Jumat, 30 Oktober 2026
17:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bukit Prancis

Bukit Prancis

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Bukit Prancis (disambiguasi).
250px-Hagivaa_hazarfatit.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bukit Prancis

Bukit Prancis (bahasa Ibrani:הגבעה הצרפתית‎, HaGiv'a HaTzarfatit, bahasa Arab:التلة الفرنسية, at-tel al-faransiya), juga Giv'at Shapira (Ibrani: גִּבְעַת שַׁפִּירָא) adalah sebuah kawasan dan pemukiman Israel[1] di utara Yerusalem Timur. Wilayah tersebut terletak di teritori yang telah diduduki sejak Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian secara sepihak dianeksasi oleh Israel di bawah Hukum Yerusalem pada 1980 dalama pergerakan yang tak diakui secara internasional. Komunitas Internasional menganggap pemukiman Israel di Yerusalem Timur, seperti Bukit Prancis, bersifat ilegal di bawah hukum internasional, yang dipersengketakan oleh pemerintahan Israel.[2]

Penduduk terkenal

Referensi

  1. ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-11. Diakses tanggal 2014-02-18.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  2. ↑ "The Geneva Convention". BBC News. 10 Desember 2009. Diakses tanggal 27 November 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai French Hill.

31°48′20.52″N 35°14′20.37″E / 31.8057000°N 35.2389917°E / 31.8057000; 35.2389917

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan