Jumat, 30 Oktober 2026
22:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kebudayaan Thule

Bagikan:
250px-Arctic_cultures_900-1500.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Thule (/ˈtuːli/ atau /ˈθjuːl/)[1] atau proto-Inuit adalah nenek moyang orang-orang Inuit modern. Kebudayaan mereka berkembang di pesisir Alaska pada tahun 1000 dan lalu menyebar di Kanada. Mereka lalu mencapai Greenland pada abad ke-13.[2] Dalam prosesnya, mereka menggantikan kebudayaan Dorset yang sudah menghuni wilayah-wilayah tersebut sebelumnya. Nama "Thule" berasal dari lokasi Thule (dipindah dan diganti namanya menjadi Qaanaaq pada tahun 1953) di Greenland barat laut yang merupakan tempat ditemukannya peninggalan kebudayaan ini untuk pertama kalinya.

Berdasarkan bukti arkeologis, orang-orang Thule (dan juga Dorset) pernah berhubungan dengan bangsa Viking yang mencapai pesisir Kanada pada abad ke-11. Dalam sumber-sumber Viking, orang-orang tersebut dijuluki Skræling. Beberapa orang Thule lalu bermigrasi ke selatan. Pada abad ke-13 atau ke-14, orang-orang Thule telah menduduki wilayah yang kini dihuni oleh suku Inuit Tengah, dan pada abad ke-15 mereka telah menggantikan orang-orang Dorset. Mereka mulai berhubungan secara terus menerus dengan bangsa Eropa pada abad ke-18. Namun, akibat peristiwa zaman es kecil (1650–1850), komunitas Thule mengalami kemunduran dan keturunan mereka semenjak itu dikenal dengan nama Eskimo atau Inuit.

Catatan kaki

  1. ↑ "Definition of Thule". Oxford Dictionaries. Oxford University Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-06-10. Diakses tanggal 1 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Mcghee, Robert (3 April 2015). "Thule Culture". Canadian Encyclopedia. Historica Canada. Diakses tanggal 1 Juni 2015.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Thule culture.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan