Jumat, 23 Oktober 2026
17:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Bunglon Hutan

Bunglon Hutan

Bagikan:
Bunglon hutan
250px-Gonocephalus_chamaeleontinus_Chameleon_Forest_Dragon.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
G. chamaeleontinus
Nama binomial
Gonocephalus chamaeleontinus
Sinonim

Iguana chamaeleontinus Laurenti, 1825[1]

Artikel takson sembarang

Bunglon hutan (Gonocephalus chamaeleontinus) adalah jenis bunglon langka yang terdapat di daerah tropis Indonesia dan Malaysia.[2]

Pengenalan

Bunglon hutan hidup di dalam hutan hujan yang lembap. Panjang tubuh bunglon dewasa sekitar 30–40 cm. Bunglon hutan betina berwarna hijau kecokelatan dan ukuran tubuh lebih kecil sementara jantan berwarna cokelat kebiruan dengan bercak-bercak warna kuning, merah dan oranye serta lebih besar dibanding betina.

Bunglon hutan jantan memiliki kantong besar berwarna kebiruan atau kecoklatan pada dagunya. Pada tengkuk bunglon hutan terdapat duri tajam yang melebihi tinggi kepala. Hewan ini merupakan hewan diurnal yang biasanya melekat erat di batang pohon[3]

Referensi

  1. ↑ Laurenti, J.N. 1768. Specimen medicum, exhibens synopsin reptilium emendatam cum experimentis circa venena et antidota reptilium austriacorum. p. 47. Vienna, Typ. Joan. Thomae nob. de Trattnern.
  2. ↑ Gonocephalus chamaeleontinus di Reptarium.cz Reptile Database
  3. ↑ Musthofa, Imam; Ali, Raafi Nur; Pamungkas, Kuncoro Tri (2021). Panduan Lapangan Herpetofauna (Amfibi & Reptil) di Kawasan Ekowisata Desa Jatimulyo. Yogyakarta: Masa Kini. hlm. 70. ISBN 978-623-96813-1-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik reptil ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan