkaido, suku Ryukyu dari Okinawa, dan warga Jepang keturunan Korea dan Cina.

Burakumin adalah keturunan dari masyarakat terbuang pada zaman feodal, yang terutama terdiri dari orang-orang yang pekerjaannya dianggap "tercemar" karena berhubungan kematian atau ketidak-bersihan ritual (seperti algojo, pengurus jenasah, atau penyamak kulit). Dahulu mereka biasanya tinggal di lingkungan khusus (bahasa Inggris: ghetto) atau dusun yang terpisah dari masyarakat umum lainnya.

Secara hukum mereka telah bebas pada tahun 1871, yaitu dengan dihapuskannya secara resmi sistem kasta feodal. Namun hal ini tidak menghentikan diskriminasi sosial dan kondisi standar hidup mereka yang lebih rendah, karena registasi keluarga (Koseki) Jepang tetap mengacu kepada alamat nenek moyang sampai saat baru-baru ini, yang memungkinkan orang untuk menyimpulkan keanggotaan burakumin mereka. Ini menjadikan para burakumin salah satu dari beberapa kelompok yang didiskriminasi dalam masyarakat Jepang.

Di daerah tertentu di Jepang, masih terdapat stigma yang melekat pada penduduk wilayah-wilayah seperti ini, termasuk diskriminasi berkepanjangan dalam hal seperti perkawinan dan pekerjaan.

Sejarah panjang tabu dan mitos dari buraku meninggalkan warisan kesedihan sosial yang terus-menerus. Sejak tahun 1980-an, semakin banyak buraku muda yang mulai mengorganisir dan memprotes kemalangan sosial yang mereka hadapi. Gerakan yang ada memiliki berbagai tujuan, mulai dari "pembebasan" sampai mendorong integrasi, yang merupakan percobaan selama bertahun-tahun untuk menghentikan permasalah ini.

Lihat pula

  • Ainu, kelompok minoritas kedua terbasar di Jepang
  • Dalit, suatu komunitas terbuang di India dan Nepal
  • Cagot
  • Kasta

Referensi

Teks utama pada mulanya berasal dari Library of Congress, Country Studies. Bagian Religious Discrimination dan Jodo shinshu Honganji, diadaptasi dari Shindharmanet Diarsipkan 2005-05-03 di Wayback Machine dan BLHRRI.Org Diarsipkan 2005-06-25 di Wayback Machine.

  • Alldritt, Leslie D, The Burakumin: The Complicity of Japanese Buddhism in Oppression and an Opportunity for Liberation
  • Neary, Ian, "Burakumin in contemporary Japan," in Japan's Minorities: The Illusion of Homeogeneity, Michael Weiner, ed.
  • Suzuki, D.T., Oiwa, K. The Japan We Never Knew: A Journey of Discovery (Stoddart Publishing, Toronto: 1996)
  • Shimazaki Toson, The Broken Commandment
  • Toshinori Kasahara, Shin Buddhism and the Buraku-min (1996 Honolulu Higashi Honganji)
  • The Buraku Liberation and Human Rights Research Institute, "部落問題事典"(Burakumin Problems Dictionary) (解放出版社(Kaihou), 1986)
Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan