Jumat, 23 Oktober 2026
08:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Bunga mas

Bunga mas

Bagikan:
250px-National_Museum_KL_2008_%2836%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga mas (golden tree)

Bunga mas (Jawi:بوڠا مس; Bahasa Thai:ดอกไม้เงินดอกไม้ทอง) adalah suatu bentuk upeti yang dikirim setiap tiga tahun kepada Raja Siam dari negara bawahannya di semenanjung Melayu, khususnya Terengganu, Kelantan, Kedah, dan Pattani. Upeti ini terdiri dari pahatan pohon kecil dari emas dan perak yang pemberiannya biasa diikuti dengan hadiah lain seperti kain, senjata dan budak.[1][2]

Asal-usul bentuk upeti ini kurang diketahui dengan pasti. Penguasa Kedah abad 17 menganggap bunga mas sebagai tanda persahabatan, dan menurut catatan dalam Hikayat Mahawangsa, sebuah bunga mas dikirim oleh penguasa Kedah sebagai mainan untuk pangeran Siam. Namun dalam pandangan Raja Siam, bunga mas dianggap sebagai simbol penghormatan atau upeti, kemungkinan karena mahalnya bahan yang digunakan atau kualitas kriya bunga mas itu sendiri.[1]

Kebiasaan ini berakhir pada tahun 1909 setelah penandatanganan Perjanjian Inggris-Siam, di mana pemerintahan Inggris mengambil alih kuasa di sebagian besar bagian utara semenanjung Melayu.

Referensi

  1. 1 2 Leonard Y. Andaya, Barbara Watson Andaya (1984) "A History of Malaysia", SBN 0312381212, pp.65-68
  2. ↑ Andaya, Barbara Watson; Andaya, Leonard Y. (1984). A History of Malaysia. hlm. 65–68. ISBN 0312381212.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan