Senin, 28 September 2026
10:24 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal

Bukakak

Bukakak adalah upacara yang bermakna permohonan kepada Sang Pencipta (Dewi Kesuburan) untuk memberikan kesuburan bagi tanah pertanian yang diolah, dan juga berharap mendapatkan hasil panen yang baik.[1] Bukakak sendiri artinya babi gulung yang matang hanya pada bagian dadanya saja.[1] Tradisi ini dilakukan di desa Adat Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Indonesia.[2] Upacara Bukakak digelar dua tahun sekali, pada bulan April atau bulan purnama sasih kedasa menurut kalender Bali.[2] Masyarakat yang melakukan upacara ini adalah masyarakat agraris yang memegang teguh adat-istiadat dan kepercayaan secara turun-temurun yang diwariskan leluhur.[3] Upacara ini telah dilakukan sejak zaman dahulu setahun sekali, tetapi karena terkendali biaya, maka upacara ini dilakukan dua tahun sekali.[3]

Pelaksanaan

Sebelum melakukan upacara Bukakak, terlebih dahulu dilakukan persiapan-persiapan, yaitu:

  1. membersihkan perlengkapan upacara.[3]
  2. upacara ngusaha umi di Pura Pelinggih.[3]
  3. membuat dangsil yang berbentuk segi empat, yang terbuat dari pohon pinang dengan rangkaian bambu dan daun enau.[3]
  4. mengadakan upacara Ngusaha di pura yang berada di desa setempat.[3]
  5. upacara Gedenin di Pura Subak.[3]

Setelah persiapan upacara telah disiapkan, maka bukakak atau babi gulung tersebut diarak secara meriah diiringi gamelan Tik Nong, mengelilingi dan mengitari area persawahan untuk memohon berkah dari Dewi Kesuburan.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Upacara Bukakak". wisatadewata.com. Diakses tanggal 6 Juni 2014.15.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 "Tradisi Upacara Bukakak". balitoursclub.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-06. Diakses tanggal 6 Juni 2014.15.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Memohon Kesuburan Tanah dalam Upacara Bukakak". bali.panduanwisata.com. Diakses tanggal 6 Juni 2014.15.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan