Selasa, 27 Oktober 2026
03:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Bulan Purnama Paskah

Bagikan:

Bulan Purnama Paskah merujuk kepada bulan purnama gerejawi yang pertama di musim semi belahan bumi bagian utara, yang berperan penting untuk menentukan tanggal Paskah. Tanggal Paskah adalah hari Minggu pertama setelah Bulan Purnama Paskah. Bulan purnama ini tidak sama dengan bulan purnama astronomis, melainkan ditentukan dari suatu tabel perhitungan. Perbedaannya dengan bulan purnama sejati (astronomis) bisa sampai dua hari.[1] Penggunaan tabel untuk membantu penghitungan dan bukannya mengamati bulan sangat berguna dan penting karena bulan purnama sejati tanggalnya dapat berbeda-beda tergantung lokasi pengamat di bumi.

Penghitungan tanggal Bulan Purnama Paskah ini agak rumit, tetapi dapat diringkas sebagai berikut: Sembilan belas tahun sipil dibagi ke dalam 235 bulan kamariyah yang masing-masing panjangnya 30 dan 29 hari (disebut denga "bulan gerejawi".) Periode 19 tahun disebut dengan siklus metonik yang terulang setiap 19 tahun tersebut memiliki keakuratan yang cukup tinggi. Hari pertama untuk masing-masing bulan kamariyah tersebut disebut dengan bulan baru gerejawi. Hari keempat belas disebut dengan bulan purnama gerejawi.

Tepat satu hari bulan baru gerejawi jatuh di antara 8 Maret dan 5 April (inklusif). Hari tersebut merupakan hari pertama bulan kamariyah Paskah, dan tiga belas hari kemudian itulah yang disebut dengan Bulan Purnama Paskah. Paskah adalah hari Minggu setelah Bulan Purnama Paskah tersebut. Dengan kata lain, Paskah jatuh pada hari pertama hingga ketujuh setelah Bulan Purnama Paskah, sehingga jika Bulan Purnama Paskah jatuh pada hari Minggu, maka Paskah adalah hari Minggu yang berikutnya.

Untuk detail penghitungan Paskah, lihat Computus.

Lihat pula

Referensi dan pranala luar

  1. ↑ (Inggris) Montes, Marcos J. "Calculation of the Ecclesiastical Calendar" Diarsipkan 2008-11-03 di Wayback Machine Retrieved on 2008-01-12
  • (Inggris) Algorithim to calculate the date of the Paschal Full Moon
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan