Kamis, 24 September 2026
11:27 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Albinisme

Albinisme

Kurangnya atau tidak adanya pigmen melanin, bisa terjadi di semua makhluk hidup

Untuk penyakit bulai pada tanaman, lihat artikel Penyakit bulai.
250px-Albinisitic_man_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penderita albinisme pada manusia dari Afrika.

Albinisme[1] atau kebulaian (dari Bahasa Latin albus, "putih") merupakan salah satu bentuk kelainan bawaan hipopigmentasi yang dikarakterisasikan oleh kurangnya ataupun tidak adanya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut. Albinisme diakibatkan oleh pewarisan alel gen resesif. Kelainan ini dapat ditemukan pada semua hewan vertebrata, termasuk pula manusia. Pada beberapa kasus, manusia yg mengalami albinisme juga memiliki keterbatasan fisik sebagai berikut:

  1. Sensitif terhadap sumber cahaya yang kuat, seperti lampu sorot, sinar matahari.
  2. Memiliki keterbatasan pada jarak penglihatan.
  3. Kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari, dan dapat menimbulkan luka mirip dengan luka bakar atau tersiram air panas.

Etimologi

Dalam Bahasa Indonesia, kelainan albinisme disebut sebagai bulai atau andan. Untuk bidang peternakan, digunakan istilah balar jika untuk binatang seperti kerbau. Istilah bulai lalu berkembang menjadi bule, yaitu sebutan di Indonesia untuk orang kulit putih keturunan Eropa.

Gejala

Albinisme adalah kondisi genetik yang menyebabkan tubuh kurang atau tidak memproduksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.

Gejala umum yang dialami oleh penderita albinisme antara lain:

Kulit

Warna kulit yang lebih terang atau putih dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya. Kulit albino sangat sensitif terhadap sinar matahari dan rentan terbakar.[2]

Rambut

Warna rambut bisa berkisar dari putih hingga cokelat. Pada beberapa kasus, rambut bisa berwarna kuning, kemerahan, atau cokelat muda.[3]

Mata

Warna iris mata bisa berkisar dari biru muda hingga cokelat. Orang dengan albinisme sering mengalami masalah penglihatan seperti nistagmus (gerakan mata yang cepat dan tidak terkendali), strabismus (mata juling), rabun jauh atau rabun dekat yang ekstrem, dan fotofobia (sensitif terhadap cahaya).[4]

Penglihatan

Masalah penglihatan adalah ciri utama dari semua jenis albinisme. Ini termasuk pergerakan mata yang cepat dan tidak terkendali, posisi kepala yang tidak biasa untuk mencoba mengurangi gerakan mata, dan mata yang tidak dapat melihat ke arah yang sama pada waktu yang sama.[5]

Albinisme adalah kondisi yang jarang terjadi, namun dapat ditemukan pada semua ras dan etnis di seluruh dunia.[6]

Referensi

  1. "Albinism - Symptoms and causes". Mayo Clinic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-27.
  2. "Albinisme". Alodokter. 2015-10-27. Diakses tanggal 2024-11-27.
  3. "What You Need to Know About Albinism". Healthline (dalam bahasa Inggris). 2018-03-29. Diakses tanggal 2024-11-27.
  4. Martins, Kris. "What Is Albinism?". WebMD (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-27.
  5. "How Albinism Affects Your Skin, Hair, and Eye Health". Health (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-27.
  6. "What Is Albinism?". American Academy of Ophthalmology (dalam bahasa Inggris). 2024-09-09. Diakses tanggal 2024-11-27.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Albinism.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan