Selasa, 03 November 2026
13:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Bumiputra di Sabah

Bagikan:

Penduduk Sabah adalah terdiri dari berbagai ras dengan latar belakang dan kebudayaan masing-masing. Penduduk aslinya atau lebih dikenal sebagai bumiputera, terdiri dari setidaknya 30 kelompok dengan menggunakan lebih dari 50 bahasa dan tidak kurang dari 90 dialek. Antara berikut adalah beberapa kelompok penduduk asli di Sabah:

  1. Kadazandusun
  2. Bajau
  3. Melayu Brunei
  4. Murut
  5. Orang Sungai
  6. Ida'an
  7. Iranun
  8. Bonggi
  9. Kwijau
  10. Paitan
  11. Lun Bawang
  12. Lundayeh
  13. Kedayan
  14. Suluk
  15. Binadan
  16. Bisaya[1]
  17. Kokos
  18. Rumanau
  19. Lotud
  20. Minokok
  21. Tidung
  22. Rungus
  23. Kagayan
  24. Tatana[2]
  25. Tagaas
  26. Ubian
  27. Kimaragang
  28. Bajau Laut
  29. Inokang
  30. dayak
  31. orang ulu

Sebagai tambahan, kaum Tionghoa merupakan kelompok penduduk bukan asli yang terbesar. Mereka menetap di Sabah sejak abad yang lalu dan mereka merupakan kelompok yang terbesar setelah kaum Kadazandusun.

Referensi

  1. ↑ Masyarakat Melayu Bisaya Sabah Penerbit: Jabatan Muzium Malaysia
  2. ↑ The Tinimungan Koubasanan Tatana Sabah or Sabah Tatana Cultural Association that was approved by the Registrar of Societies (ROS) on June 4 is meant to complement the efforts by the Kadazandusun Cultural Association (KDCA).[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan