Minggu, 04 Oktober 2026
05:17 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Gen dominan dan gen resesif

Gen dominan dan gen resesif

Bagikan:
500px-Mendelian_inheritance_for_Red_and_Black_Bee_Shrimp.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pada organisme itu warna hitam dominan sedangkan warna merah resesif.

Gen dominan dan gen resesif adalah sifat gen yang mengendalikan ekspresi pada organisme keturunan. Gen dominan menutupi ekspresi gen lainnya sehingga sifat yang dibawanya terekspresikan pada keturunannya.[1] Gen dominan biasanya dilambangkan menggunakan huruf besar.[1] Contohnya dalam persilangan dua organisme dengan satu sifat, beda antara tanaman yang berbunga merah, dan tanaman berbunga putih maka turunan atau filialnya adalah adalah tanaman berbunga merah dengan lambang gen Mm.[2] Huruf M adalah lambang untuk gen pembawa warna merah yang dominan terhadap warna putih.[2] Contoh lain dari peran gen dominan adalah gen yang mengatur warna kulit sehingga kulit memiliki warna adalah gen A, sedangkan gen a adalah gen yang tidak mampu memunculkan pigmen sehingga menimbulkan kulit albino.[3] Ketika seseorang memiliki pasangan gen AA maka akan tetap memiliki kulit normal.[3] Saat memiliki gen Aa akan tetap memiliki kulit berwarna karena gen A dominan terhadap a tetapi saat memiliki gen aa maka kulitnya akan albino.[3] Gen dominan dapat pula diartikan sebagai gen yang tetap menunjukkan sifat atau ekspresinya meskipun berpasangan dengan gen yang resesif.[3] Gen dominan tidak selamanya selalu bersifat baik, karena pada kenyataannya ada gen dominan yang membawa sifat buruk.[3] Contoh gen dominan yang membawa sifat buruk adalah gen dominan langka yang menyebabkan penyakit tumor pada mata anak.[3]

Beberapa contoh kelainan yang diwariskan secara dominan adalah:

  1. Penyakit anonikia yaitu suatu kelainan di mana beberapa atau semua kuku jari dan kaki tidak terbentuk atau rudimeter. Penyebab keanekaragaman anonikia karena adanya satu gen abnormal yang terletak pada salah satu dari pasangan kromosom tertentu dari 23 pasang kromosom pada manusia.
  2. Gigi kekurangan email, yaitu suatu penyakit email pada gigi sehingga gigi kelihatan coklat.
  3. Thallasemia, yaitu suatu penyakit darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah pecah (hemo-lisis), sel darah merah penderita mengandung sedikit hemoglobin dan sel darah putihnya meningkat jumlahnya.[4]

Rujukan

  1. 1 2 "Genetika dan Hukum Mendel". Academia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-19. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
  2. 1 2 Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: Ichtiar Baru. hlm. 1105-1106.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthor= diabaikan (|author= disarankan)
  3. 1 2 3 4 5 6 Karmana, Oman. Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama. hlm. 68. ISBN 978-979-758-586-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2014-06-26.
  4. ↑ Ambarwati. "13Genetika dalam Sudut Pandang Islam (Ambarwati dan Umi Budi R.)GENETIKA DALAMSUDUT PANDANG ISLAM" (PDF). Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 2021-06-09.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan