Jumat, 30 Oktober 2026
12:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kebudayaan Dorset

Kebudayaan Dorset

Bagikan:
250px-Dorset_stone_long_house_02.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisa-sisa rumah panjang batu Dorset di Cambridge Bay, Nunavut
250px-Ours_nageant_%28Mus%C3%A9e_du_quai_Branly%29_%283034045389%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran beruang kutub.

Kebudayaan Dorset (juga disebut tradisi Dorset) adalah budaya Paleo-Eskimo (500 SM–1500 M) yang mendahului budaya Inuit di Arktik. Istilah ini berasal dari Tanjung Dorset di Nunavut, Kanada, tempat ditemukannya bukti pertama keberadaan budaya ini. Kebudayaan Dorset terdiri dari empat tahap berdasarkan perbedaan teknologi perburuan dan pembuatan alat. Artefak-artefak yang ditemukan meliputi ujung pedang berbentuk segitiga, lampu steatite, dan burin.

Kebudayaan Dorset pertama kali diidentifikasi sebagai budaya yang terpisah pada tahun 1925. Budaya tersebut punah pada tahun 1500 akibat kesulitan beradaptasi dengan Periode Hangat Abad Pertengahan. Orang-orang Thule (nenek moyang orang Inuit) yang mulai bermigrasi dari Alaska ke timur pada tahun 1000-an mulai menggantikan orang-orang Dorset.

Dalam legenda Inuit, terdapat kisah mengenai pengusiran orang-orang yang mereka juluki Tuniit (tunggal Tuniq) atau Sivullirmiut (Penduduk Pertama). Menurut legenda, Penduduk Pertama merupakan "raksasa", orang-orang yang lebih tinggi dan kuat dari Inuit tetapi mudah ditakut-takuti. Kini, para ahli meyakini bahwa orang-orang Dorset dan kemudian Thule merupakan orang-orang yang ditemui oleh bangsa Nordik yang mengunjungi wilayah tersebut. Bangsa Nordik menjuluki orang-orang tersebut skræling.[1]

Catatan kaki

  1. ↑ 101. Nunavut Handbook Diarsipkan 2006-05-29 di Wayback Machine, Qaummaarviit Historic Park

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dorset culture.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan