Senin, 02 November 2026
03:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bukit Lawang

Bukit Lawang

bukit di Indonesia

Bagikan:
250px-Bukit_Lawang%2C_Langkat_Regency%2C_North_Sumatra%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bukit Lawang di tepian Sungai Bahorok
250px-Thomas%27s_langur_Presbytis_thomasi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kedih di Bukit Lawang

Bukit Lawang merupakan salah satu tempat wisata di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 80 km di sebelah barat laut kota Medan. Bukit Lawang termasuk dalam lingkup Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan daerah konservasi terhadap mawas atau orang utan. Pusat rehabilitasi orangutan Bukit Lawang didirikan pada tahun 1973.[1] Tujuan utama adalah untuk melestarikan populasi orangutan yang semakin berkurang akibat perburuan, perdagangan dan deforestasi.

Bencana alam

Banjir bandang pernah melanda Bukit Lawang pada 2 November 2003.[2] Bencana tersebut menghancurkan resor wisata lokal dan berdampak buruk pada industri pariwisata lokal di daerah tersebut. Sekitar 400 rumah, 3 masjid, 8 jembatan, 280 kios dan warung makan, 35 hotel dan wisma hancur diterjang banjir; 239 orang termasuk 5 turis tewas, dan sekitar 1.400 penduduk lokal kehilangan rumah mereka.[3] Otoritas lokal dan LSM lingkungan menghubungkan bencana tersebut dengan pembalakan liar .[4] Berkat beberapa badan kerjasama internasional, situs ini dibangun ulang dan dibuka kembali pada Juli 2004.[5] Daerah ini perlahan beregenerasi dan menawarkan pelarian yang benar-benar indah dan kesempatan untuk melihat banyak satwa liar [6]

Referensi

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Dewantara, Alfath (2024-03-26). "10 Best Reasons to Visit Bukit Lawang for Your Next Trip". Jungle Inn (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-08-07.
  2. ↑ "Sumatra illegal loggers slammed". BBC NEWS Asia-Pacific. 5 November 2003. Diakses tanggal 29 Desember 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "The people of Bukit Lawang" (PDF).[pranala nonaktif]
  4. ↑ "Case study: Bahorok River Flash Flood". WALHI. 3 Desember 2004. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 13, 2008. Diakses tanggal 2008-12-30.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Bahorok resort reopens after 8 months". The Jakarta Post. 27 Juli 2004. Diakses tanggal 29 Desember 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-27. Diakses tanggal 2021-06-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan