Minggu, 01 November 2026
05:04 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bukit Gowardhana

Bukit Gowardhana

Situs suci Hindu di Uttar Pradesh, India

Bagikan:
250px-Govardhan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bukit Gowardhana di Vrindavan, dipotret dari jarak dekat.

Gowardhana (Sanskerta: गोवर्धन; Govardhana) adalah sebuah bukit yang terletak di dekat kota Vrindavan di India, dan dianggap keramat oleh banyak tradisi agama Hindu. Bukit ini penting khususnya bagi tradisi pemujaan terhadap Kresna atau Wisnu sebagai Dewa yang utama (Iswara) seperti misalnya Waisnawa atau Gaudiya Waisnawa, yang terkenal di sekeliling wilayah Gowardhana. Banyak peziarah mengunjungi Gowardhana setiap tahun dan melaksanakan parikrama, mengelilingi wilayah bukit tersebut sambil berdoa, menyanyi (bhajan) atau melaksanakan meditasi japa. Bukit dan wilayah di sekelilingnya dipercaya sebagai tempat dimana Kresna dan Balarama melakukan tarian khusus (lila) selama inkarnasi terakhir mereka di planet bumi.

Definisi

Nama 'Gowardhana' memiliki dua arti utama. Biasanya kata 'Go' diterjemahkan menjadi 'sapi', dan 'wardhana' diterjemahkan menjadi 'makanan'. Arti lain dari 'Go' adalah 'indria' dan 'wardhana' juga bisa berarti 'menambah' – maka nama tersebut juga diterjemahkan oleh para pemuja Kresna sebagai 'yang menambah semangat' dalam pemujaan mereka kepada Kresna – Dalam hubungan ini dipercaya bahwa Gowardhana memberkati para pemuja dengan menambah rasa baktinya. Maka dengan tinggal di kaki bukit Gowardhana, semua perasaan dan kewajiban jiwa masing-masing dapat mencapai Tuhan dan menjadi lebih cenderung melakukan pelayanan kepada Kresna.

Terangkatnya Gowardhana

250px-Krishna_Holding_Mount_Govardhan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kresna mengangkat Bukit Gowardhana.

Menurut legenda Waisnawa, Dewa Indra yang kehilangan pengaruhnya terhadap manusia menjadi cemburu terhadap Kresna (inkarnasi dari Dewa utama menurut Bhagawatapurana[1]).

Indra kemudian memanggil awan dan menurunkan hujan untuk membanjiri tempat tinggal Kresna selama tujuh hari tujuh malam. Kresna yang tanggap kemudian mengangkat bukit Gowardhana, dan dibawahnya segala binatang dan orang-orang mendapat perlindungan sehingga selamat dari kemarahan Indra. Akhirnya Indra mengakui kekalahannya dan setelah menyembah Kresna ia pergi ke kediaman surgawinya, yaitu Swarga.

Referensi

  1. ↑ "Bhagawatapurana 1.3.28 – 'Kresna adalah segala sumber inkarnasi'". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-01-23. Diakses tanggal 2007-08-19.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Govardhan Hill.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan